chapter 1|pertemuan pertama

68 6 3
                                        

              Pertemuan pertama

"Sesuatu yang dimulai denagan baik maka seterus nya akan lebih baik"

  Namaku Kasih chandra ayunindia.Aku adalah anak ke 2 dari ibu Ayu dan bapak Chandra aku mempunyai kakak laki-laki yang usia nya hanya beda 4 tahun dengan ku. Tadinya aku tinggal di Bandung namun tidak untuk saat ini karena ayahku di tugaskan di Jakarta memang... ayahku memang sibuk dengan pekerjaan nya dia menjadi direktur utama di perusahaan nya.
  (Cukup sudah sampai sini dulu oke kenalan nya mending kita langsung keceritanya..)

   Hari ini adalah hari pertama ku sekolah ya...karena ayahku di tugaskan di Jakarta terpaksa aku harus pindah sekolah dengan berat hati aku meninggalkan kota bandung yang sejuk,dan teman - teman ku disana memang cukup berat tapi aku bisa apa..(azeeek...haha maaf aku lagi sakit hati ...eeehh malah curhat..oke back to story).
   Dan hanas nya di pertama ku sekolah ini aku harus terlambat.Padahal aku sudah dengan cepat di antar sama ka Angga tapi gimana lagi waktu tak bersahabat.Aku berlari dari sebrang jalan menuju gerbang.Aku memegang gagang gerbang dengan kedua tanganku seperti buronan yang baru di tangkap,dan alhasil memang sudah di gembok gerbang nya.
  "Huffft.. di pertama sekolah kenapa harus telat" kasih pun berdecak sebal karna ketelatan nya.
"Telat juga" terdengar jelas sekali di telinga kasih seorang cowok yang ada di belakang nya.
"I--..ya" dengan gugup dan wajah menunduk kasih menjawab pertanyaan cowok tersebut.
"Gak gitu juga kali kaya baru pertama aja liat cowok ganteng"
dengan pd nya cowok itu tebar pesona.
"Apaan sih kenal juga enggak dasar cowok gak jelas" dengan nada menaik kasih memampangkan wajah cantik nya yang dari tadi hanya menunduk.
"Oke..oke..bercanda kali, gitu juga marah lagi datan bulan ya" cowok itu menggoda kasih namun kasih tetap berpikir bagaimana caranya bisa masuk.
"Gak sopan tau nggak"
"Maafff...gue salah btw nama lo siapa" cowok itu minta maaf dan berusaha mengenalka diri.
  "Emang  ya cowok itu di takdirkan untuk kepo" kasih berbicara tepat di haadapan muka cowok yang kasih sendiri belum kenal.
  "Gue kan cuma nanya ...bkn nya kepo..kalo lo gak mau ngenalin diri lo duluan, klao gitu gue dulu, gue Abadi murid baru di sekolah ini" Abadi dengan melayangkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan cool.
"Gue kasih..." hanya di jabat sebentar setelah itu kasih menengok nengok kembali gerbang sekolah nya yang besar itu.
  "Hehh..kalian berdua ngapain di sana" terdengar jelas sekali oleh Kasih dan Abadi mereka secara bersamaan menengok dan terbelalak melihat laki-laki bertubuh kekar  di tambah lagi kumis baplangnya , matanya melotot.Dia adalah guru kesiswaan yang sangat di siplin dia bernama bapak Wardi terkenaal dengan sikap tegasnya.Membuat salah sedikit pasti langsung di hukum.
"Mampuss gue" gumam seorang abadi dengan suara agak pelan.
"Gimana nih" ucap kasih dengan badan bergetar dan keringat dingin yang bercucuran.
" gimana lagi "dengan isyarat bahu di keataskan Abadi memberi isyarat 'kita pasrah aja'.
" itu pak anuuu ...kesiangan"dengan lantang Abadi berteriak dengan berani agar pak Wardi bisa membukakan gerbang di hadapan nya.Pak wardi pun mendekat dan membawa kunci di tangan nya mungkin kunci gerbang yang duper gede ini.

Jangan lupa vote+komen ya biar semangat nulis nya😂

  Jangan lupa folow ya:
Wattpad;@syancha
Instagram;@syancha

Salam manis  sya ncha dari jomblo terhormat..^°^

Untuk Apa Datang KembaliStories to obsess over. Discover now