1

97 4 0
                                        








Di saat cahaya matahari menembus kaca jendela yang memberikan tanda bila malam telah berakhir,dan kehidupan yang meyedihkan akan dimulai, kehidupan yang seharusnya tidak Bela miliki namun kehidupan itu telah berubah semenjak Ayahnya menikah tanpa sepengetahuan Bela,dan yang lebih menyedihkan lagi,mereka menikah di saat Ibu Bela mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh.Namun kesedihan itu berlanjut setelah sang Ibu meninggal dunia di saat Bela masih membutuhkan sang Ibu,semenjak itu Bela tidak pernah merasakan kebahagiaan.

Kringgggggg

"Cepet banget,baru juga tidurr"suara Bela yang khas orang bangun tidur.

Bela segera menuju kamar mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah walaupun sebenarnya Bela sangat malas untuk pergi ke sekolah.





BRUKKKK

"Anjir,lo kalo jalan liat liat dong!"bentak Bela oleh seseorang yang menabraknya dengan cukup keras.

"Eh maaf,gw gak lihat tadi kalo ada lo"permintaan maaf oleh seseorang dengan suara yang tergesa gesa.

"Emang Lo mau kemana, buru buru amat?"tanya Bela yang penasaran melihat sertifikat yang bertebaran.

"Gw lagi ngurus sertifikat untuk anak anak yang baru masuk"jawaban santai dengan tetap fokus merapikan sertifikat yang bertebaran tanpa melihat orang yang sedang bertanya ke pada nya.

"Gw gak pernah liat lo,gw aja baru ngeliat lo,kok lo malah ngurusin kek gitu,gw kira lo adek kelas gw?"tanya Bela secara berurutan yang membuat yang di tanya menjadi bingung.

"Kalo nanya satu satu napa,gw pusing njawab yang mana dulu"keluhnya dengan menggaruk kepala dan melanjutkan kegiatan merapikan sertifikat.

"Bodo,lo sih kagak pinter"ketus Bela dengan nada mengejek.

"Gw tu Seumuran sama lo,tapi gw ada urusan keluarga jadi gw gak masuk 5 bulan"jawab orang itu tanpa merasa bersalah dan berdosa.

"Woyy,gila ya lo,masak lo kagak di keluarin atau di hukum?"bentak Bela sambil menyamakan tingginya dengan orang itu.

"Ya enggak lah,buktinya gw gak di hukum"jawab orang itu dengan to the poin.

"Ya udah sihh,gw mau ngumpulin sertifikat dulu,dari pada bacot ama lo,capek gw"

Bela yang menatap orang yang menabrak nya seketika terdiam karena melihat lelaki tang menggunakan kaos hitam polos dan rambut berwarna sedikit pirang dan terdapat sedikit warna biru yang memberi kesan indah.

Bela yang menatap orang yang menabrak nya seketika terdiam karena melihat lelaki tang menggunakan kaos hitam polos dan rambut berwarna sedikit pirang dan terdapat sedikit warna biru yang memberi kesan indah

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


"Kok rambut lo kek gitu?"tanya Bela dengan muka yang sungguh penasaran.

"Suka aja,lagian gw gak di marahin kok ama guru BK apa lagi kepala sekolah nya"jawab lelaki itu dengan sedikit mengusap rambut indah nya.

"Dah dulu yahh,gw mau ngumpulin sertifikat"pamit laki laki itu dengan membawa sertifikat dengan satu tangan membawa sertifikat yang sudah di legalisir.

"Dasar anak sultan,enak amat idup nya"batin Bela dengan tatapan kagum kepada laki laki yang berjalan menuju ruang guru untuk mengumpulkan sertifikat.

"Eh tu orang sapa ya?"tanya Bela di dalam hati meskipun tidak akan yang menjawab.

WHEN IT'S OVERWhere stories live. Discover now