Awal Semuanya.

7 2 0
                                        

-untuk kesalahan dalam pengetikan atau adanya typo mohon maaf ya readerss!🙏-


Dua tahun lalu...

"Hai Rey, tak terasa ya hubungan kita udah berjalan selama ini, happy anniversary sayang" Ucap Anin dengan semangat dan di balas senyuman oleh Rey.

"Happy anniversary juga sayang" Rey balas mengucapakan.

"Nin, aku mau bicara sama kamu penting" Rey langsung menarik lembut tangan Anin dan membawanya ke rooftop sekolah.

"Ada apa sih Rey, cape tau akunya" Anin mendudukkan bokongnya ke bangku yang ada di tempat.

"Maaf ya sayang hehe" Rey mengacak rambut Anin membuat mood Anin makin buruk.

"Udah dulu ngambeknya aku mau ngomong serius" Anin mengalihkan wajahnya ke arah Rey

"Yaya cepet ngomongnya" Cibir Anin

"Nin, aku harus melanjutkan pendidikan di Amerika" Rey menjelaskan maksudnya

"Paling kamu cuma mudik doang gak bakal pindah kesana" Anin tak percaya dengan ucapan Rey.

"Aku serius sayang, kakek nyuruh papah mamah untuk urus perusahaan disana" Anin mulai mendengarkan dengan hati-hati

"Awalnya aku nolak, tapi papah maksa aku untuk ikut tinggal disana" Anin mulai mengeluarkan setetes air matanya.

Rey yang melihat wanitanya menangis segera menghapus air matanya.

"Sst, aku gak suka kamu nangis" Rey memeluk Anin.

"Terus hubungan kita gimana Rey? Kita udahan?" Tanya Anin bertubi membuat pelukan Rey mengerat.

"Aku gak akan lepas kamu nin, janji" Rey melepaskan pelukannya dan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Anin.

"Apa kamu kuat LDR sejauh itu Rey? Aku gak yakin kamu bisa" Ucapan Anin mampu membuat Rey terdiam.

"Kenapa kamu diam? Kamu juga gak yakin bisa jalanin hubungan LDR sejauh itu kan?" Tangis Anin semakin pecah membuat Rey tak tega.

"Kamu percaya aku, aku percaya kamu itu yang bisa buat kita bertahan sayang" Rey mencoba mengeluarkan kata-kata menenangkan.

"Kamu kapan berangkatnya?" Anin mencoba menerimanya.

"Nanti malam, kamu ikut aku sampai Bandara ya" Anin mengiyakan ajakan Rey.

Kini siang sudah berganti malam matahari sudah terganti oleh awan yang gelap, mendung seperti tau isi hati Anindira Putri Chandra.

Kini anin sudah berada di bandara bersama Rey dan juga keluarganya Rey.

"Anin maafin kami ya harus buat kalian LDR" Ucap dwi mamah ken dengan rasa bersalah

Anin mencoba mengangkat kedua sudut bibirnya "kalo aku egois juga gak akan merubah semuanya kan mah?" Kini Anin mengeluarkan air matanya yang ia tahan dari tadi.

Dwi memeluk Anin ia juga menangis karena harus berpisah dengan calon mantunya yang sudah dianggap anaknya.

Anin melepaskan pelukan dwi kini ia menatap ken yang sedang menatapnya juga.

"Mah pah aku ke kafe dulu bentar sama Anin" Ken membawa anin ke kafe agar bisa mengobrol santai.

"Kamu jangan nangis terus dong sayang,nanti aku gak tenang tinggalin kamu di sini" Ken mengusap kedua pergelangan tangan anin dengan jempolnya.

"Pesawat kamu kapan penerbangannya?" Anin mengalihkan pembicaraan

Ken melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya "papah yang urus"

"Minumnya udah datang ayo ke mamah papah kamu kasian mereka nunggu" Anin pergi di ikuti ken dibelakang.

"Ken ayo pesawat kita udah siap" Ken menggenggam tangan Anin dan mendaratkan bibirnya ke kening Anin dengan cukup lama.

Ken melepaskan bibirnya dari kening Anin "kamu jangan nangis terus, jangan nakal, tetap fokus belajar, aku janji hari kelulusanmu nanti aku datang" Anin menatap ken cukup lama lalu ia tersenyum dan memeluk ken erat.

"Jangan ingkari janji itu, aku selalu tunggu kamu, i love you" Ken melepaskan pelukan Anin dan mencium rambut Anin sebentar.

"I love you to, aku berangkat kamu hati-hati disini, setelah sampai aku akan mengabarimu, by sayang" Anin menganggukan kepalanya.

Anin berjalan menuju orang tua Rey yang sudah dianggap orang tua kandungnya setelah bunda ayahnya.

"Hati-hati ya mah pah, jangan lupain Anin" Anin menyalimi kedua orang tua Rey

Dwi memeluk Anin dengan erat "kamu juga hati-hati disini ya sayang, mamah gak akan lupain calon mantu mamah yang cantik ini" Dwi melepaskan pelukannya kini giliran glenn papah kenzo memeluk Anin

"Maafin papah ya Anin, papah janji ken disana gak akan menemukan wanita selain kamu" Anin tersenyum simpul menanggapi perkataan papah ken.

"Kami berangkat, jaga diri kamu baik-baik disini" Anin mengangguk kepalanya.

Ken dan keluarganya sudah berjalan jauh air mata Anin yang dari tadi di tahan kini keluar dengan deras ia merasa berat menerima semua.

Anin mengambil ponselnya untuk meminta jemput pak budi supir pribadi keluarganya  menjeputnya karna tadi Anin di jemput oleh ken ayah bundanya masih mengurus perusahaan.

Anin sudah berada di kamarnya sekarang ia masih menangis hingga terbit mata bengapnya.

Pintu kamar terbuka menampilkan sang bunda dan ayah yang melihatnya dengan rasa iba.

Chara sebagai sangat ibunda memeluk anaknya erat untuk menguatkan "Sudah ya sayang kamu jangan nangis terus kasian air matanya" Anin semakin jadi menangisnya

"Dulu ayah juga ninggalin bunda ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan" Anin terdiam dan menatap ayahnya ia tertarik dengan cerita ayahnya.

Hendra tersenyum melihat anaknya berhenti menangis "Ayah sama bunda udah berpacaran dari kelas 2 SMA lalu ayah dapat beasiswa kuliah di Universitas london, padahal rencana ayah sama bunda itu satu Universitas tapi Tuhan berkehendak lain"

"Sampai pada hari kelulusan ayah pulang menjemput bunda dan langsung melamar bunda"

"Kamu tahu kuncinya kenapa ayah sama bunda bisa bertahan selama itu sampai akhirnya menikah dan mempunyai kamu?" Anin menggeleng

"Suatu hubungan tidak akan hancur kalo mereka saling percaya, jadi kuncinya kepercayaan" Ucap ayah bunda dengan kompak membuat Anin tertawa melihatnya.

"Yes bun akhirnya kita bisa buat anak kita kembali seperti biasanya" Ucap Hendra kesenangan membuat istri dan anaknya tertawa.

"Udah malam tidur jangan nangis terus Rey pasti balik ko" Anin merebahkan badannya di kasur kesayangannya.

"Good night my princess" Ucap Hendra mencium kening putri kesayangannya

"Good night putri kecil bunda" Ucap chara dan melakukan yang dilakukan suaminya tadi.

"Good night yah bun ku sayanggg" Ucap anin sambil menutup matanya.

Chara mematikan lampu kamar anin dan menutup pintu kamar anin.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

Udah dulu ya gaes untuk part satunya,semoga kalian sukaaa. Jangan lupa VOTE and COMEN SEBANYAKNYAAAA!!!!!!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 15, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

KenAnWhere stories live. Discover now