J9 Part =1=

1.2K 46 2
                                        

"P' Kit! Aku belikan minuman untuk mu, ini" sambil menyerahkan minuman berwarna hijau pada mahasiswa tahun kedua itu, Ming tersenyum lebar.

Kit menerimanya, matanya mengamati sekitar, barangkali ada yang memperhatikan mereka, kan bisa gawat. "Makasih"

"Sama-sama" Ming menyeruput minuman berwarna merah miliknya, lalu matanya kembali pada pemuda cantik yang sedang mengamati sekitar, seperti maling yang takut ketauan kalau ia mencuri.

"P' apa yang kau lihat?" Ming mengikuti pandangan Kit yang masih memerhatikan sekitar, pemuda cantik itu berdecak kesal.

"Pergilah! Tidak kah kau takut kalau kita ketauan?"

Ming menaikkan alisnya, "ketauan apa? Kita tidak sedang membobol bank P"

Kit meletakkan minuman hijau itu di meja, lalu menatap Ming yang masih setia duduk manis dihadapannya. "Tidak kah kau ada kelas hari ini?" Ming berfikir sebentar, lalu menggeleng.

"Kelas ku selesai lima belas menit yang lalu, jadi aku berniat mengisi perutku"

Kit terlihat kesal, pemuda cantik itu mengusap wajahnya kasar. "Ming, tidak bisakah kamu pergi dari sini? Aku ingin sendiri"

"Aw! Tapi makananku belum datang, aku akan menunggu disini, bersamamu"

"Tapi aku ingin sendiri, bisakah kau mencari meja lain?"

Wajah bulan fakultas itu tertekuk, "baiklah..aku pergi, oke?"

"Pergilah!" Ming menenteng tasnya dan membawanya menjauh dari sana, ada apa dengan pemuda cantik itu sebenarnya?

Ming berjalan lesu mencari meja kosong, sampai di sebuah meja yang tak jauh dari tempat pemuda cantik itu, Ming mendudukkan dirinya disana. Tatapannya tak ia alihkan seidikitpun dari pemuda cantik itu, Ming kembali mengingat-ingat apa kesalahannya sampai Kit tak mau bersama dengannya?

"Aw! Ming!" Ming menatap Wayo yang datang dengan sepiring makanan dan segelas minuman ditangan lainnya.

"Yo"

Alis Wayo terangkat, bulan fakultas itu kenapa? "Ada masalah apa Ming?"

Ming menghela nafas, tatapannya kembali kepada Kit disebrang sana. Wayo mengikuti tatapan Ming, kemudian tersenyum dan mulai memakan makanannya.

"P'Kit? Ada apa?"

"Dia menyuruh ku pergi, apa kau tau mengapa P'Kit bersikap seperti itu padaku? Apa aku punya salah kepadanya?"

"Ming..itu semua pertanyaan untuk dirimu sendiri, kenapa kau tidak tanyakan pada diri sendiri?"

Ming menatap Wayo dengan tatapan putus asa, ia juga tak tau apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. "Aku..tidak tau"

"Ayolaah Ming..jangan menyerah seperti ini, aku tau P'Kit juga merasakan hal yang sama untuk mu" Ming menatap sahabatnya itu, Wayo mengangguk yakin.

"Lalu kenapa dia terlihat aneh saat aku mendatangi nya?" Wayo mengunyah makanan didalam mulutnya lalu menjawab,

"Aku tidak tau, sudah kah kau tanyakan padanya?" Ming menggeleng lemah, mana berani ia bertanya disaat Kit-nya seperti ini?

"Tolong tanyakan pada P'Pha, Yo.."

"Kenapa P'Pha?"

"Aw, mereka kan sahabat, mungkin saja P'Kit menceritakan masalahnya pada P'Pha" Wayo mengangguk.

"Nanti akan aku tanyakan"

Ming tersenyum, "terima kasih sebelumnya Yo"

"Ah, sudahlah..tak perlu berlebihan begitu, lagipula hanya bertanya pada P'Pha, bukan masalah besar"

###

Pengobat rindu;)

Baru bikin ff pake bahasa formal, jadi maafkan kalau tidak sesuai ekspektasi kalian🙏

Si bongsor lagi galau..semangatin dungsss❤

Semangat big baby kuuu!❤ sini aku peyuk biar gasedih lagi (๐ง๐)~~

Luv u!💞

INGATKAN KALO ADA TYPO. TQ♡

J9 Area! [END]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora