"Be, lo tau ga?"
Ya, kalimat pembuka dosa itu kembali terlontar pagi ini di kelas gue.
Memang, ghibah adalah dosa yang sulit untuk dihindari semua orang. Apalagi kalau yang memulai remaja bernama Dongpyo.
"Jangan mancing deh, masih pagi sudah berbuat dosa diri ini, Pyo."
"Lo udah pada tau ketos periode sekarang siapa?" Kata Dongpyo antusias. Gue yang masih sibuk bukain cangkang kuaci gak terlalu merespon pertanyaan Dongpyo.
"Paling juga si Junho yang unggul, gak mungkin paslon lain" sahut Eunsang.
Yeji ngangguk setuju dengan pernyataan Eunsang. Fyi, Paslon satu cukup kuat disekolah ini, karena Junho-Mina termasuk golongan hitz sekolah. "Udah visual tokcer, pinter, visi misinya juga bagus. Udah cocok banget, deh."
"Tapi nyatanya dia kalah sama paslon dua," Dongpyo natap gue engga enak karena tau gue paling gak suka topik tentang Minhee. Pokonya se-gasuka itu. "Minhee unggul satu suara. Selisih satu, coy!"
Yeji dan Eunsang sama kagetnya kaya gue, sampai sukro dimulut mereka gelinding lagi keluar. "Seriusan?!"
"Duarius"
Minhee? Ketos? Cuih.
"Gila ya, aktingnya jago juga" Gue cuma gak habis pikir, seorang Minhee bisa kepilih jadi ketos? Dipelet apa rakyat sekolah ini anjir.
"Yaudah lah, mau gimana lagi?" Kata Dongpyo engga mau ambil pusing. "Gue engga rugi juga, ghibahin orang dosa tau"
Bodo.
Yeji megang pundak gue, "Lo kalah lagi hari ini"
Apaansi.
"Lo kok malah berpihak ke dia?! Si Minhee itu muka dua. Tampang doang oke, kelakuanya bangsat."
"Ah, masaa.."
Gue noleh ke arah pintu, wajah yang gak sudi gue liat malah gue liat. Minhee, dengan sok kerennya senderan di kusen pintu kelas gue.
TBC.
YOU ARE READING
G H I B A H | Kang Minhee
Fanfiction"Minhee itu muka dua. Tampang doang oke, kelakuanya bangsat." "Ah, masaa..."
