Story of Boys

523 26 5
                                        

Ga suka? Jangan dibaca lah!
Out aja!


––––––Happy reading–––––––


Suatu ketika, ada seorang laki-laki, titisan kelinci yang turun dari Bulan.

Namanya adalah Cooky, tetapi karena sementara waktu ia menetap di Bumi maka namanya pun berganti menjadi Jungkook.

Sepasang saudara yang tak pernah mau punya seorang adik harus mengangkat Jungkook menjadi adik mereka.

"Jimin! Ada anak tersesat! Cepat kesini!" teriak seorang remaja laki-laki berumur 17 tahun dengan suara baritonenya yang membuat saudaranya menggerutu.

"Suaramu itu berat! Berisik tau!" ujar Jimin begitu sampai di depan Taehyung.

"Sadar diri. Suaramu itulah yang paling berisik! Melengking, cempreng, seperti suara perempuan" ujar Taehyung membalas perkataan Jimin.

Jimin mendelik tak terima.

"Tak usah dilanjutkan debat tak penting ini. Kau urus itu anak tersesat. Aku harus kembali mengurus dokumen-dokumen itu" ucap Taehyung tanpa peduli perasaan Jimin yang dilanda kejengkelan.

"Tch" decih Jimin setelah punggung Taehyung sudah tak terlihat.

Jimin menolehkan kepalanya ke depan untuk melihat seorang anak yang kata Taehyung sedang tersesat.

"Kau mencari siapa?" tanya Jimin.

Anak yang tersesat itu hanya menatap Jimin dengan wajah polos yang berkedip tak mengerti.

Jimin menghirup napas dalam-dalam untuk menetralkan emosinya.

"Sepertinya kau tidak mengerti ya.., okay aku ganti pertanyaanku. Namamu siapa?"

"Jungkook"

"Asalmu dari mana?"

Jungkook mengangkat tangan kanannya ke atas langit.

Jimin mengernyitkan alisnya.

"Dari sana" ujar Jungkook dengan tangan kanan yang menunjuk ke arah langit.

Mata Jimin mengikuti arah yang ditunjuk Jungkook.

"Dari langit?" tanya Jimin ragu.

Jungkook menyilangkan kedua tangannya.

"Lalu asalmu dari mana?"

"Bulan"

🌕🌑

KNOCK! KNOCK! KNOCK!

Tap tap tap tap

Taehyung membuka kunci pintu kamarnya, lalu Jimin yang sudah berdiri di depan pintu langsung melompat ke Taehyung.

"Kau pikir kau itu ringan hah?!" ujar Taehyung dengan keras, menyerupai bentakan.

Tangan Jimin yang masih menggelayut di leher Taehyung langsung menarik kerah baju Taehyung hingga Taehyung sedikit menunduk.

"Aku akan membantumu mengurus dokumen-dokumen itu"

Taehyung memandang Jimin dengan tatapan datarnya.

"Jauhkan tanganmu dari kerah bajuku"

Jimin langsung melepaskan cengkeramannya.

"Kau melakukannya karena apa?" tanya Taehyung dengan nada santai namun tidak dengan mata tajamnya yang memandang mengintimidasi.

"Aku pusing sekali! Nama anak yang tersesat itu Jungkook. Yang lebih gilanya lagi dia bilang dia berasal dari bulan! Astaga aku bisa menjadi pasien rumah sakit jiwa jika terus menghadapinya!"

"Jadi sekarang, anak itu sudah pergi kan?" tanya Taehyung dengan sikap tenangnya.

Jimin menggeleng.

"Dia sedang duduk di sofa ruang tamu dengan setoples kue kering di dekapannya"

Taehyung membuang nafasnya kasar.

"Kau harus menuntaskan sisa pekerjaanku, Jim!"

"Oke!" jawab Jimin penuh semangat sembari berjalan menuju kursi kerja Taehyung.

🌕🌑

Jungkook terus memakan kue kering rasa cokelat pisang dengan lahap.

Taehyung baru saja keluar dari lift dan sudah disuguhkan pemandangan yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.

Jungkook menolehkan kepalanya, melihat Taehyung yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.

"Kamu siapa?" tanya Jungkook dengan suara halusnya yang berhasil membuat darah Taehyung berdesir tak nyaman.
Tapi hal kecil begitu mana mungkin Taehyung pedulikan.

"Heh bocah tengil, pergilah!" usir Taehyung dengan tatapan dingin dan datar.

Jungkook meletakkan toples kue kering ke meja yang ada di hadapannya.

"Aku bukan bocah tengil. Namaku Jungkook"

Taehyung berjalan mendekati Jungkook, kemudian menarik anak itu dan menyeretnya sampai teras rumah.

Blam!

Taehyung langsung menutup pintunya kasar setelah meletakkan Jungkook diluar.

Jungkook yang tidak tahu apa salahnya pun langsung menangis kencang.

"Ya ampun Taehyung!!!! Kenapa kau membuat anak itu menangis?!" jerit Jimin dengan kedua tangan yang menutup telinga.

"Tutup mulutmu Jim! Urus saja dokumennya!"

🌕🌑

Jungkook menundukkan kepalanya sendiri, tidak berani menatap Taehyung yang saat ini sedang duduk di hadapannya.

"Sekarang, kau takut padaku?"

"Iya" cicit Jungkook dengan suara yang amat pelan.

"Apa tujuanmu mendatangi rumahku?"

"Aku tidak punya tempat tinggal. Bisakah kau membiarkanku tinggal di sini?"

What the hell?!?!!

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

END/TBC ?

*Maunya sih tamat sampai sini aja lah ye kan :v

Story of BoysStories to obsess over. Discover now