"lice! lu ga jijik apa?" tanya Shea sambil menatap kertas yang tertempel di Mading.
"jijik..." jawabku singkat. Putra mengikuti lomba puisi, itu bagus. Tapi mengapa dia harus memajangnya di mading?! memalukan...
"Apa alicea ga malu? di mading loh!"
"iya ih kan banyak yang liat!"
"gue kalo jadi alicea jijik plus malu sih..."
"tapi Putra kan cakep..."
"Tetep aja lah"
"Duh shea, gue malu banget nih..." Keluhku sambil mengumpat dibalik badan Shea.
"Lu samperin aja putranya, omongin baik baik kalo lo ga suka sama dia" balas Shea.
"Gaperlu gitu sih...cuma harus apa di pajang di mading?!" tanyaku. Shea berfikir dan tertawa.
"Dia kan menang lomba lice, wajar lah dipasang di mading!" jawab Shea sambil menarikku agar tidak mengumpat dibaliknya.
"Kenapa harus tentang gue??? Akh ga tau ah!" Aku pun pergi meninggalkan mading dan kembali kekelas.
"woi alicea! Gue ke ruang teater ya!!!" teriak Shea dari kejauhan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
dikelas seperti biasa sedang ada Aaron si bandel. Dia itu sahabatku dari kecil. Orangtuanya juga bersahabat dengan orangtuaku. Mamahku dan mamahnya berteman sejak TK.
"laron! lu dah ngerjain pr??" tanyaku. Aku mempunyai panggilan khusus untuk Aaron. "Laron". Aaron menoleh dan menatapku.
"Alicea...lo tuh sahabatan sama gue dari kapan si? Masih nanya aja seorang Aaron tampan ini ngerjain pr atau ngga? jelas lah...GA." jawab Aaron dramatis.
"iya sih ngapain gue nanyain lu ya, btw lu tau kan putra suka sama gua? Ih puisi singkatnya di pajang woi dimading!!! Gila gue malu banget sumpah!" curhat gue sambil duduk dimejanya.
"bagus, dia kan ganteng, menang banyak lu ce, harusnya bangga lo, pada iri ama lo" ujar Aaron sambil ikut ikutan duduk di meja. Dikelas ku cuma ada aku dan Aaron.
"Lo iri ye???" goda ku. Aaron memukul lenganku pelan.
"ngaco lo! gue masih suka cewe ya!" protes Aaron. Aku hanya tertawa.
"AARON!!! DICARIIN ATHALLA!!" teriak si cempreng Kanaya. Dia sahabatku juga. Aku,Shea,Aaron dan Kanaya itu sahabatan. Aku sama Aaron dari TK, aku,shea dan Kanaya dari SD.
"NGAPAIN DIA NYARIIN GUAA" Aaron ikutan teriak. Padahal kanaya ada didepan pintu.
"gausah ngegas mas! Udah sono ke Athalla!" Usirku sambil mendorongnya pergi.
"aneh banget noh orang" kata Kanaya sambil menghampiriku.
"ce, lo suka sama siapa dah?" Tanya kanaya tiba tiba.
"ga tau nih...gue lagi ga suka sama siapa siapa..." jawab ku. Kanaya tersenyum.
"mau gue kenalin ga? gue punya kenalan dia anak basket" tawar Kanaya. Kenalin cowo? mau mau aja sih...cuma aku masih ga mau pacaran.
"emm pdkt dl mau ga? ga langsung pacaran elah!" sepertinya Kanaya tau apa yang kupikirkan.
"yaudah skuyy!!" seru ku sambil menarik Kanaya.
kami sampai didepan ruangan basket. Oiya basket disekolahku indoor bukan outdoor. Yang outdoor itu cuma futsal,baseball, sama berkuda.
tok tok tok!
"masuk!" seru seseorang didalamnya. Lah?! aaron? athalla?
"lah ngapain kalian berdua?" tanya aaron heran. Aku dan kanaya pun juga heran.
"Ohh athalla ngajak aaron kesini~" kata Kanaya.
"Terus kalian ngapain?" Tanya athalla.
"Ini, kanaya mau ngenalin aku cowo katanya anak basket, emang siapa nay?" tanyaku. Kanaya menunjukan smirknya.
"DEVA!!" teriak Kanaya yang membuat seisi ruangan basket budek.
"Buset apaan dah lo teriaknya!" protes Athalla kesal. Kanaya cekikikan.
deva...? siapa dia?
seseorang menghampiri kanaya.
"napa?" ohh jadi dia yang namanya Deva...mayan juga sih...cuma kok selama aku sekolah di SMA Labschool ini, belum pernah samasekali melihat bocah ini...
"nih lice yang namanya deva! cakep kan??" Kata Kanaya dengan bangganya.
"HELLO MY PRENSS!!!" sapa seseorang sambil merangkul aku dan Kanaya dari belakang. Ternyata shea...