Perkenalkan namaku adalah Im nayeon, aku terlahir sebagai anak bungsu di keluarga ini dan tuhan memberiku sebuah kemampuan yang langka, yaitu Kemampuan untuk melihat Arwah, atau lebih tepatnya aku adalah seorang indigo.
Kakak ku bernama Im yoon ah, tapi kakak ku yang sangat kusayangi sudah meninggal 3 tahun yang lalu, dan tentang anggota keluarga ku yang lainnya aku tak ingin membahasnya sekarang.
Hari ini adalah hari pertamaku masuk ke sekolah baruku, ya hari ini aku baru mulai masuk sekolah sebagai siswa kelas X.
"Ah sepi sekali sekolah ini, apa karena aku saja yang datang terlalu pagi?, tapi biarlah". Gumamku di dalam hati saat aku sedang berjalan di koridor sekolah.
Aku mulai mencari cari kelas yang segera akan kutempati, kebetulan kelasku berada di lantai 2 sekolah ini.
Tak butuh waktu lama untukku mencari kelas ku, kini aku sudah berdiri di depan pintu kelas dan mulai melangkahkan kaki ku masuk ke dalam.
Dan saat aku sudah berada di dalam kelas, ternyata keadaan di kelas masih sepi, baru ada 3 siswa yang sudah datang dan semuanya laki-laki.
Aku mulai memilih tempat duduk yang masih kosong, dan saat sudah menemukannya aku langsung duduk dan mulai memainkan game di handphone ku.
"Wah masih jam 06.07, pantas saja sekolahan ini masih sepi". Ucapku pelan.
Sunyi...
Keadaan di kelas ini sunyi sekali, tumben saja anak laki-laki disini tidak berisik, biasanya kan selalu saja berisik kalau ada anak laki-laki, aneh saja sih menurutku.
Semakin lama berada di dalam kelas aku merasa selalu diperhatikan dari belakangku, awalnya aku diam saja karena ku pikir orang yang duduk dibelakangku sedang iseng, tapi lama kelamaan aku merasa risih, akhirnya aku putuskan untuk menegurnya.
"Duh bisa gak sih jangan li—". Aku tercekat saat kulihat tidak ada siapa-siapa di belakangku, dan anehnya kedaaan kelas ini sekarang kosong, hanya ada aku disini sendirian lalu kemana 3 orang tadi? Padahal aku yakin sekali bahwa dari tadi tak ada siapapun yang keluar dari kelas ini.
Saat aku masih berfikir tiba-tiba.....
Clack....
Aku merasakan ada sesuatu yang mengalir di kepalaku, dan seketika atmosfer di dalam kelas ini berubah.
Clack...
"Darah? Itu artinya "mereka"?".
Aku segera berlari meninggalkan kelas ini ketika aku sudah menyadari apa yang terjadi. Aku terus berlari sambil memegangi pelipisku yang masih mengeluarkan darah, aku berlari sekencang kencangnya tanpa memperhatikan sekitar sampai....
Brakkk....
Aku menabrak seseorang yang mungkin tadi sedang berjalan di depanku, aku langsung membantunya berdiri.
"Ah maaf ya aku tak sengaja, aku sedang buru-buru, sekali lagi maaf". Ucapku sambil menatapnya sekilas, dan ternyata yang kutabrak tadi adalah seorang gadis, aku langsung pergi meninggalkannya, mungkin saja kini dia sedang mengoceh karena aku langsung pergi begitu saja.
~~~~~~
Di toilet..
"Ah sial, mereka sudah tahu kalu aku bisa melihat mereka". Gumamku di dalam toilet sambil membersihkan pelipisku dari darah.
Pelipisku akan selalu mengeluarkan darah ketika di sekitarku ada makhluk astral yang mengetahui aku bisa melihat dirinya, padahal sedari kecil aku tak memiliki luka apapun di pelipisku, aneh bukan?.
"Hufttt.. kenapa harus aku yang memiliki kemampuan ini? Kemampuan ini tidak menguntungkan ku sama sekali, kemampuan ini malah merugikan ku karena setiap hari aku harus berhadapan dengan hantu". Ocehku pelan sambil terus membersihkan pelipisku.
"Sedang apa kau? Dan kenapa kau berbicara sendiri? Apa kau gila?".
Terdengar suara yang membuatku langsung menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata yang bicara adalah seorang gadis.
Gadis itu terus menatapku dengan ekspresinya yang datar dan tangannya yang dilipatkan di dadanya.
"Bukan urusanmu aku sedang apa disini, dan kau harus tahu ya bahwa aku tak gila!". Balasku sambil menatapnya.
"Aku hanya sedang akting saja tadi, dan memangnya siapa kau? Tiba-tiba datang dan langsung bicara seperti itu?" Sambungku dengan tatapan tajam.
"Akting macam apa itu, buruk sekali". Ucap gadis itu lalu segera berlalu.
"Eh tunggu!!". Teriakku sambil berjalan mengejarnya, aku pun menarik tangan gadis itu.
"Lepaskan!". Ucap gadis itu sambil mengibaskan tanggannya yang kugenggam.
Aku hanya terdiam selama beberapa detik, dan gadis itu pergi dari hadapanku.
"Siapa dia? Songong sekali gayanya, dan sikapnya juga sangat dingin, ekspresinya saja datar begitu seperti tembok". Batinku.
Aku masih berdiam diri sambil menatap punggung gadis tadi yang terus menjauh dariku.
Teett..teett...
Bel masuk sudah berbunyi dan kini aku harus bergegas kembali ke kelas, aku tak mau masuk telat di hari pertamaku sekolah, aku langsung berjalan santai menuju kelasku di lantai 2.
TBC.......
Kira kira siapa gadis tadi ya?
Jan lupa vote bosque🙂
VOUS LISEZ
Detective Ghost
HorreurSejak lahir aku telah diberikan kemampuan yang luar biasa, kemampuan yang hanya dimiliki oleh sedikit orang, dan aku adalah seorang gadis yang sepertinya akan sedikit susah untuk menjalani kehidupan normalku, karena setiap hari aku harus bertemu "me...
