Jiwa dominannya seolah terinjak. Mata sipit yang senantiasa dingin kini meredup. Dengan sosok rapuh yang kini memandang kaki telanjangnya. Persetan dengan alas kakinya. Harga dirinya lebih berharga dibandingkan luka yang kembali terbuka menghias lengan tangannya.
"Jawab aku, little girl"
"Dirimu yang lain... Park Jisung"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.