Prolog

52 2 2
                                        

Di Pulau Jawa ada sebuah desa di pinggiran hutan hiduplah seorang gadis yang sederhana, tubuhnya tinggi Semampai, dia begitu cantik dengan kulit kuning langsat dan mempunyai rambut yang sangat hitam dan panjang.
Matanya Sangat bening dengan bulu mata yang lentik. Hingga siapapun yang menatapnya akan langsung terpesona.

"Mayang Sari" itulah nama gadis itu
Mayang adalah gadis yang cerdas dan periang, tutur kata nya lembut,  dia juga sangat sopan kepada semua orang, semua warga desa sangat menyukainya, terlebih dengan kedua orang tuanya, merekapun begitu menyayanginya hingga dia tak diperbolehkan untuk keluar rumah selain mengirimkan makanan untuk ayahnya yang bekerja di Sawah.

Ya, Orang tua Mayang Sari mempunyai Sawah yang begitu luas, sebagian ia pekerjakan kepada para warga desa nya, dan sebagian lagi warga desa tetangga.
Karna ayah Mayang memang tak bisa hanya tinggal diam dirumah, Ayah selalu ikut membantu para pekerjanya.

Dan begitupun dengan siang hari ini,  Mayang sudah siap untuk pergi ke ladang mengirimkan makan siang untuk ayah nya.

"Nduk" ini kamu bawa makan siang buat ayahmu ya"  kata seorang wanita setengah baya bernama Dewi Seruni yang wajahnya begitu mirip dengan Mayang, dan juga masih terlihat cantik walaupun akhir akhir ini agak terlihat pucat.

"Siap bu, serahkan saja pada Mayang" Mayang  menjawab sambil tersenyum dan kemudian dengan hati hati mengambil bakul dan rantang  yang berisi nasi dan lauk pauk untuk ayah serta para pekerja lainnya.

"Ibu istirahat saja, dan baik baik di rumah ya" Mayang cuma sebentar aja  kok" kata Mayang lagi sambil menatap ibunya dengan sedikit tatapan gelisah.

Ibunya hanya mengangguk dan tersenyum lembut pada Mayang, sambil mengusap peluh dingin di dahinya Dewi menjawab pelan

"Iya nduk, ndak usah khawatirkan ibu, kata Dewi seakan mengetahui arti dari tatapan Mayang, sekaligus memberi jawaban atas kegelisahan Mayang.

"Sudah sudah, ayo cepetan berangkat sana, kasihan itu udah ditunggu loh sama ayahmu, lagian di sini kan ada bi Laras, Ibumu ndak akan kenapa kenapa kok", kata seorang wanita cantik yang sedikit agak lebih tua dari ibunya, namun terlihat sangat baik

"Iya bi Laras" Makasih udah mau jagain ibu saya" Mayang berangkat dulu ya bi,, titip ibu" kata mayang sambil  mencium tangan wanita itu, dan sedikit agak lega karena ada bi Laras yang sementara akan menjaga ibunya selama ia berada disawah.

"Mayang berangkat ya bu" tak lupa Mayang berpamitan kepada Dewi sambil mencium tangan ibunya itu, Namun entah kenapa tiba tiba Dewi memeluk Mayang dengan lembut sambil berkata lirih seperti setengah berbisik...

"Hati hati sayang, jaga dirimu baik baik ya" kata Dewi pada Mayang, dan Mayang hanya mengangguk tak mengerti karna tak biasa nya ibunya memeluknya seperti itu hanya karena Mayang mau mengantar makanan buat ayahnya. Dan sesaat kemudian Dewi melepas pelukannya sambil mengusap lembut rambut Mayang Sambil tersenyum.

"Mayang berangkat  dulu ya, Assalamu'alaikum" Mayang mengucap salam sembari menatap ibunya dengan senyuman

"Wa'alaikumsalam" Dewi dan Laras menjawab serempak.

Kemudian Mayang melangkah dengan pelan meninggalkan ibu nya yang masih melihatnya dari jauh, hingga Mayang tak terlihat lagi, karena sudah tertutup oleh pepohonan yang rimbun di samping kiri kanan jalanan setapak menuju sawah.
Serasa baru kemarin ketika Dewi memulai kehidupan dengan ayah Mayang, setiap hari ia harus mengantarkan makanan sambil menggendong Mayang yang masih bayi. Bertahun tahun Mereka bekerja tak kenal lelah, dan dengan bekerja keras itulah, dari Sawah yang cuma beberapa petak peninggalan dari mendiang kakek dan nenek Mayang, kini telah menjadi sawah yang begitu luas, keluarganya sangat bersyukur karena sekarang bisa hidup lebih dari cukup. Dan bayi yang dulu sering di gendong nya itu kini telah tumbuh besar menjadi gadis periang, gadis yang  begitu cantik dan baik. Ia sangat menyayanginya, didalam hati Dewi selalu berdo'a agar anak nya itu selalu bahagia..💖💖💖

"Dewi ayo kita masuk, kamu harus segera minum obat, supaya kamu cepat sehat,, Ayolah Dewi,,"ajakan dan tarikan tangan Laras membuyarkan lamunan dewi.

"Hmmh,, baiklah laras" Sambil berbalik dan membiarkan laras menarik dan menggandeng  tangannya untuk masuk ke dalam rumah, Dewi menghembuskan nafas pelan, Dewi pun mengikuti Laras yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumahnya dengan senyuman penuh arti tanpa Dewi ketahui.

Beberapa hari ini memang ibu Mayang kurang enak badan, tp walau pun  begitu entah kenapa hari ini ibu Mayang bersikeras ingin Memasak sendiri Makanan buat ayahnya Mayang, padahal kemarin, semenjak ibu Mayang kurang enak badan bi Laras lah yang sering membantu ibu nya memasak. Laraswati  atau biasa di panggil bi Laras memang baik, Walaupun dia seorang janda dengan tiga orang anak, namun dia sering sekali membantu keluarga Dewi, Karena seringnya ke rumah Dewi, merekapun sangat akrab, dan Dewi menganggap Laras sudah seperti kakaknya sendiri, begitupun dengan  Mayang menganggap anak anak Laras pun sudah seperti saudara bagi Mayang.














Assalamu'alaikum wr wb..

Hai Para Readers yang baik hati dan tidak sombong Salam kenal yaa...
Ini adalah cerita author yang pertama, mungkin cerita nya masih gaje dan banyak typo,,
Tapi Insyaallah ke depannya akan lebih baik lagi,,
Di tunggu votmen dan sarannya yaaa,,, Syukron katsir 🙏🏻🙏🏻

 

BatuHapu 13 Nov '19

🍀ANDE ANDE LUMUT🍀Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora