Kebanyakan kisa cinta anak manusia diawali dengan sangat sederhana, dari pertemuan yg konan katanya yg mengandung unsur tidak kesengajaan dua manusia dapat saling sapa, saling tanya, lalu saling mencari satu sma lain.
Benih asmarah pun tumbuh, jika benih tersebut tumbuh di hati keduanya💏 itu pertanda baik namun jika hanya tumbuh di hati seorang saja ini yg menjadi masalah, ujung ujungnya dapt kita prediksi.. setatus mulai bertebaran seiring dengan kode yg keras yg muncul secara sporadis agar hanya dia mulai pekak padahal mungkin saja dia pekak tapi tidak mau berurusan terlalu jauh dengan mu.
Manusia adalah mahkluk berpikir itu yg membedakan kita dengn ciptaannya yg lain, namun manusiapun mahkluk yg mempunyai emosi sayangnya saat emosi sudah menghampiri kita sering kali kehilangn daya untuk berfikir jernih, kita lebih senang memberi kode, padahal dialok memberikan titik terang, kita lebih senang menghilang padahal pertemuan lebih memberikan gagasan, kita lebih senang mendramatis keadaan padahal masalah seharusnya di selesaikan bukan di perpanjang, lalu kau merasa di permainkan.... Katamu ia tek berhak berbumbu tinggi hanya untuk menjatukanmu, Berawal dari mencarai berunjung mencaci, seperlukah?
Sadarkah dirimu bahwa cinta itu jorok💩, munjul dimana saja bahkan di tempat takterduga, cinta itu tidak kenal etika.. hilang tanpa permisi bahkan di waktu takterduga.
Perasaan yg terbang tidak saling berunjung mendarat dengan selamat cinta yg sembunyi sembunyi tidak berunjung saling di temukan, tangan yg saling menggenggam tidak berunjung dipastikan, kadang kita harus mengalah dengan kenyataan bahwa apa yg kita berikan tidak mesti sama dengan apa yg kita terima.
Jadi jika memang harus kandas sebelum bersemi, ya sudah...! Kenapa harus perlu dipermasalahkan? Berkomitmen itu sama saja berkerja sama kalau dia merasa tidak bisa kerja sma denganmu setelah mengenalmu cukup dekat! Apa harus di paksa? Hai santai ...tuhan sedang mempersiapkan kisah yg lebih baik untuk mu. Ehhh untuk ku deng🤭.
Asb
