KAMU

113 9 0
                                        

Masih teringat jelas di benakku perkataan itu . . .
"Kamu, kamu tahu kenapa bapakmu meninggal? Itu karna dia tidak sanggup hidup untuk menyaksikan hidupmu, kamu itu anak s*** !!!"

"Bapakmu mana?"
"Siapa bapakmu?"
"Kamu anak har** ya?"

Dan masih banyak lagi pernyataan dan pertanyaan yang lainnya.

ibarat luka,, bekasnya terpampang jelas di sana.

Ada sebagian orang berpendapat tidak perlu mengingat-ingat itu lagi, maafkan dan ikhlaskanlah semuanya.

Bagiku itu hanya kalimat klasik yang bisa dengan mudah dilontarkan oleh siapa pun.

Mungkin sebagian orang pun setuju dengan nasehat itu, dan bukannya aku tidak setuju atau sedelapan Haha..

Aku memang sering lupa meletakkan jepit rambut ku di mana, tapi aku dapat mengingat dengan jelas setiap kalimat yang terlontar 20 tahun lalu itu.

Aku punya alasan kenapa itu masih teringat jelas.

Ingin rasanya aku berontak saat itu, tapi itu hanya akan menunjukkan bahwa aku sama bodoh dan jahatnya dengan pernyataan mereka.

Berangkat dari pernyataan itu, sebagian besar mereka memberi penilaian berdasarkan sudut pandang mereka sendiri, yaitu apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar.

It's ok
Bukankah kita mengenal dengan yang namanya hak dan kewajiban..?!?

Itu hak mereka,
Sedangkan kewajiban, itu adalah bagian ku,
ya kewajiban ku adalah menjalani hidupku bukan berdasarkan kacamata dan sudut pandang orang lain.

KAMU, kamu tidak boleh menilai harga dirimu berdasarkan ucapan atau sudut pandang orang lain.

KAMU tidak bisa terus-menerus menjadikan pendapat orang lain sebagai validasi untuk keberadaan dirimu sendiri.

Percayalah pada dirimu sendiri.
Hargai, sayangi, dan cintai dirimu sendiri dalam takaran yang tepat.

KAMU tidak membutuhkan pengakuan orang lain untuk menyadari seberapa berharganya KAMU, terlebih sebagai seorang wanita.

Bagiku, KAMU tidak membutuhkan mulut mereka untuk mengakui siapa KAMU.

Tapi. . .

Cukup dengan mata dan telinga mereka untuk menyaksikan dan mendengar bagaimana kamu melewati semua itu tanpa harus bersikap sama seperti mereka.

Hai KAMU :)
KAMU setuju kan dengan ku?
Atau se-delapan, se-mbilan, atau se-puluh..?? ;)

para KAMU-lah alasanku melakukan coretan ini.

#20082019

Corat-coret CoretanOpowieści tętniące życiem. Odkryj je teraz