Keluarga Jannah

2 0 0
                                        

                  "Sayang Nanti Kita
                  Berjumpa Di Syurga"

Petang tadi saya menerima panggilan telephone, pemanggil tersebut  meminta saya untuk mengurus jenazah ibunya yang baru meninggal dunia.
Dengan adanya amanah, maka segera saya bergegas ke rumah duka,  yang letaknya tidak jauh dari kediaman saya.

Setiba saya disana hari sudah lewat petang. Banyak peziarah, yang terdiri daripada sanak saudara, tetangga dan handai tolan yg sudah memenuhi rumah duka.

Saya melangkah masuk, bertemu dengan suami dan anak-anak Almarhumah.
Setelah rapat Keluarga, kami mendapat keputusan, bahwa pengurusan jenazah akan dilaksanakan esok hari karena  hari sudah terlalu malam.
Malam itu jenazah hanya dibersihkan dengan  mengelap tubuhnya menggunakan kain sambil dibantu  anak-anaknya seramai empat org, 2 lelaki.. 2 orang perempuan. Kesemuanya sudah besar dan beberapa diantaranya sudah menikah.

Kesokan harinya pagi sekali saya sudah tiba dirumah tersebut. Pada saat akan memandikan jenazah, salah seorang anak datang kepada kepada saya, dan berkata ;

*_"Bolehkah kami memandikan sendiri jenazah ibu kami?"_* tanya si anak tadi.

*_"Boleh"_* jawab saya, dengan senang hati mendengar permintaan si anak.
Memang itulah sebaik-baiknya. Lebih afdal anak sendiri yang uruskan jenazah ibu bapa mereka.

*_"Tapi Ustazah, kami tidak pernah melakukan nya, kami tak tahu apa². Ustazah ajarkanlah kami",_* kata seorang lagi anak perempuan.

*_"Tidak  masalah, saya akan mendampingi dan memberi petunjuk_* jawab saya.

Saya mengingatkan anak perempuan saja, rupanya 2 orang anak lelaki & suami Almarhumah juga ingin turut serta memandikan jenazah.

Atas permintaan mereka, saya menyetujuinya, karena Islam tidak melarang, memang seorang suami boleh memandikan jenazah isterinya dan begitulah sebaliknya.

Namun dikarenakan anak2 lelaki juga ingin memandikan, maka saya terpaksa  membagi tugas.
Si suami, saya minta bersihkan bahagian kepala, anak lelaki di bahagian kaki & anak perempuan dari bahagian badan dan ke bagian paha.

*_"Gunakan sarung tangan masing"._* Ujar saya sambil menghulurkan sarung tangan karet untuk digunakan bagi memandikan jenazah. Tapi, suami & anak² menolak.
*_"Semasa kecil, ibu mandikan kami  tidak pernah pakai sarung tangan. Kami  tak mau memakainya",_* tolak si anak lembut.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Oct 07, 2019 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Keluarga Yang DiberkatiHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora