Prangggg
Suara barang barang yg di banting , kamar yg berantakan dan tidak cocok di sebut kamar sangat hancur , dan terlihat seorang gadis di pojokan kamar
"Hiks.......hiks.... apa salah gue kenapa hiks.... ken..... kenapa hiks ...."karina yg masih terisak
Brak ... brak
Pintu yg terus berusaha di buka tetapi tidak bisa karna si pemilik kamar telah mengunci nya
"KARINA BUKA PINTUNYA MAMA TAU MAMA SALAH NAK hiks...hiks..mama salah karna sudah membohongi kamu nak" terdengar teriakan dan tangisan dari mama karina
"Dek kk mohon bukak pintu nya kita memang salah karna udah sembunyiin semua dari kamu dek , kk mohon jangan sakitin diri kamu dek " suara rapuh dari kk karina
"Kk lebih baik kamu dobrak aja mama takut karina akan mencelakai dirinya sendiri" ucap mama karina dengan nada khawatir
"Iya ma " kk karina pun mencoba lagi mendobrak pintu
BRAK... BRAK
pintu terbuka terlihat kamar karina yg sangat kacau dan isaka tangis dari karina
"Hiks papa karina hiks... mohon papa kembali hikk huaaa😭" tangis karina semakin pecah
"KARINA" sang mama yg sudah panik langsung memeluk karina
"Karina jangan sakiti diri kamu nak , mama minta maaf karna udah sembunyiin berita sebesar ini dari kamu , mama cuma gx mau kamu sedih ....." suara mama karina bergetar karna menahan tangis
"Tapi hiks apa ma aku tetep tau kan hiks...MAMA SAMA KK TU JAHAT KNP MAMA GX BILANG KE AKU KALAU ....KA.....HIKSSSSS..... kalau papa udah gx ada ma hikss ." Semua emosi dan kesedihan bercampur menjadi satu di diri karina
FLASHBACK .
Sekolah
"Din nanti lo jadi main ke rumah gue kan" karina
"Emm gue mau ke kuburan mama dulu rin soalnya udah lama gx ke sana " dinda
" yaudah gue ikut ya " karina
"Emang gx pp" dinda melihat karina dengan tatapan yg sulit di artikan
"Ya gx pp lah saens aja kali " karina sambil memukul kepala dinda menggunakan pulpen
"Sakit bego " ucap dinda sambil meringis
"Wkwkwk😆 sorry sorry " tawa karina dan mengelus kepala dinda
Kringg
Bel pulang
"Rin kita langsung ke kuburan aja ya " dinda
"Asiyappp"
Mereka berdua berjalan menuju mobil nya dinda karna mobil karina sedang masuk rumah sakit alias bengkel wkwkwkw:v
Dinda langsung menjalankan mobil nya menuju tempat pemakaman
Pemakaman
"Rin lo ikut masuk gx " tanya dinda
"Lo duluan aja nanti gue nyusul" kata karina sambil masih memainkan hp nya
"Yaudah gue duluan ya " dinda
"Hmm" hanya deheman yg kirana berikan sebagai jawaban
Beberapa menit
KARINA . POV
Eddah lama juga si dinda . Akhirnya terpaksa gue susul mana tau kan dia ketiduran di kuburan heheheh :v
Di jalan menuju kuburan mama nya dinda gue gx sengaja melihat batu nisan yg bertuliskan nama yg udah lama banget gue kangenin DEVANDO ABRAHAM seketika mata gue membulat gue gx percaya jadi gue deketin tu kuburan , gue baca tanggal , bulan dan tahun lahir dan benar aja itu kelahiran papa
JEDARRRRRR
Kayak kesamber seribu petir di langit gue terduduk di depan kuburan yg gx lain adalah kuburan papa gue yg setau gue ngurus prusahaan di LA
"Papa gx mungkin hikss.. hikss.." cairan bening keluar dari mata gue , seseorang yg selama ini gue tunggu kepulangan nya ternyata udah di alam lain .
Seketika hujan turun langit ikut ngerasain kesedihan gue
"PAPA GX MUNGKIN HIKS.... yaallah kenapa engkau mengambil beliau bahkan hamba belum melihat muka nya untuk terakhir kali nya " gue nangis
Dan saat itu juga dinda datang
"Karina lo ....." ucapan dinda berhenti saat liat batu nisan yg gue pegang
"Karina" panggil dia pelan sambil megang bahu gue , gue balik badan dan langsung meluk dia
" mama sama kk jahat dia hiks.. hiks.. mereka gx kasih tau aku hiks... " kata gue sambil nangis di pelukan sahabat gue
"Rin pasti ada alasannya knp mereka gx ngasih tau lo " kata di dinda menyemangatin gue tapi itu sia sia karna orang yg udah meninggal ini adalah kebahagiaan gue dan sekarang kebahagiaan itu sirna dalam sekejab , gue langsung lepas pelukan dinda dan langsung lari , gue bisa denger dinda masih teriakin gue
"KIRANA LO JANGAN NEKAT RIN LO PASTI KUAT , RIN BERHENTI " teriakan dia
Gue makin lari menjauh sampai gue di rumah dalam keadaan yg basah kuyub dan acak acakan .
Saat gue masuk gue denger mama sama kk lagi ngobrol di ruang tamu
AUTHOR .POV
" kk mama takut kirana nanyain tentang papa nya lebih jauh , pasti dia curiga kenapa papa nya sampai 5 bulan gx ada pulang atau kasih kabar " suara mama kirana terdengar paruh
"Ma aku juga takut , aku gx mau kirana hancur secara kan kirana sama papa tu deket banget " kk kirana berbicara dengan nada cepas
" ia mama juga takut kalau kirana tau kalau sebenar nya papa nya gx ke LA tapi ..... ta hiks..... hiks..... tapi papa udah meninggal " mama kirana sambil menangis mengginggat tentang kepergian sang suami
"GX MUNGKIN" teriak kirana dari depan pintu
" KIRANA " ucap mama dan kk kirana bersama
"Ini bohong kan papa hiks... hiks.. papa gx mungkin .. hiks.... meninggal " kirana berkata sambil menangis tiba tiba tubuhnya terjatuh ke lantai seperti tidak ada tenaga di bandan nya
" kirana maaf in mama sayang " ucap mama kirana dengan segala penyesalan
"Knp mama hiks.. sama kk hiks.. bohongin hiks... kirana " setelah berkata demikian kirana pingsan
"Kirana bangun nak kk tolong" ucap mama kirana cemas
Kk kirana datang dan langsung menggendong kirana ke kamar nya ..
COME BACK
"Maaf sayang maaf tapi itu permintaan terakhir papa kamu " mama kirana mencoba menjelaskan kepada kirana
"Kenapa hiks.. knp papa mau kalau aku gx tau " tanya kirana sambil terisak
"Papa gx mau kamu putus harapan "ucap mama kirana sambil menenangkan kirana
"Kirana butuh waktu ma , kirana mau sendiri mama boleh keluar dari kamar kirana " ucap kirana dingin
" tapi sayang....." ucapan mama kirana terpotong oleh kirana
"KELUAR MA KIRANA MOHON" suara kirana meninggi
Mama kirana langsung berlalu keluar dari kamar kirana , karna ia tidak ingin melihat kirana marah
Mama kirana keluar sambil menutup pintu kamar kirana , dan di depan sudah ada kk kirana
"Gimana ma " tanya kk kirana antusias
" dia butuh waktu kk" ucap mama kirana lesu
"Yaudah biarkan dia sendiri dulu ma" ucap kk kirana sambil mengelus punggung mama nya agar sang mama tidak sedih .
DIKAMAR
"Papa knp papa tinggalin kirana sendiri hiks.. apa papa gx sayang kirana hiks..." kirana masih menangis dengan suara yg sudah serak
Vote cerita aku kalau kalian mau kalau gx mau ya gx pp heheh:v
Semoga kalian suka : maaf banyak kesalahan soalnya baru belanar makasih 😊
