Bandung.

72 2 0
                                        

Bandung,28 Februari

Gemuruh mengawali pagiku ini. Hawa dingin menyelimuti hampir keseluruh tubuh, bahkan jaket yang kukenakan taklagi mampu memberiku rasa hangat. ku percepat laju motorku,huh.. sepertinya aku akan terlambat lagi.

"Danetth!" ucap pak Ade setengah teriak. Pak ade menghampiriku dengan seragam khas satpam miliknya.

"maaf pak,tadi jalanan dingin banget" kujawab dengan gigi gemetaran

"ah,alasan kamu saja itu,cepat masuk! Nanti ketahuan sama pak Febri" ucap pak Ade sambil mempersilahkan ku masuk.

Aku mengangguk dan tersenyum tipis pada pak Ade. kupakirkan motorku dipojokan agar tidak kesusahan mengeluarkannya kembali saat jam pulang tiba.

"Dannethhh!!!" ucap pak Febri sambil melotot padaku. Nadanya terdengar penuh dengan amarah dan kekesalan. Sepertinya kemarahannya sudah di puncak. "Terlambat lagi??!ada apa sih? Ini sudah yang kelima kalinya kamu terlambat".

"Maaf Pak,saya tidak akan mengulanginya lagi" ucapku sambil menundukkan kepala.

"cepat masuk dalam kantor, kerjakan semua pekerjaan mu!" ucap pak Febri sambil menunjuk pintu masuk.

Aku mengangguk dan langsung berlari kedalam ruanganku. Haah, Rasanya lega sekali bisa duduk di kursi putarku ini.mood ku benar benar rusak gara gara pak Febri. " pagi-pagi udah dibikin malu sama si bos, gatau aja dia perjuangan gua kesini kayak apa,sumpah dah pengen gua hancurin tuh muka".

"Harrazkyyyy" ucap seseorang dengan nada khasnya, dia menghampiriku dan mendekapku dari belakang.

Aku tersadar dari lamunanku. "Paan,sih?,pagi-pagi dah bikin jantung mau copot aja" ucapku ketus.

"Ihhh Razkyy,kalau lagi marah gantengnya nambah", ucapnya sambil berusaha menahan tawa yang sedikit lagi akan meluap.

" udah lu pergi sana, gua mau kerja" jawabku ketus.

" dih ketus banget, yaudah babay razkyyy" ucapnya seraya melambaikan tangan meninggalkanku.

Kuhidupkan laptop,dan mulai mengerjakan tugas tugasku yang menumpuk. Tiba tiba aku teringat kisah yang sangat menyenangkan waktu sma,kisah yang ingin kuulagi,kisah yang mengubah hidupku,kisah yang kuukir bersama seseorang yang bernama Celine.

Hai namaku Danneth, Danneth Harrazky lengkapnya , aku lahir di kota Padang 24 tahun yang lalu.  Setelah lulus dari Universitas Padjajaran jurusan teknik kimia, aku menetap di Bandung untuk bekerja. Sampai sekarang, aku masih bingung dengan diriku sendiri. Mengapa aku memutuskan untuk mengmbil jurusan itu? Padahal selama ini tujuan ku hanya satu, jurusan sastra. Rumahku berada di daerah Dago Bawah, daerah yang menurutku cukup nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.Disana, aku tidak sendiri, aku tinggal bersama 2 sahabatku, Arkan dan Faresta ,aku akan memperkenalkanya

Arkan yang bernama lengkap Arkan mahendra,lahir di Yogyakarta 23 tahun yang lalu,lahir dari lingkuangan keraton gak membuat Arkan bermalas,ia ingin hidup dari jerih payahnya sendiri.Arkan bekerja ditempat yang sama denganku,aku bertemu dengannya,dulu saat masih belajar di universitas padjajaran,pribadinya yang"open" terhadap semua orang,membuat dia banyak memilki teman,oh ya,Arkan adalah lulusan fakultas matematika,tapi entah mengapa ia tak mau menjadi guru,katanya "gak mau gua jadi guru,takut kena karma gua",dan Arkan menyukai teman sekantorku,namanya Olin

Selanjutnya Fareska,nama lengkapnya Fareska Rafisqy,cowok yang tipe sangat cuek,bahkan gak mau bersosialisasi,berabakat dibidang musik,dan bercita-cita menjadi composer ternama,fareska lahir di Lombok,25 tahun yang lalu,sama dengan Arkan,Fareska juga bekerja ditempat yang sama denganku,Aku bisa bersahabat dengan fareska karena aku melihatnya tampil di pensi yang diadakan universitas padjajaran,dan dia lulusan fakultas seni undip.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 29, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

EfemeralStories to obsess over. Discover now