Dua keluarga sedang berkumpul di suatu rumah yang besar, tepat di kediaman Family Urnesa.
"Sudah lama rasanya kita tidak berkumpul seperti ini," ucap seorang lelaki tampan yang mempunyai wajah berwibawa itu, dia lah tuan besar Family Urnesa.
"Hahah benar! Terakhir bertemu pun waktu anak kita baru lahir kan?" Balas seorang lelaki yang juga tampan, sepertinya dia tamu di rumah kediaman Family Urnesa.
"Benar, Heru! Lihat bahkan mereka sekarang sudah besar kan.." ucap lelaki itu lagi sambil melirik ke arah dua anak laki laki dan perempuan yang sedari tadi hanya diam saja.
"Haha benar, Faisal." Balas teman nya sambil tertawa.
"Ah pi.. jangan begitu dong, lihat dong wajah anak kamu ini sekarang pipi nya memerah." Ucap wanita cantik yang sekarang sedang mengelus pipi anak perempuan nya.
Anak perempuan pemilik pipi tersebut hanya menepis pelan elusan godaan dari mami nya dan memasang wajah yang kesal.
"Haha lihat anak ku sudah besar kan!" Ucap Faisal dengan tawa nya yang membuat anak perempuan nya semakin kesal dibuatnya.
"Beb!! Ayo jal..." seorang wanita berbaju seperti anak metal yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah, membuat seisi nya melihat ke arah nya.
"Beb!" Anak perempuan itu langsung berdiri dan tertawa ceria seakan akan malaikat penolongnya telah tiba.
"Eh halo om,tante.. ehehe maaf engga sopan" ucap tamu wanita muda itu sambil tersenyum kikuk.
"Tidak apa.." balas Faisal dengan wajah wibawa nya.
Anak perempuan mereka pun berdiri, "papi.. mami.. kyutiee pergi dulu yah mwah" setelah mencium pipi kedua orang tua nya, anak perempuan itu pun pergi sambil menggandeng tangan teman nya itu.
Sebelum mereka keluar dari rumah besar itu, teman anak perempuan itu sempat tersenyum dan berpamitan kepada orang yang ada disana.
Tidak lama setelah itu, sebuah bunyi telepon pun terdengar.
"Ah maaf. Gerrsa angkat telepon dulu ya," ucapnya sopan sambil berjalan menjauh dari keempat orang tua yang masih muda itu.
"Iya ada apa?"
"Loh kamu kan bisa sendiri."
"Iya nanti saya temenin,"
"Kamu sabar dong nanti deh saya temenin"
"Iya janji"
"Hm?"
"Tenang aja rafa.. tenang ok?"
Ya begitulah percakapan lelaki muda yang tampan itu.
Keempat orang tua yang hanya terdiam menyaksikan tingkah laku anak mereka hanya bisa saling menatap satu sama lain.
"Ku rasa anakku lesbi." ucap Faisal yang membuat ketiga lawan bicara nya terkejut.
"Kenapa pikiran mu sama seperti ku? Aku pun mengira anakku homo." balas Heru yang juga mampu membuat mereka semua terkejut.
"Ah aku engga suka ah homo homoan, anakku kan masih waras!" Bantah wanita cantik yang bernama Kareen.
"Iya astaga! Lesbi bagaimana sih pih? Anakku kan tidak gila." Ucap Hyun yang juga berprotes.
"Ya lihat saja itu buktinya." ucap Faisal dengan santai.
"Sepertinya kita harus melakukan sesuatu." kata Heru sambil memainkan jarinya di dagu.
Mereka pun saling menatap satu sama lain hingga akhirnya mereka terpikir pada satu pemikiran, yaitu...
"PERJODOHAN!!!!" teriak mereka berbarengan.
-
"Uhuk.. uhuk.. "
"Duh lo kenapa sih, Kyut? Nih minum dulu.." wanita cantik berpakaian metal hanya bisa memberi minum kepada teman nya yang tiba-tiba tersedak.
Wanita yang diberi minum itu pun langsung meminum minuman itu.
"Thanks cmiwiw kuu.. mwah" ucap kyutiee dengan memonyongkan bibirnya dan membunyikan nya.
"Iya mwah" balas teman nya itu yang juga melakukan hal yang sama.
Bersambung....
YOU ARE READING
Misi Blind Date
RomanceKyutiee adalah seorang model yang sangat cantik, dia manja tetapi sangat cuek kepada lelaki. Karena papi nya yang sangat keras padanya, membuatnya takut dan selalu menuruti apa yang dikatakan oleh papi nya. Papi nya pun mempunyai teman yang juga mem...
