Pagi hari ini sungguh cerah sama seperti hari sebelumnya, seperti biasa aku langsung bergegas ke kamar mandi dan setelah itu aku langsung turun untuk menyantap sarapan bersama keluarga ku, itu sudah menjadi kebiasaan keluargaku sebelum beraktivitas.
Hari ini yang mengantarku adalah Ayah, tidak biasanya ayah mengantarku di pagi hari ini
"Ayah mau kemana? Kenapa pakai mobil?" tanyaku. "iya, karena ayah mau mengantar kamu berangkat sekolah" jawab ayah
"oh, tidak biasanya ayah mau mengantarkanku? biasanya ayah jam segini sudah berangkat ke kantor?" tanyaku lagi pada ayah. "Ayah lagi masuk siang anak, cantik ayah" Canda ayahku. "Oh, gitu ya, ayah tampan" ucapku menanggapi candaan ayah.
Selama di jalan aku dan ayah menikmati jalanan pagi ini dan bernyanyi bersama.
Tak lama mobil ayahku berhenti di depan pagar sekolahku. "Ayah, aku sekolah dulu ya" Ucapku pamit pada ayah
Sesampainya di sekolah aku langsung mencari Renata, Fadya ,Killa dan Meutia. Meraka adalah sahabat nya Ucha dari masa kecil hingga sampai sekarang. Meraka juga termasuk geng yang sangat femest di sekolah Nusantara Bakti dan sangat terkanal kekayaan mereka, tapi hanya orang tertentu yang bisa berbincang dengan nya
"ehh gayss liat pintu gerbang deh itu si ucha!" kata Renata
"Eh iyak, panggil deh biar kita masuk kelas nya bareng" sahut si fadya
" U....C...H...A... Siniii!!" panggil si Meutia
Ucha mendengar suara yang memanggilnya, ternya mereka ada di dekat tangga, segera ucha menyamper temanya
"lama banget sih lu, kebiasaan deh datengnnya mepet mepet bel masuk! " marah Killla
Karena Killa tidak suka sama orang yang telat masuk sekolah dia bakalan sebel jika ada temanya yang telat dateng ke sekolah
"yaudah sih bawell aja Killa cantik, lagian juga belnya belum berdering Kil" dengus Ucha
"yaudah ayok masuk kelas! "
Meraka berempat melewati koridor kelas 8 banyak sekali Anak Kelas 8 melihat mereka jalan di koridor, sungguh mirip seperti Artis papan atas melihatnya, saking femest nya di sekolah dan juga harta kekayaan mereka
Sesampainya di kelas, mereka di sambut dengan kertas Ulangan Tengah Semester Ganjil dengan cepat Ucha , Renata, Killa dan juga Meutia langsung bergegas ke meja masing masing untuk melihat nilai mereka
"ahhh ada kertas ulangan tuh di atas meja" killa pun melihatnya
"akkkkhhhh ulangan apa itu "
" sepertinya Matematika yang kemaren di ulangkan Ucha" sahut Meutia
" cuyy gw gk berani bukanya, kira kira gw berpa yak nilainya" pikir Renata
" udah lu sans aja kan Nilai Matematika lu bagus semua! " senyum sinis Ucha
Di kelas mereka yang ribut hanyalah geng Ucha yang lain hanyalah menyimak dan melihatnya
" ehh gayss kan kita Orang KAYA seharunya kita dapet nilai Tinggi dong, beda yang sama orang Miskin Terutama! " cetus mulut pedas sih anak biang kerok di kelasnya yang suka membandingkan anak orang kaya dengan orang derajatnya dibawah
"Eh iya kok nilai kita dapet rendah beda sama yang dibawah kita derajatnya malah mereka yang tinggi nilainya "
"gw gk bakal terima nih, sama Sela yang orang miskin nilainya tinggi dari kita, sedangkan kita orang kaya nilainya malah kacau begini!!" ucap Killa dengan suara yang lantang dan menunjuk Sela
Salah satu teman kelasnya tidak terima di jatuh kan oleh sikap Ucha seperti itu dengan omongan kasarnya,
Akhirnya Sela pun maju menghampiri Ucha dan geng nya karena tidak sepantasnya dia berkata seperti itu didepan teman kelasnya dan mempermalukan di depan kelas
YOU ARE READING
Derajat yang Berbeda
Short Storyseorang anak yang sombong dengan kekayaan yang ia punya hingga menjatohkan dirinya
