Ranting-ranting Patah

55 7 0
                                        

Di pagi buta aku memikirkanmu
Sejenak ada yang lewat
Bapak tua mendorong gerobak
Wanita tua dengan nampan di kepala
Penambang pasir yang entah ingin pulang atau baru akan berlayar
Yang satu tidur melungker
Yang lain menatap kosong ke tepian

Sangat dingin rasanya
Bahkan kicau burung terdengar kemudian
Setelah bapak separuh baya melantunkan Adzan-Nya
Tak kunjung hilang kamu dalam benakku
Padahal sudah bermalam-malam lalu
Kita tak jua bergandeng tangan dan menyatu

Lalu aku merangkai nama kita
pada ranting yang patah
Mereka berserak seperti amarah
Ada di mana-mana
Di kolong hati
Di ujung jemari
Di kepalan tangan
Di labirin kepala
Semua ingin meledak bersama
Hancur dan patah dan rusak tentunya

SENANDIKAWhere stories live. Discover now