Chapter 1

46 2 2
                                        

Kezia memandang sendu minumannya diatas meja di salah satu cafe di jakarta. Pandangan matanya menyiratkan keputusasaan.

"memang berapa biaya operasi primrose kes??" tanya darren.

"60 jutaan der, itu juga baru tahap pertama, dapet uang sebanyak itu dalam satu bulan gimana caranya. Gue pusing banget" kezia kelihatan stress, dengan kedua tangannya memegani kepala , kezia terdiam sejenak, kemudian berkata

"eh wait,... gue bisa kan jual keperawanan gue, ya kan der? " ujar kezia putus asa dan menanyakan hal yang kedengarannya gila bagi mereka yang menjunjung tinggi kesucian sebelum menikah, tak terkecuali darren, dy mulai kesal mendengar kata kata yang keluar begitu saja dari mulut sahabatnya ini.

"terus kalo udah jual keperawanan lo gimana ??bisa tetep jalanin hidup normal??" tanya darren tenang namun pasti. Kezia terdiam sesaat untuk kemudian menjawab

"ya.. bisa lah, lagian gue juga udah ambil keputusan ga married, jadi ga ada pihak yang dirugikan" jawabnya, ragu.

"kalo gitu gue cariin orang yg bisa bayar lo. gue ada nih kenalan yang suka main cewek. mau ??" tanya darren menantang kezia. kezia kaget, dirinya tidak menduga jika darren yang adalah sahabat baiknya tega menawarkan hal semacam itu, walaupun mungkin ini jalan pintas, tapi darren adalah sahabatnya, yang seharusnya mencegahnya melakukan hal bodoh ini. kezia terdiam, matanya nanar menatap meja cafe, jauh dalam sanubarinya dy sebenarnya tidak mau menempuh jalan pintas itu. Menyadari heningnya kezia, darren tahu pancingannya berhasil.

"kenapa diem?? tadi katanya mau?? gue mau telepon sekarang juga biar sekalian bisa ketemuan dan deal harga. semakin cepat, semakin baik kan? " tanya darren pura pura serius.

"lo beneran setuju gue jual keperawanan ?" tanya kezia ragu.

"lo yang mau kan ? kalo itu bisa membantu lo ya udah gue bantuin. " ujar darren singkat.

"tapi der, lo kan sahabat gue. kenapa main setuju aja ? " tanya kezia dengan tatapan iba, dari dulu darrenlah yang paling dekat dengannya, darren juga yang paling sering mengingatkan jika kezia mulai salah langkah. ia mulai takut apakah darren sudah berubah menjadi orang yang berbeda, dan membiarkan kezia melakukan hal hal buruk. darren menatap mata kezia, ia paham kezia takut, dengan tenang, darren berkata

"jadi lo maunya gue gimana ? mencegah lo ? gue udah sering bilang kan jangan main mikir jalan pintas ekstrem kalo lagi dalam kesulitan keuangan. tapi respon lo masih sama, dulu pas papa lo harus operasi lambung, lo bilangnya mau jadi piaraan sugar daddy, ternyata tante lo bersedia bantu, malah hampir ga mau dibalikin uangnya. sekarang primrose harus operasi tumor,lo mau jual keperawanan , bukannya itu berarti advice gue ga ada yang lo denger? " tanya darren lembut tapi tegas. kezia sadar dirinya sudah salah bicara.

"gueeee... ehm... sorry der, gue ga bener bener mau jual keperawanan gue" ujar kezia lirih, dia paham sahabatnya ini sudah mulai berang.

"makanya kesii, jangan sembarangan ngomong, ini gue yang denger, kalo lo sampe kebablasan pasang status soal ini dan mantan lo yg mesum itu baca gimana ?? lo kan suka baper terus pasang status padahal sebenernya ga mau lakuin hal rendahan begitu" ujar darren.

"oke der, gue ga bakalan sembarangan ngomong gitu lagi. tapi beneran emang lo ada kontak cowok cowok nakal gitu ?" tanya kezia penasaran, karna sepegetahuannya sahabatnya ini pria baik baik.

"enggak ada lah!! hahahha.. gue cuma mancing lo aja, gue yakin lo ga mungkin nekat jual keperawanan begitu, karna lo pasti ga akan tahan dengan status udah ga virgin sebelum married, lo tuh kalo ga digituin ga sadar sadar tahu!!". ujar darren sambil tertawa.

"ah kampret lo !! bikin gue deg deg an aja" ujar kezia sambil mencubit lengan darren.

"aww sakit kes, acting gue keren kannn ??? " ujar darren sambil nyengir.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 31, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Fake FianceeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang