Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

prolog

8 4 0
                                        

Hold Me
MuthyMahmudah

Prolog

Pagi menjadi rutinitas yang sangat Tesla tidak sukai, apalagi kalau hari sekolah. Dia sudah bangun pagi saja masih disebut bangun siang oleh papanya. Belum lagi kalau sehabis mandi dia ganti bajunya lama, pasti sepanjang perjalanan ke sekolah akan diomelin.

“Tuhkan, tahu kalau hari ini Senin bangunnya malah siang. Nanti macet baru tahu rasa kalau telat!”
Benarkan, baru saja Tesla sampai di meja makan untuk sarapan. Dia sudah mendengar berondongan kata-kata yang sangat mengganggu pendengaran. Ini bukan salah dia ya, sekarang saja baru pukul enam kurang lima menit. Teman-temannya saja kalau berangkat dari rumah jam tujuh kurang baru berangkat.

“Tuhkan, sarapan saja nyendok nasinya harus dihitung. Kapan selesainya,” ucap papa Tesla.

Mau tidak mau Tesla langsung menyelesaikan sarapan secepatnya. Lalu menenggak susu yang telah disiapkan untuknya. Lalu menyalami mamanya yang sedang ada di kamar adik bungsunya. Seperti biasa, anak laki-laki malas bangun.

“Ma, aku berangkat dulu ya,” pamit Tesla kepada mamanya lalu menciup tangan dan kedua pipinya.

“Hati-hati di jalan, belajar yang benar!” pesan sang mama.

Tesla hanya mengangguk lalu bergegas ke luar rumah. Disana papanya dan adiknya sudah menunggu,”Ayo Pa berangkat,” ucap Tesla.

Setelah mobil itu berjalan, Tesla hanya diam tidak berkata apa-apa. Mau ngomong apa, salah ngomong malah jadi berabe. Mending diam saja daripada diomelin sepanjang jalan ke sekolah. Nanti di rumah masih diungkit lagi.

Tesla langsung menyalami tangan papanya setelah sampai di sekolahnya. Lalu masuk ke sekolah dengan langkah cepat. Bukan karena takut telat, ingat dia berangkat pagi. Tapi dia malu dilihat banyak orang.

***

“La, gimana tadi pelajaran kimia menurut lo? Gila menurut gue muter-muter, bikin pusing!” keluh Sierra, teman barunya yang memang mempunyai sifat ceria dan apa adanya.

“Lumayan lah. Tapi gurunya kalau jelasin suka belibet, nggak to the point aja,” balas Tesla diiringi keluhan juga.

“Hooh bener banget. Belum lagi habis kimia pelajaran fisika lagi,” keluh Sierra lagi.

“Emang, wakil kepala bagian kurikulumnya memang gila, jam terakhir nanti ada kimia wajib lagi,” balas Tesla.

Ya mereka membahas tentang pelajaran hari ini yang sungguh menguras otak dan tenaga. Bagaimana tidak satu hari lina pelajaran, dengan tiga pelajaran hitung-menghitung sedangkan duanya bahasa inggis dan seni budaya. Lumayan lah tidak bikin otak tambah sempruwet.

“Capek gue, walaupun daritadi mikir. Nyatanya ngaruh ya ke fisik,” ucap lemah Sierra.

Baru saja ingin melontarkan balasan. Bel tanda masuk berbunyi membuat Tesla dan Sierra mendesah lemah. Welcome to the jungle, matematika siap menanti setelah istirahat kedua ini.

Mereka bergegas ke kelas setelah membayar makanan yang mereka makan tadi. Mereka mendapat kelas X MIPA 1. Kalau kata banyak orang banyak murid pintarnya.

Memang benar sih, di kelas Tesla banyak murid pintarnya yang membuat Tesla kelabakan kalau mengejar nilai. Ya walaupun banyak juga yang nggak mudeng sama sekali walaupun sudah dijelaskan. Ibaratkan fifty-fifty.

“Selamat siang, hari ini saya hanya akan memberi tugas karena bu guru ada rapat bersama bapak kepala sekolah.”

Mendengar berita seperti itu, membuat semua murid kelas X MIPA 1 bersorak bahagia. Jam kosong selalu menjadi jam emas bagi setiap murid yang memang tidak terlalu minta dengan pelajaran.

“Eits, jangan senang dulu. Soalnya sepuluh dan harus dikumpulkan! Ingat harus dikumpulkan,” ucap guru itu.

“Siap bu,” balas mereka bersama.

Halah, masalah tugas pikir nanti. Sekarang yang penting adalah menikmati masa jam kosong. Kapan lagi mendapat jam kosong jika tidak sekarang? Jadi hari ini akan mereka manfaatkan sebaik-baiknya. Kalau tugas, paling ada beberapa siswa yang mengerjakan, lalu yang lannya menyontek. Katanya solidaritas.

“Kuy, main Ludo sambil ToD,” teriak Ano, ketua kelas yang ramah tapi gesreknya minta ampun.

“Yuk, gue ikut,” balas Tesla dan langsung memasukkan handphonenya ke tasnya. Lalu bergabung bersama teman-temannya yang duduk di lantai.

Aturannya, permainnan ludo bisa dimainkan maksimal enam pemain. Dan nanti yang pemainnya tertabrak pemain milik lawan akan diberi ToD. Truth or Dare. Dan semua lawan berhak memberi tantangan atau kejujuran sesuai pilihan yang tertubruk.

Setelah beberapa putaran. Pemain milik, Nana, teman sekelas Tesla tertabrak. Sontak saja yang lainnnya langsung heboh inilah yang ditunggu-tunggu daritadi. Salah satunya tertabrak dan akan diberi ToD.

“Jadi, ToD?” tanya Ano.

“Truth aja deh,” ucap Nana pasrah.

Dia tahu kalau tantangan pasti teman-temannya akan memberi tantangan yang gila dan diluar nalar untuk dilingkungan sekolah. Kalau di luar lingkungan sekolah, Nana masih sanggup dengan tantangan itu.

“Siapa pacar lo sekarang?” tanya Ano pertama.

“Siapa saja mantan lo, sebutin semuanya!”

“Siapa mantan tersayang lo?”

“Di kelas ini, siapa orang yang lo sukai ataupun lo kagumi. Harus ada dan jawab sejujurnya!”

“Kenapa lo suka banget dandan dan genit ke kakak kelas yang badboy, kenapa nggak cari yang goodboy?”

“Alasan kamu pacaran apa?” Tesla terlihat ragu mengutarakan pertanyaannya. Dia sebagai yang terakhir tentu bingung, apalagi mendengar pertanyaan-pertanyaan temannya.

Setelah Nana menjawab pertanyaan itu. Akhirnya permainan dilanjutkan. Mereka harap-harap cemas, bagaimana jika pemain mereka yang tertabrak. Sehingga mengakibatkan mereka harus diberi Tantangan ataupun kejujuran.

“Ha, Tesla kena!” sorak semua pemain.

Tesla memberengut kesal. Bagaimana dia bisa kena kedua? Huh, pasti pertanyaan-pertanyaan teman-temannya tidak jauh tentang percintaan. Entah bagi orang yang sudah paham tentang pacaran ataupun yang belum pernah pacaran sama sekali.

“Lo pernah suka nggak sama seseorang? Siapa namanya harus jujur?” tuhkan, Ano pasti tanyanya gitu.

“Lo punya mantan apa enggak?”

“Teman sekelas yang lo sukai maupun lo kagumi, jujur!”

“Orang sesekolah yang lo sukai maupun lo kagumi, harus jawab jujur!”

“Mengapa suka banget pelajaran matematika?”

“Lo punya mantan apa enggak? Kalau punya siapa namanya?”

“Jujur sekarang belum ada orang yang gue kagumi, kalau dulu ada. Nggak ada teman sekelas maupun sesekolah yang gue sukai ataupun gue kagumi, mungkin belum ya. Karena matematika itu ilmu pasti. Nggak ada mantan-mantanan!” jawab tegas Tesla. Teman-temannya masih tidak percaya, tapi mau tidak mau harus menerima jawaban Tesla.

Tesla hanya mendengus kesal. Asik sih main ludo dengan ToD sekalian. Tapi kenapa harus begitu banget pertanyaanya. Kepi banget sama hubungan percintaannya orang yang memang lumayan tertutup. Kesempatan deh hasilnya.

***

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 15, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Hold Me!Stories to obsess over. Discover now