Forgive - Yuta (1)

47 5 3
                                        

"Shanessa."

Perempuan yang dipanggil dengan nama Shanessa tersebut menoleh dengan raut wajah yang terkejut luar biasa. Laki-laki yang sangat ia hindari selama 3 tahun ini malah harus bertemu kembali. Padahal ia terus menerus berdoa kepada Tuhan agar ia tidak dipertemukan kembali. Tapi sepertinya Tuhan tidak mengabulkan doa nya yang satu ini.

"Yuta."

Yuta tersenyum mengangguk dan mencoba sebisa mungkin untuk mencari kesadarannya setelah ia terkejut. Tidak ada yang mengira bahwa, ia dipertemukan kembali dengan sosok perempuan yang selama ini ia cari.

"Kamu..tinggal disini?" Tanya Yuta terlebih dahulu setelah melihat situasi dan sepertinya Shanessa enggan untuk berbicara duluan.

"Ya. Kamu juga tinggal disini?"

"Ya. Aku di 501."

"Dan aku di 502." Lirih Shanessa dan masih terdengar oleh pendengaran Yuta. 

Shanessa mengerang kesal. Great! Sekarang tetangga nya adalah Yuta. Kalau bukan apartemen ini dekat dengan restorannya ia pasti sudah mencari apartemen baru.

"Kalau begitu, aku permisi."

"Iya."

Di ruang tamu apartemen, Shanessa merenung. Sejak kapan Yuta menjadi tetangga nya? Dua tahun lalu saat ia pindah kesini belum ada yang menghuni apartemen di sebelahnya. Apakah Yuta baru pindah? Tapi mengapa harus disebelah apartemennya?

Permainan apa lagi yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk nya? Bukankah sudah cukup ia menderita tiga tahun yang lalu? Sampai sekarang saja dirinya masih dalam tahap pemulihan dan belum sepenuhnya pulih.

"Aku bisa gila kalau begini caranya."

Kenapa Yuta bisa menjadi tetangganya? Kenapa pula Yuta harus kembali kesini? Bukankah ia sudah nyaman di Jepang tanah kelahirannya?

"Aku membenci ini."

Tidak jauh berbeda dengan kondisi Shanessa yang memiliki segudang pertanyaan. Yuta pun juga memilikinya dan bertanya-tanya apakah Tuhan mulai menjalankan rencana nya setelah tiga  tahun menunda rencana-Nya?

Yuta merebahkan dirinya di kasur dan melihat sekeliling kamar nya yang belum sepenuhnya rapih. Kardus-kardus pindahan yang masih berserakan. Yuta melihatnya tanpa minat dan masih saja terbayang serta percakapan singkat nya dengan Shanessa.

"Apakah ini pertanda aku bisa mendapatkan mu kembali?"

###

Shanessa berulang kali menguap dan menahan kantuknya tiada tara. Minum kopi sudah tapi sepertinya tidak berfungsi bahkan ia bolak balik kamar mandi untuk mencuci muka agar tetap segar pun tidak berpengaruh sama sekali.

Salahkan otaknya yang tidak bisa diajak kompromi untuk tidur bahkan Shanessa akhirnya memutuskan untuk meminum obat tidur nya yang sudah hampir satu tahun ini tidak ia minum.

Masalahnya adalah kalau ia sudah meminum nya kembali ia takut untuk bergantung kembali dengan obat tidur itu. Melepasnya saja butuh perjuangan.

"Sialan. Kenapa dia harus muncul lagi sih? Bikin susah tau gak." Gerutu Shanessa kesal.

Tok!Tok!

"Ya, masuk."

"Gue ganggu gak?"

"Gak kok, kenapa?" Tanya Shanessa melihat temannya yang membawa laporan bulanan mengenai keuangan dari restoran yang ia miliki ini.

23 PackageWhere stories live. Discover now