Bagian 1
Suasana baru:
Nabel Putri Ziyan, seorang gadis kota berusia 16 tahun, sekolah di SMU Adinata 02 semarang, yang harus pindah ke sekolah lain, yang lebih jauh dari asal nya karena di tempat ayah nya bekerja terdapat konflik sehingga mengharuskan ayah ziyan di kirim ke salah satu perusahaan kota untuk investasi, tepat nya di daerah jakarta depok, karena harus melakukan tugas yang amat berat dan di butuhkan waktu lama, maka ayah ziyan membawa keluarga nya terutama ziyan untuk pindah ke Jakarta supaya mengirit ongkos.
Ayah ziyan bernama candra mahesa ziyan atau sering di panggil candra, bekerja di salah satu perusahaan impor ekspor yang cukup maju di kota nya, tapi karena salah satu pegawai melakukan perbuatan haram yaitu "korupsi" Dan mengalami kerugian yang amat besar. Sehingga perusahaan mengirim pak candra investasi ke beberapa perusahaan besar, salah satu nya di jakarta. Pak candra memiliki dua putri yaitu, nabela putri ziyan putri sulungnya dan rossa Amelia ziyan. Kedua putri nya sudah remaja ,yang sulung (ziyan) SMU kelas 2 dan yang bungsu(rossa) SMU kelas 1.
Pak candra adalah seorang ayah yang displin dan ulet dalam mendidik anak2 nya. Ketika sampai di jakarta pak candra segera mendaftarkan putri2 nya di sekolah favorit. Karena khawatir putri2 nya akan tertinggal pelajaran.
Ziyan termasuk anak pak candra yang membanggakan karena prestasi yang ia peroleh di SMP dahulu. Tapi karna ia berada di kota lain maka, prestasi yang ia dapat di sekolah lamanya hilang. Dan harus memulai dari awal di sekolah barunya. Lain dari rossa, adik ziyan mungkin hampir 80% sifat rossa kebalikannya dari ziyan, jika ziyan adalah seorang yang pendiam dan pemalu lain bagi rossa. Rossa adlah seorang gadis yang cerewet dan percaya diri, jika gaya berpakaian ziyan terlihat membosankan (cupu), lain lagi rossa yang lebih terlihat modis dan styeling.
_kota baru ziyan:
Ketika sampai di jakarta dengan menempuh perjalanan yang amat jauh rossa segera membaringkan tubuhnya di sofa bruk! "Aduh.. Ya ampun perjalanan ini adalah yang terburuk, gak mau lagi... " Keluh rossa, ziyan hanya geleng-geleng melihat tingkah adiknya itu. Ziyan tipe orang yg pendiam dan gak suka bikin orang cemas, jadi walaupun perjalan an ini melelahkan, tapi ziyan menyembunyikan rasa lelahnya. Ziyan melihat sekelilingnya terdapat lukisan kuda berlari dan hiasan rumah tua yang sudah berdebu dan terlihat rusuh. Dia sesekali melihat atas terdapat ukiran bergaya 3D yang terkesan mewah. "Cantiknya... " Liriknya dalam hati sambil tersenyum2 melihat dekorasi yang unik tapi cantik, sehingga membuat perasaan seseorang bahagia ketika melihat nya. Rumah yang ziyan tempati ini adalah milik big boss nya ayah ziyan, yg di berikan kepada ayah ziyan sebagai bonus jerih payahnya di jakarta.
"Nah, Anak-anak kamar kalian di bagian atas, disana ada dua ruang an yang berhadapan, kalian nanti bisa pilih, asal jangan berebut, paham? " Jelas pak candra. Ziyan dan rossa manggut-manggut mengerti "makasih pah! " Ujar Rossa sambil berlari kecil menaiki anak tangga. "Terima kasih mah! Pah! "
"Iya, sama-sama sayang"
Ziyan melangkah pelan pelan menuju kamar yang di tunjukkan ayahnya "kak! Kak! Km harus liat kamar ku cantik banget, omaigad!! " Seru rossa kegirangan. Ziyan hanya menimpali nya dengan senyum dan meninggal kan rossa berlalu menuju kamarnya. Saat ia membuka pintu kamar barunya terlihat lampu tidur tergantung di tengah ruangan, lemari yang berdebu, meja yang di lengkapi kaca yang di tutupi kain putih,. Ziyan terdiam sejenak, memikirkan sesuatu yang entah apa, melihat-lihat sekeliling, tepat di depan jendela kaca terpampang luasnya kebun teh yang menjadi pemandangan tersendiri di rumah baru ziyan. Mengingatkanya akan masalalunya di kota nya dulu.
Tok tok "ziyan.. Apa kamu didalam? " Ziyan terbangun dalam lamunannya, berjalan menuju pintu membuka pintu untuk ayah nya. Ayahnya memberitahukan kalo besok ia sudah mulai masuk sekolah, ziyan terdiam rasanya ia tak percaya akan masuk di sekolah baru yang mungkin akan lebih buruk dari sekolah sebelum nya. Karena, di sekolah lama nya ia sering di ejek, di bully oleh teman teman nya. "Kakk!! " Teriak rossa, sontak ziyan kaget mendengar teriakan adiknya seperti petir menyambar di telinganya. "Ada apa si dek? "
" Besok sekolah? "
"Iya, kamu harus mempersiapkan alat tulismu"
"Enggak! Gak mau sekolah"
"Kenapa? "
"Aku capek kak, kita kan baru satu hari disini, masa sih harus sekolah, kenapa gak beristirahat sebentar di rumah" Celoteh adiknya
"Udahlah turuti kata ayah"
"Tapi kak, kita tu seharusnya tidur panjang, tau gak sih!!? "
"Kita gak boleh buang2 waktu dek"
"Ih, kak siapa yang buang buang waktu, aku itu cuman memanfaatkan waktu, waktu untuk istirahat, kan capek lama lama di bus"
"Nanti malam aja kan bisa"
"Nanti malam itu waktu nya buat beres2 kak" Ziyan hanya tersenyum menanggapi celotehan adiknya sambil menepuk lengan adiknya dan kembali masuk kekamar. Besiap siap untuk mandi, setelah badan nya bersih dan segar, ziyan duduk di kasur dan mengambil beberapa buku. Membaca buku adalah hobinya, maka ia juga hobi mengoleksi buku buku. Ziyan memiliki macam macam buku mulai dari pelajaran umum, novel, buku sejarah, dan ensiklopedia. Karena kebiasaan nya itu ayah nya membuat kan nya perpustakaan kecil di dalam kamar nya dulu. Tapi sekarang, ziyan belum mempunyai tempat untuk menyusun buku2 nya. Karena kamar ziyan terlalu sempit untuk meletakkan buku bukunya.
