Di taman yang penuh dengan bunga berwarna-warni terlihat dua anak kecil yang berkejar-kejaran.
"Aldi kembalikan Fhani!" Anak perempuan dengan rambut kepang berteriak sambil mengejar anak laki-laki yang merebut bonekanya.
"Tidak mau! Kalau kau bisa menagkapku, baru aku kasi deh" anak laki-itu makin mempercepat laju larinya.
"Ehh Aldi, berhenti! Aku udah capek banget. Huh" anak perempuan itu mulai terengah-engah.
"Ah, Lea. Masa gitu aja udah capek? Gak seru." Lea mengajak aldi untuk duduk di rerumputan.
"Biarin. Sini Fhani ku!" Pintanya sambil menjulurkan kedua tangannya. "Nih" mereka akhirnya beristirahat sambil tiduran.
"Aldi, awannya indah yah kayak lukisan gitu." Lea memainkan tangannya seakan mengikuti lekuk awan di langit, sementara Aldi hanya diam menatap langit.
"Lea, katanya di atas awan sana banyak bidadari cantik loh" Aldi menatap Lea.
"Masa? Lalu bagaimana cara kita melihat mereka?" Lea mulai penasaran.
"Mereka akan muncul saat pelangi. Jadi pelangi yang akan mengantar mereka ke bumi."
"Oh" Lea hanya ber-oh ria.
"Ehh Lea, sebentar lagi hujan. Pulang yuk sebelum kita basah dan pasti Bunda akan marah kalau tahu kita hujan-hujanan"
Aldi menunjuk langit yang memang telah menggelap.
"Ehh iya. Ayo pulang".
Mereka berlari sambil bergandengan tangan.
Hei guys ini cerita pertama aku, maaf kalau ada typo.
Dan please, komen! Aku butuh banget saran yang membangun dari kalian.
*(Jangan lupa follow dan support aku, okay )
YOU ARE READING
Rumit
Random"Begitu bodohnya aku mempercayai janji anak kecil yang katanya suatu saat ketika dewasa akan menikahiku" Lea menangis sejadi-jadinya, mamaki dirinya atas kebodohannya sendiri. Terpisah lama lalu terjebak dalam friendzone. Akankah Reinaldy mengingat...
