Devallei was stil atau lembah sunyi. Nama itu unik, berada di sebuah kaki bukit, hawanya sejuk, nuansanya fantastik banget . Yang melintas pada jalanan itu akan melihat sebuah bangunan kuno, besar, kokoh berdiri. menyimpan banyak kisah misterius, bikin germang banget. Udah sekian kali terjadi pergantian penghuninya. Alasannya, tidak betah karena banyak gangguan, atau hal - hal yang sering terkait satan atau roh pengganggu, dunia mistis. Lalu ada pula berdalih rumah tak beriman artinya banyak roh gaib bergentayangan.
Bangunannya klasik,- biru tua itu ada di sebuah lembah yang indah, yang disebut Devallei was stil. Nama yang populer sejak zaman belanda-VOC. Bisa tampak View yang unik, indah, dan sebuah kota kecil di tepi laut.
Disana banyak juga terdapat vila-vila megah kokoh berdiri, tetapi tak satupun pingin miliki rumah hantu di lembah sunyi itu. Emang, kalau sepintas diliatin seram banget. Bikin germang.
Konon, cerita tentang rumah hantu di lembah sunyi udah melegenda untuk penduduk setempat, tentang seorang gadis berambut panjang sering nongol di tepi jalan, -saat malam menjelang, kadang kala tumpangin kendaraan yang lewat di sekitar devalley was stil. Atau cerita mistik kendaraan yang mesinnya off tiba-tiba, dan juga tentang kisah seram lainnya.
Ini bukan soal legenda rumah hantu itu yang mau dikisahkan, tapi keberanian keluarga Malcon Reinhard yang menempati rumah itu. Yang lebih berpikir modern, dan abaikan hal-hal mistis. Karena setelah 6 bulan merenovasi dan menempati rumah itu, rumor atau cerita mistik hanyalah dongeng belaka bagi keluarga ini?
Seorang putra tampan (22) Ronald Ben Reinhard anak pertama sedang duduk dengan Anastasia Badhawie (20), sang pacar di taman samping rumah. Mereka selalu lewati saat berdua di samping atau bagian sudut depan rumah yang hijau oleh rimbunan pepohonan pinus. Halaman rumah emang luas banget, sejuk dan nyaman. Suasana ini mengingatkan di puncak Bandung.
Nggak ada sesuatu yang sangat special atau kejadian aneh yang mengenaskan banget hingga menepis gelombang hasrat Ronald dan Anastasia untuk mesra-mesraan. Untuk saling bertatapan. Karena dari mata cinta turun ke hati. Lalu hidung saling menaut , tubuh saling bersedekapan.
Sore itu syahdu
Sedikit angin sepoi basah
Dedaunan menggerisik
Burung gagak mengudara jauh
Langit memerah di angkasa
Sore menjelang pulang
Semua nampak tenang, nggak ada tu lalu- lalang kendaraan. Tenang. Benar-benar sunyi sepi. Diantara waktu yang bergulir, Tiba-tiba sebuah hentakan keras terdengar. "brukk".....tubuh Anastasia jatuh terpental ke belakang oleh sebuah kekuatan dorongan yang kasat mata.
"Tasia...."panggil Ronald berulang-ulang. "Tasia sadar. Ada apa ini?" Ronald panik. nggak memahami insiden barusan, berpikir Anastasia ngindap sesuatu penyakit yang aneh dan langkah yang nggak ia ketahui. Ronald memapah tubuh Anastasia ke dalam rumah. Meletakannya di atas sofa panjang. Bibirnya pucat. Kakinya dingin. Tubuh nggak reaksi. Kaku, dan diam.
Disituasi kisruh, bingung, Ronald meminta bantuan sang ibu yang mengusup tubuh Anastasia dengan minyak perangsang kenyong-nyong. "Apa yang terjadi Ron?" Tanyanya sangat bingung. Ujung jemari tangan Anastasia terus dipijitin berkali-kali.
"Aku nggak tahu mam." Ucap Ronald gagap dengan tangan yang bersedekap di depan dada. " Semua secara tiba-tiba. Tubuh Tasia terpental ke belakang. What this mom it?"
Anastasia bereaksi. "I don't know." Jawab Mam terus memijit jemarinya. Kepala Anastasia bergerak ke samping. Satu dua kali. "Mungkin ada riwayat penyakit kronis?" Mam ngangkat bahu, isyaratkan rasa heran dan bingung.
Ronald nggak bergeming, menatap tubuh yang terkulai bagai kehilangan harapan. Tangannya lalu ikut terulur, mengusap wajah Anastasia lembut sampai gadis itu perlahan-lahan membuka kedua Kelopak matanya. Anastasia berangsur pulih hingga ia bisa tegakan badannya, Nyambi tatap mata Ronald yang bertanya.
"Aku nggak tau." Ucap Anita perlahan. Tatapannya kosong. " Hanya sebuah dorongan yang aku rasakan. Sangat kuat. Dan itu bukanmu Ron."
Berselang tiga hari semenjak insident itu Ronald mengalami kejadian aneh saat tertidur. Seperti ada sebuah sosok yang menindihnya, mulainya lembut, pelan seperti menggairahkan, hingga tubuhnya menggeliat sana-sini. Kelamaan ia tercekik kuat di leher. Ronald meronta sana-sini berusaha melepaskan diri dengan kekuatannya Nyambi teriak "Aaaaaa...." lalu terduduk di kasur bermandikan keringat. Dirinya merasa lepas dari sebuah terowongan yang gelap. Mikirnya beralih ke kisah mistik rumah hantu. "A ...persetan." guman di bathin.
Nggak ada yang istimewa setelah kejadian itu. Keluarga Reinhard tetap nggak percaya hal-hal yang mistik. Gaib.
"Itu si ilusi mam." Kata Dad. " Hal sugesti yang terjadi kalau dipercaya. Not real mam."
Ketika kisah atau insiden terpapar di depan mata, real or not real but it's realita. A real incident. Nyata atau tidak itu adalah sebuah peristiwa yang dialami Anastasia. Mengalami sesak nafas dan muntah-muntah yang tidak diketahui penyebabnya. Tiga hari nggak sadarkan diri di sebuah rumah sakit dengan Makai tabung oksigen dan tangan yang terinfus.
Ronald tertududuk lesu. Nggak ada yang bisa terucapkan. Anastasia mengalami hal yang sama ketika ada dirumahnya. Anastasia terjatuh dari atas kursi ke lantai di beranda depan. Kepalanya membentur lantai. "Maafkan aku om." Ucapnya memeluk ayah Anastasia. "Nggak nyangka tasia bisa gini." Ayah Anastasia menepuk bahu Ronald. "Aku mencintainya. Dia separuh nafasku. Dia bagian dari masa depanku. Aku nggak mau kehilangannya. " Ucap Ronald lebih dalam dengan kesedihan dan air mata.
"Kau harus kuat Ronald." Balas Ayah Anastasia.
"Aku pingin menikahinya setelah Anastasia sembuh. Itu keinginanku om."
Lalu semua itu bagai petir yang menyambar
Ronald sangat antusias melihat respon Anastasia yang mulai bergerak dan dapat bicara sedikit. Hatinya meluap bagai air bah mengalir. Dipeluknya tubuh Anastasia. " Kita merried ya sayang." Bisiknya pelan. "Aku sudah menyiapkan segala sesuatu. Asalkan kau kuat. Kita wujudkan mimpi sebagaimana keinginan miliki dua anak saja."
"I love you do much. I want to enjoy your passion. I want to Stretch you. I can't take it anymore. Strong you honey."
Senyum mengembang manis, mengisyaratkan agar Ronald tetap kuat. Karena kepergiannya tak membunuh cintanya. Itulah senyum terakhir Anastasia pada Ronald.
"Ohmaigad." Ronald terjatuh ke lantai seperti orang terduduk. Pecahnya hati. Nggak bisa juga bendung derai basah di pipi. Dadanya terasa sesak.
Kesedihan itu kesedihan yang dalam dan lama untuk seseorang yang begitu berarti tetapi telah pergi selamanya. Meninggalkan mimpi yang direnda berdua. Kesunyian hati merayap setiap saat dikala yang berarti telah tiada.
Ketika ia merasa hampa dan tak kuat melangkah, senyum terakhir Anastasia lalu mengingatnya agar tetap kuat. Hidup tak berhenti untuk terus mengayuh. Meskipun melupakan seseorang yang sangat dicintai bukan gampang. Sebab cinta yang sesungguhnya adalah yang sangat sulit dilupakan. Hati yang benar adalah hati yang pecah ketika kehilangan. Itukah cinta sejati?
Bersambung berikut.
YOU ARE READING
Rumah Hantu Di Lembah Sunyi
HorrorDevallei was stil , Nama yang unik, berada di suatu tempat atau kawasan yang indah di punggung bukit. Selain sepi, rumah itu menyimpan kisah mistic hingga gak ada yang menempatinya. saking angker istilahnya. Keluarga Malcon adalah keluarga modern...
