Message

22 3 0
                                        

Dikoridor sekolah begitu ramai ketika seorang ketua osis berjalan dingin penuh karismatik dengan tangannya menyelinap dibalik saku celana

"Araaa" Teriak seorang Natasya pada sahabatnya

Ara yang mendengar namanya dipanggil, Ara menengok kearah sumber suara, Ara keheranan melihat sahabatnya itu seperti habis lihat setan.

Sedangkan Natasya dengan wajah panik dan nafas yang tersengal-segal segera duduk disebelah Ara

"Ra gawat... " Natasya mencoba mengatur nafasnya

"Gawat kenapa sih Nat? Tenang dulu dong!" Celah Ara

"Iii...ihhya gaagawattt. Iiituu"

"Aryo, ketua osis yang pernah gue ceritain ke loe waktu itu, dia udah balik dari Jerman" jelas Natasha

"Terus?" Ara menunggu lanjutan ceritanya yang menerangkan kewaspadaan dari Natasha

"Ra loe harus tutup mata, loe nggak boleh jatuh cinta" Ara yang mendengar penjelasan dari Natasha langsung membulatkan matanya

"Kewaspadaan macam apa ini" batin Ara dan akan menimpali penjelasan Natasha

Tapi alhasil Natasha yang mengetahui Aryo sudah hampir berada diambang pintu Natasha langsung menutup mata Ara

"Ara, mata loe masih suci nggak boleh lihat yang begituan dosa" seketika Ara menarik tangan Natasha

"Apaan sih Nat, loe tuh kenapa?" Tanya Ara pada Natasha bingung dengan perlakuan dan berita yang dijelaskan mengenai ketua osis

Ara yang semakin nggak ngerti alur cerita dari Natasha akhirnya Ara memilih keluar dari kelas

Saat Ara sampai di ambang pintu bersamaan dengan datangnya Aryo dan kawan-kawan

Ara yang menyadari datangnya seseorang yang membuatnya rela mati-matian bujukin ayahnya siang dan malam agar menyetujui Ara pindah ke SMA Karya mereka bertemu.

"Wii..." Ara pingsan setelah melihat seorang yang dihadapannya, sebab tidak bisa menahan bahagia debaran didadanya.

Aryo yang melihat Ara pingsan Aryo langsung menggendongnya dan membawa ke UKS 

Sesampainya di UKS Aryo memanggil petugas UKS untuk memeriksa Ara

"Natara Melodi H" Bibir Aryo mengulas senyum tanpa arti ketika membaca name text yang tertera di seragam Ara

"Nama yang..." gumam Aryo belum selesai

"Oh my good Ara, bangun Ara!" Natasha mengguncang badan Ara

"Jangan mati dulu ya Ra loe belum pernah punya pacar, loe belum pernah first kiss. Dan gue nggak mau loe mati penasaran" ucap Natasha

Aryo yang akan keluar dari ruang UKS mendengar permohonan Natasha membuat Aryo tertawa kecil

"Ehh es batu, ini semua gara-gara loe ya. Awas aja sampai ada apa-apa sama Natasha" ucap Natasha pada Aryo

"Hmmm" hanya itu jawaban Aryo sambil memainkan ponselnya

"Ihhh dasar es batu" Natasha meremas tangannya dan menghentakkan kakinya

Natasha kembali pada Ara yang masih setia berbaring belum siuman

"Euuhhm" keluh Ara karena bau minyak kayu putih

"Akhirnya loe nggak mati Ra" Natasha memeluk Ara

"Ya kali gue mati dalam keadaan jomblo Nat" tawa kecil Ara

"Btw siapa yang bawa gue kesini tadi?" Tanya Ara pada Natasha

"Eumm si Ar..." 

"Hai Ra gimana keadaan loe?" Tanya Wildan, yang berhasil menghentikan ucapan Natasha

"Uuu..udah baik kok kak."

"Euumm kak Wil, makasih ya?"

"Makasih?" Wildan kebingungan

"Iya kan kakak yang baw..." Tiba-tiba bunyi message dari ponsel Ara

Message from:
Nomor tidak dikenal

"Betemu kembali denganmu adalah awal yang baik, semoga kau menjadi cerita yang sempurna"

AF

***

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 15, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

AryoStories to obsess over. Discover now