001

1.1K 94 29
                                        

In The Middle Of The Night

Cast:
Wang Yibo
Xiao Zhan

Crimes! AU

***

Hampir pukul sebelas malam. Jalanan kota Shanghai masihlah ramai, malah mungkin terlampau sesak dipenuhi dengan orang-orang yang berlalu-lalang. Xiao Zhan hanya menatap bosan ke arah luar dari tempatnya sekarang berdiri tengah mengantri untuk membayar barang belanjaannya.

Jam kerja Xiao Zhan seharusnya sudah selesai semenjak sore tadi namun ia dimintai tolong oleh temannya untuk menggantikannya beberapa jam karena ada keperluan mendesak. Jadi barulah sekarang ia diperjalanan pulang namun akhirnya memutuskan untuk mampir terlebih dahulu membeli beberapa bungkus mie instan untuk stok makanan tengah malam.

Kalau ibunya tahu, mungkin nyawanya sudah tidak ada sekarang ini. 'Terlalu banyak junkfood yang kau makan, lebih banyak penyakit juga yang akan kau punya!' omel sang Ibu saat melihat tumpukan wadah mie instan dan sampah makanan cepat saji di tong sampah apartemen miliknya.

Xiao Zhan adalah seorang perawat di salah satu rumah sakit besar Ibukota. Awalnya kedua orang tuanya sangat menentang pilihan kerjanya ini, menurut mereka lebih baik jika sekalian ia menjadi dokter saja. Tapi ia jauh lebih keras kepala dari kedua orang tuanya dan akhirnya mereka menyerah dan mengiyakan pilihannya.

Dan karena tekad bulatnya itu, orang tuanya akan selalu mengomel kalau Xiao Zhan melanggar kode etiknya sebagai perawat. Karena menurut mereka, kalau ia memiliki pekerjaan yang bersangkutan dengan kesehatan seseorang maka ia harus merawat dirinya dulu dengan benar baru bisa merawat pasien-pasiennya.

Memang sih, maksud dari wejangan orang tuanya baik tapi terkadang kalau kau harus mendengarkan ocehan seperti itu setiap kali menyuap makanan rasanya menyebalkan sekali. Lagi pula tidak ada kode etik yang ia langgar hanya karena memakan mie instan!

Tiba-tiba memikirkan orang tuanya seperti itu membuatnya menghela nafas, ia jadi merindukan kedua orang yang paling menyayanginya tersebut. Walaupun ia harus mengorbankan pendengarannya untuk beberapa jam jika bertemu namun mereka tetaplah orang tua Xiao Zhan. Ia tetap merindukan mereka setiap saat.

Orang didepannya pun bergeser, sekarang gilirannya untuk membayar. Selesai membayar belanjaan miliknya yang tidak seberapa, Xiao Zhan kembali melangkah pulang. Ia memutuskan berjalan kaki karena memang jarak antara komplek apartemen dan minimarket langganannya tidaklah jauh. Hanya beberapa blok saja.

Kedua telinga Xiao Zhan disumpal dengan earphone putih namun tidak ada lagu yang diputar. Mungkin sudah menjadi kebiasaan saja, setiap kali diperjalanan entah kemana ia akan langsung menyumpal telinga diiringi musik ataupun tidak. Bahkan rasanya akan sangat canggung jika tidak ada benda yang menyumpal telinganya begitu.

Entahlah, mungkin hanya dirinya saja? Atau mungkin semua juga merasakan hal tersebut.

"Argh!"

Langkahnya terhenti saat mendengar suara erangan tidak jauh dari tempatnya berdiri tergugu. Ia menoleh ke arah jalan tikus di sebelah kirinya, pikiran-pikiran buruk dikepalanya sudah berebut masuk hampir membuatnya pusing. Xiao Zhan menggelengkan kepala mencoba mengusir pikiran-pikiran tidak baik tersebut kemudian berjalan hati-hati ke arah jalan tikus dengan penerangan dan kondisi tempat yang kalau boleh ia mengeluh, sangatlah buruk.

Ia melewati dua tong sampah besar yang jaraknya berdekatan sebelum akhinya melihat dua pasang kaki berbalut celana bahan dan sepatu pantofel. Eh? Dewa di atas langit sana, semoga saja itu bukan mayat mutilasi. Doanya dalam hati dengan bibirnya yang digigit gugup.

Endless (YiZhan/Bozhan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang