Ada perasaan bahagia menjalar ketika mobil yang Mas Deni kemudi memasuki kota Buaya itu, otakku refleks memutar memori ke masa lalu.Kota tempat pertama kali bertemu dengan Putra. Dan sekaligus kota perpisahan. Kulihat Mas Deni menghela nafas, matanya masih fokus ke arah jalanan yang siang ini lumayan panas. " Mas capek ya, berhenti dulu yuk, ke cafe dulu buat minum."
Mas Deni mengulas senyum, di genggamnya tanganku. Dia memang romantis, batinku.
" Bentar lagi nyampek kok sayang, kamu tuh yang klihatan capek." Mas Deni mengecup punggung tanganku.
Memang benar 15 menit kemudian mobil yang kami tumpangi memasuki halaman sebuah hotel, Mas Deni menghentikan laju mobilnya di parkiran.
" Turun dulu sayang, malam ini kita nginep disini, perintah Mas Deni.
Mas Deni membuka pintu mobil, menuntun langkahku memasuki lobi, hufft ku buang nafas kasar, aku hanya diam sepanjang jalan menuju lift. Pikiranku berkecamuk, entahlah.
Akhirnya kami sampai juga di kamar no 69 di lantai 3 hotel ini. Segera ku rebahkan tubuhku yang lelah di atas springbed ukuran king size. Lelah tubuhku memang lelah.
Mas Deni berjalan mendekatiku, ku lihat rona bahagia di wajahnya yang teduh.
" Aku seneng sayang kamu mau nemenin aku, rasanya seperti honeymoon lagi, kekeh Mas Deni sambil mengerling mata nakalnya.
Aku hanya tersenyum.
" Apa Mas langsung kerja."
" Hemm."
" kok cuma hemm sih Mas." Protesku.
Mas Deni mencubit hidungku, ya sikapnya yang romantis seharusnya membuatku bahagia, tapi tidak untuk saat ini.
" lihat ini kan, mas udah siap siap tandanya mas langsung kerja.Udah ditungguin rekan Mas di lantai bawah," jelas Mas Deni.
" Aku di tinggal sendiri nih."
" kamu bisa keluar jalan jalan sayang."
Ucapan Mas Deni membuat mataku berbinar 'cup' ku kecup kening Mas Deni.
" Makasih ya Mas, udah ngizinin pergi sendiri." Sebagai istri yang baik,aku tetap minta izin ke suami sebelum pergi jalan jalan.
Sebelum pergi Mas Deni mencium keningku, ku antar mas Deni sampai pintu kamar hotel.
" Hati hati Mas." Ucapku.
" ya sayang, met jalan jalan."
Ku edarkan pandanganku ke semua ruangan kamar, ku pejamkan mataku indra penciumanku menikmati aroma terapi ruangan kamar ini, menenangkan.
Kuambil gawaiku dengan cepat kutuliskan pesan
To Putra
Siang Put, bisa gak kita ketemuan
Send
Selang 1 menit gawaiku berbunyi
From Putra
ketemuan? gak mungkin Ri, jarak kita jauh
Memang kedatanganku ke Surabaya ini tanpa memberi kabar ke Putra, surprise pikirku.
To Putra
Aku sekarang di Surabaya, ikut suami
send
From Putra
Benarkah
ESTÁS LEYENDO
# The Love Is Back
Ficción GeneralAku wanita yang paling bahagia, mempunyai suami yang sangat mencintaiku dan juga anak anak yang menyayangiku. Tetapi kebahagiaanku terusik dengan kehadiran seseorang dari masa laluku. Akankah rumahtangga ku langgeng atau malah berantakan?
