AKU

20 2 0
                                        

#AKU

          Melangkah tanpa ‘Bidadari’ terindah yang kukenal pertama kali bukanlah penghalang untuk sebuah kehidupan yang indah. Sebenarnya bukan bagaimana kita menangisi yang telah pergi-kembali-tapi bagaimana agar yang telah pergi bisa tersenyum kembali. Senja pernah bilang padaku saat enam mata di ruang yang hampir luar. “Senja itu sementara”. Ya!Sementara!. Bahkan bukan hanya senja, semua yang kita miliki, gunakan, sukai-dunia-semua itu sementara. Jelas tertera, semua yang ada di dunia hanyalah titipan. Jadi, jelas!Semua itu sementara, ada yang memiliki dari segala pemilik. Begitupun hati, juga punya pemilik, bahkan abadi. Apa?Siapa?. Alloh SWT. Tuhan Yang Maha Mengetahui, Memberi Tahu, bahkan Menaqdirkan dari segala taqdir. Itu yang kutahu.
          Dia?Bidadari Pertama?Senja?Tersenyum kembali?. Ya!Tangan itu kembali menari. Hanya saja, senja bukan lagi tokoh utama. Ada rahasia yang ingin membongkar, ada ucapan yang ‘tak kuat menahan bungkam. Bukan siapa!Tapi kenapa?. Tentang citamu, masih membelenggu di otakku, benakku, atau memoriku. Entahlah, aku ‘tak tahu pasti. Tentang cita yang menjadi cinta atau cinta yang menjadi cita. Aku  kembali dengan membawa saya, kembali menarikan jari dengan jiwa yang telah mengganti tokoh utama.

Pelangi SenjaStories to obsess over. Discover now