Paralyze
Part 1
***
Di pagi yang cerah..
"Roti atau Kukis?"
"Ayam goreng plus telur mata sapi"
"Tidak ada,roti atau kukis,itu saja pilihannya.."
"Sandwich lah !"
"Errere,tidak ada juga"
"Nasi goreng ?"
"Umm,tidak add., Eh ada,tapi jadinya bakal lama,mau?"
Hanif cuman mengangguk santai,matanya masih fokus pada koran yang ia baca.
"Ya sudah,tunggu 10 menit" Gontai,Kiki masuk ke dapur,mulai memasak.
*10 menit kemudian*
"Baca apa tuh? Fokus banget" Kiki bergabung di meja makan,membawa nasi goreng istimewa pesanan Hanif.
"oy,baca apa?" Kiki bertanya lagi
"Ada deh,kepo,toh kau takkan tertarik.."
Kiki berlari ke belakang kursi Hanif,memicingkan mata,lalu pergi setelah tahu bacaannya ternyata tidak begitu menarik.
Tau rasa !
"Buruan dimakan,nanti kalau dingin.."
"Sstts diam,nanti kumakan kok,tenang"
"Ayo dibuka mulutnya,pesawatnya mau masuk lho"
Tanpa sadar,dengan mudahnya Hanif membuka mulutnya,dan yum..
"Enak ga zeyenk?"
"Iya,rasanya tambah enak kalo kamu yang suapin zeyyy.. What?!?! , sini zeyenk,aku kasih makanan paling lezat di dunia !!!"
Hanif bangkit,mulai mengejar Kiki.
Endingnya sudah ketebak,
Kiki kalah cepat dan berakhir dengan di gelitikin sampai mampus..
Tak lama kemudian,terdengar suara guntur yang berdebam kuat dari pusat kota Ascalon yang disertai dengan gempa berkekuatan kecil.
Sejenak mereka berdua terdiam,
"Kau harus belajar mengendalikan kekuatanmu,nib"
"Bukan aku,itu..." Hanif bangkit lalu berlari menuju jendela,diikuti langkah Kiki menyusul.
"Kau lihat Riz,ini bukan salahku,Power Sealku masih tertutup.."
Kiki mulai memeras otak, 'Lalu apa yang barusan terjadi?'
"Riz,lihat !
Itu portal yang.."
Portal itu terbuka lebar sekarang,mengeluarkan kapal raksasa dan mendarat didepan istana Ascalon.Semuanya nampak familiar bagi mereka berdua.De Javu?
"Itu adalah kapal milik Enderbrine,kejadian perang Excalibur II mungkin akan terulang kembali,
kita harus siap Riz !"
"Tidak,kau disini saja,aku,tak ingin kehilangan dirimu lagi.."
"Tapi bagaimanapun kita adalah Guardian Riz,kau seharusnya tahu..
Dan sudah merupakan tugas kita untuk melindungi dataran Excalibur dari segala gangguan,khusunya negeri kita,Ascalon !" Mereka bersitatap,senyap.
Sedetik kemudian pandangan Kiki teralih,matanya menangkap pemandangan aneh dari jendela.
Wajah optimisnya seketika berubah.Pucat pasi.
Ia melihatnya,jelas sekali 5 buah Giga TNT keluar dari pesawat itu,menembus udara layaknya kembang api,dan kejadian 3 tahun lampau akan terulang.
Ia tak lagi mendengar nasehat apa yang Hanif pintakan sejak 7 detik yang lalu.
Ia terus menarik Hanif,menggandeng tangannya untuk turun ke ruang darurat.
Hanif masih belum sadar tentang apa yang terjadi,sedangkan lidah Kiki terlanjur kelu tuk berucap.
Sampai semuanya terlambat.
BOOOM !!!
"Tuhan,aku tak ingin kehilangan dia,untuk kedua kalinya.."
***
10 menit sebelumnya di Meja Makan Istana Ascalon.
"Terima kasih atas kesediaan Raja dan Ratu untuk meluangkan waktu datang kemari,tujuan kami mengundang Raja dan Ratu sekalian adalah untuk merapatkan sebuah pesta tahunan yang akan segera tiba" Steve membuka pembicaraan.
"Owh tentu saja,usul saya pesta kostum harus dilestarikan yups,karena.."Usul Ratu Frostbite
"Karena anda sudah pasti pemenangnya.."Potong Ratu Liza.
Mereka berdua tak pernah akur.
"Betul Liza,aqu bakal menang lageeeh..dan nobody nobody, Tidak ada yang bisa menandingi kostum buatanku yang cetar membahana Hah.."Frostbite mulai ketus.
"Imagine,ratu ikut kompetisi untuk rakyat,sudah pasti menang lah.Taruh dimana tuh muka kalau kalah.." Liza bisik-bisik,menggerutu pelan.
"Apa katamu Liza zeyenk?,
aku main bersih tau !"
"Iya in aja deh"
"Kamu mau ya dikasih pelajaran"
"Siapa takut,aku lebih kuat !"
Mereka berdua menaiki meja makan..
Raja dan ratu lainnya cuman diam,melihat 'perang' yang seharusnya tidak ada,
mereka berdua masih kekanak kanakan.
SAD.
"Ehhem" Ratu Alex menyela.
Perkelahian terhenti,mereka berdua malah nyengir kuda,turun dari meja,lalu menata rambutnya yang terlanjur acak adul :v
"Okay,bagaimana kalau kita segera memasuki meeting room saja,sehingga tidak membuang banyak waktu"Tawar Ratu Alex.
Dengan senyum lebar,mereka dengan cepat mengikuti perintah tuan rumah.Mereka sudah cukup bosan melihat Liza dan Frostbite bertengkar.Hampir di setiap pertemuan mereka selalu bertengkar.Kakak Beradik yang baik. :v
-Meeting Room-
"Silahkan masuk" Steve mempersilakan.
Setelah semua Raja dan Ratu Excalibur masuk,suasana janggal terjadi.
Mereka mendengar erangan dan jeritan dari sudut ruangan.
Frostbite langsung mencari sumber suaranya,dan ia menemukan Ratu Alex dan Raja Steve yang terkapar lemas bersandarkan rak buku.
Tangan dan kaki mereka terikat rantai Necromount,bukan rantai biasa melainkan rantai yang hanya bisa lepas dengan mantra khusus.
"Lalu mereka siapa?"
Mengetahui itu,Raja Steve yang palsu langsung menutup pintu,dan mengaktifkan segelnya.
"Kami adalah Jhonz.exe !"
YOU ARE READING
Paralyze
FantasyExcalibur adalah dataran yang tenang,dimana semua berjalan dengan damai dan harmoni. Sampai Herobrine tiba,mencabut semua kebahagiaan tersebut dan berusaha menghapuskan Dewi Skyvy untuk selamanya. Namun,tidak.. Itu tidak benar adanya, Karena Guardia...
