Pain.

78 24 4
                                        

"Aku minta kita putus Max!!!" bentak Tan diiringi tangisannya
"Apa kamu lupa diantara kita tidak ada kata putus?!!" jawab Max
"Aku udah ngga sanggup lagi hiks hiks.. kamu selalu nyakitin hati aku Max hiks hiks... "
" Ini uda kesekian kalinya kamu nyakitin aku. Pokoknya aku mau kita putus,aku ngga peduli kamu nerima atau ngga" lanjut Tan

Hujan tiba-tiba datang. Menambah suasana hati mereka yang sedang berantakan.

"Kamu milik aku Tan, cuma milik aku! Kamu ngga bisa putusin aku. Kamu akan selamanya bersamaku." ucap Max sambil memegangi tangan Tan
"Kata siapa aku ngga bisa mutusin kamu? Aku bisa. Pokoknya aku mau kita putus aku mau kita putus putus putus!!" ucap Tan
"Harus berapa kali lagi aku bilang kalau kamu cuma milikku. YOUR MINE!! YOUR MINE!! FOREVER MINE!! Ngga ada satu orang pun yang bisa milikin kamu kecuali aku!! Teriak Max dengan marah
"Aku ngga mau lanjutin masalah ini lagi, lebih baik kita pulang nanti kamu bisa sakit"
"Masuk ke dalam mobil" suruh Max

Tan hanya diam. Tan benar-benar ingin pergi dari kehidupan Max. Tan tidak mau tersakiti oleh Max lagi. Sudah cukup!!

"Tan, aku bilang masuk MASUK" !! bentak Max

Tan takut akan amarah Max, karena Tan tau jika Max sudah marah dia akan menjadi seorang yang benar benar menakutkan,Tan lebih baik masuk kedalam mobil. Selama perjalanan mereka hanya diam. Akhirnya mereka sudah sampai dirumah Tan.

Tan ingin cepat-cepat keluar dari mobil Max, saat Tan membuka pintu mobil.. Max menahan tangan Tan. Max mencium kening Tan. Tan tidak bergeming. Dalam hatinya Tan ingin menjerit.. kenapa Max gampang sekali mempermainkannya? Max dengan mudah menyakiti dan terkadang membuat Tan merasa luluh.

"Sebelum tidur, mandi pake air hangat biar ngga sakit" ucap Max lembut

Tan tidak menjawabnya. Tan keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah tanpa menengok ke arah Max sedikit pun.

Forever MineWhere stories live. Discover now