-HIDDEN-

4 0 0
                                        


Aku mematung

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Aku mematung. Tanganku gemetar. Keringat membanjiriku.

Melihat tiga orang terbujur kaku diatas tanah dan bersimbah darah. Kepala para mayat itu terpisah jauh dengan tubuhnya. Masalah apa yang membuat mereka sampai berakhir tragis seperti itu.

Bisa ku dengar jejak langkah mendekat. Sungguh aku ingin lari dari sini. Aku ingin pergi dari sini. Aku ingin menjauh. Tapi tubuhku sama sekali tak sejalan dengan otakku. Tubuhku serasa lumpuh.

Suara ketukan sepatu itu semakin mendekat. Bisa ku tebak dia seorang wanita, sepertinya 20 tahunan karena badannya persis sepertiku.

Ia berbalik, menatapku dengan tajam. Aku ketakutan namun tetap menelisik wajah itu dengan mata minusku ini.

Wajahnya seakan melayang dan terus mendekat kearahku. Aku terkejut ketika aku mengenali wajahnya.

WAJAHNYA PERSIS SEPERTIKU!

Ia mendekat, menembus tubuhku lalu Ia berbisik,dengan suara lirih hampir tak terdengar.

"Inilah dirimu sebenarnya"

Tubuh ku semakin menegang ketika menyadari 3 mayat itu adalah orang orang yang membully ku tadi pagi.

Suara lirihnya kembali terdengar

"Kau terlalu munafik, hingga sisi gelapmu sendiri yang harus mengurusnya".

-END-

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 19, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

-HIDDEN-Where stories live. Discover now