1

10 1 0
                                        

"Lebih baik tulisanku langsung menikam dihati, daripada tak bisa dipahami."

"Terkadang aku tak mengerti apa yang ku tulis. Dan aku berbohong aku paham, apa yang ku tulis."

"Mudah mengenal, tak mudah menilai."

"Semua serba susah. Keluar parkir saja harus dengan sembunyi."

"Jarak bisa ditempuh. Waktu bisa diatur. Dosa tak dapat diganti, dengan pahala."

"Jangan takut dengan mereka yang 'katanya' jagoan. Itu cuman 'katanya' belum aslinya."

"Seorang penyair elok karena puisi. Kamu anggun karena natural. Ingat! Kamu membawa lukisan terbaik Tuhan kemana-mana. Jangan kau rusak hanya karena dia tidak nge-chat kamu."

(Lukisan Tuhan: senyuman)

"Tulisan ku tak mudah di terjemahkan, tapi boleh kau cium pipi ku. Tanya " Apa kamu tahu arti dari semuanya? "

"Kecil kemungkinan kita kembali berpacaran. Entah menikah."

"Apa-apa yang aku rasa. Tak akan ku gambar di raut muka."

"Kalau kau punya masa lalu yang kelam. Diam! Itu kelam. Kalau kau punya masa lalu yang cerah. Diam! Itu cerah. Jangan sombong!"

"Tak semuanya bisa kembali."

"Bumbu-bumbu paling paten untuk balikan: janji manis."

"Jarum jam berputar ke kanan. Tapi cobalah se-sekali untuk berputar ke kiri."

"Jangan melawan arus, berat. Tapi jika terus usaha, kau akan selamat dan bahagia. Kembali ke semuanya."

"196 kata, mereka semua spontan."

"Jangan sampai mereka tahu, bahwa kita ini hanya manusia. Bukannya Tuhan."

"Kalau aku berteman dengan seorang penjahat. Aku tak akan memberitahu kalau dia itu baik. Tapi aku akan mengingatkannya untuk menjadi baik."

"Lidah tak bertulang, bacot terosss"

"Lidah menyebabkan ludah. Kasih pasti membuat kisah. Aku cukup tuk mencintaimu."

"Jangan menuruti nafsu. Nanti kau akan seperti Guz Asmi."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 13, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

kalimat indahkuStories to obsess over. Discover now