Aku menenggak bir yang kubeli di supermarket bawah. Aku sudah mencoba untuk bergaya hidup sehat dan tidak mengkonsumsi alkohol dalam bentuk apapun. Masih marah jika teringat kejadian kemarin malam.
ADNAN, pacarku yang sudah berubah status menjadi mantan kemarin malam. Aku tidak bisa membayangkan dia berani melakukannya dengan wanita lain. Kami bukan pasangan yang tidak pernah melakukan hubungan intim seperti itu. Tidak terhitung berapa kali kami berhubungan intim di tempatnya. Aku wanita yang logis dan penuh perhitungan. Ketika aku menyerahkan diri kepada Adnan aku sadar seratus persen konsekuensinya.
Tidak pernah terpikir Adnan lelaki gentleman yang selalu memegang teguh kata - katanya berani berkhianat. Kilasan ia berciuman dengan wanita lain di aprtementnya selalu berputar di kepalaku semalaman ini.
Jam digital di nakas menunjukan pukul lima dini hari, mataku tidak juga terpejam. Aku mengambil beberapa pil tidur yang sudah lama tidak kusentuh dan meminumnya sekaligus. Beberapa menit kemudian aku sudah jatuh tertidur.
Aku Erika, Wanita mandiri yang duduk di kursi Manager perusahaan multinasional. Karirku bagus dan masa depanku bisa dibilang cemerlang. Orang - orang di sekelilingku menganggapku wanita cerdas. Tetapi kehidupan cintaku tidak seindah jenjang karirku. Mantan pacarku dapat dihitung dengan jari. Aku berusaha untuk menjadi tangguh tetapi aku sangat takut ditinggalkan.
Aku terbangun dengan kepala sedikit pening , jam dinding menunjukan pukul tiga sore. Aku menengak air putih hingga tandas dan teringat belum makan apapun sejak kemarin malam. Aku meraih hp ku dan memesan makanan.
Setelah makan aku langsung menghubungi sahabatku. Menceritakan kronologi secara detail bagaimana aku mendapati Adnan berciuman dengan wanita lain di dalam unit apartmentnya dengan pintu bersandi yang sudah kuhafal diluar kepala.
YOU ARE READING
Agaraphobia
Short StoryKumpulan cerita pendek. Mature readers only please. You've been warned.
