Prolog

13 2 2
                                        

      "Aku tidak pernah meminta perasaan ini. Dan akupun tidak bisa menolaknya."
  

                                                   ***

Happy Reading!🥳


                                                                            Malang, 2015.

"Mau sampe kapan?"

"Gak tau."

Gadis berkerudung ungu itu mendengus. Ia heran, kesal, dan kasihan pada sahabatnya itu. Alia. Si gadis berkerudung ungu itu menghela nafas, matanya menatap kearah gadis berkerudung biru disebelahnya, mengendikkan dagu pada gadis berkerudung abu-abu dihadapannya.

Yang ditunjuk nampak tak peduli, ia hanya menaikan satu alisnya, tanda bertanya pada lawan bicaranya.

"Atimu itu loh nduk, tresno tenan karo wong ndak pasti. Lara ati terus koe nduk." ¹ Alia seperti sudah hilang akal menghadapi sahabatnya yang satu ini.

"Al, gak usah pusing mikirin aku. Toh, selama ini aku baik-baik aja kan?" Jani. Gadis berkerudung abu-abu itu membuka suara, menanggapi Alia yang sepertinya sudah kelewat mumet.

"Jani, jani. Mau sampe kapan bohongin terus diri sendiri sih? Sok bilang baik-baik aja, giliran lagi sendiri mewek-mewek. Baik-baik aja gundulmu." Sindir Melin, Jani hanya terkekeh.

Ia sadar, terlalu banyak kepura-puraan dalam hidupnya. Terutama, jika menyangkut hatinya, perasaannya, dan dia. 

Jani tidak pernah berfikir akan sampai sejauh ini perasaannya, namun, takdir memang tidak ada yang bisa menebak.



****


¹ = Hati kamu itu loh nak, cinta banget sama orang yang gak pasti. Sakit hati terus kamu nak.

Huhu, ini cerita perdanaku manteman. Masih sangat amatir aku ini gaess🙁 maafkan jikalau ada yang masih kurang sreg yaaa😁

Jangan lupa Vomment gaes! Dukungan kalian sangat berharga buatkuuuu..

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: May 25, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

ASADonde viven las historias. Descúbrelo ahora