SHIRTA

6 1 0
                                        

💜

“Sudah sekian lama aku tidak memandang wajahnya yang penuh senyuman dan kebahagian yang di alami saat itu sungguh pemandangan yang sangat indah.” – Barta Putratama.

Perkenalkan lebih jauh nama saya Barta Putratama, hanya seorang anak sekolahan di tahun kedua kelas 11 SMA dan saat ini tengah memendam rasa terhadap seorang perempuan. Dia cantik, bahkan manis. Kadang malu menatapnya tapi sering kali dirindukan. Ah petaka!

   Shiella Putrika, itu namanya dan dia adik kelas saya. Shiella adalah magnet yang menarik saya untuk terus bersemangat pergi ke sekolah bahkan bertampilan rapi dan juga ‘wangi’. Sebenarnya dalam benak saya Shiella bukan seseorang yang saya idamkan atau diinginkan. Tetapi entahlah, semua tentang dirinya sangat menyenangkan hati saya. Kisah ini berawal ketika di hari itu, dia benar-benar magnet yang kuat!

***

   Sebelum acara Pensi di SMA Mandala di tahun ketiga, para panita disibukkan dengan persiapan mendekor panggung. Barta ditunjuk menjadi panita bersama teman-teman OSISnya, bahkan diambil juga dari kelas 11 sebagai panitia. Kala itu, Shiella juga sebagai panitia dan ia juga akan mengisi acara Pensi perwakilan dari kelasnya. Setidaknya Barta bisa bertemu dengan Shiella dan mengambil waktu untuk menyapanya atau berbincang-bincang.

   Ketika semua panita sibuk mendekor, Barta pamit izin pergi ke kantin dan membeli sebotol air minum untuk Shiella.

   Barta mendekati Shiella dan menggulurkan tangannya untuk menyerahkan sebotol air, “nih ambil.”

   Shiella menoleh dan tersenyum. “terimakasih Kak.” Balasnya.

   Senyumnya terlepas, jantung Barta berdebar. Kemudian Barta mengambil posisi duduk tepat di samping Shiella.

   “Lah Shiella ada beli air lagi?” ucap Barta dalam benaknya ketika ia melirik sebotol air minum yang Shiella letakkan di sampingnya.

   Kemudian cowok dengan tampilan casual datang mendekati Shiella.

   “Mana?” Tanya dia sambil menggulurkan tangan.

   Dan Shiella menyerahkan sebotol air itu, “minumnya duduk ya.” Ucap Shiella dengan lembut.

   Barta terdiam. Rasa kesal bahkan amarah menyelimuti dirinya. Urat muncul dilehernya dan wajahnya berkerut masam. Barta yang tadi tersenyum lepas kini wajahnya berubah tanpa ekspresi.

   “Oh ya, Kakak pamit bantu yang lain dulu ya.” Kata Barta berusaha ramah.

   Shiella mengangguk ragu, “iya kak.”

   Barta berjalan menjauh dan diambilnya sebuah kain kemudian diikatnya ke tiang. Ia melirik ke belakang bahwa cowok itu telah duduk di samping Shiella menggantikkan posisi duduk Barta tadi. Rahang Barta menggeras, seharian itu kerjaan Barta menjadi tak karuan. Barta tahu ia tak berhak marah ataupun cemburu, karena dari awal Barta memang tidak berhak untuk menyukai seseorang yang memiliki kekasih.

***

   Barta bersiap-siap pergi ke sekolah dengan tampilan sangat rapi bahkan wangi. Ia ingin berfoto berdua dengan Shiella. Karena hari ini adalah Pensi SMA Mandala dan Shiella akan tampil menari di acara tersebut.

Setibanya di sekolah Barta dan teman-teman OSISnya terlihat sangat sibuk mengurus sana sini. Sampai dimana acara ini mulai dan Shiella menari untuk pembukaannya. Woah! Permataku. Shiella benar-benar cantik.

   Selesai dari mengisi acara Shiella kembali menganti bajunya dengan baju panitia, ini kesempatan Barta untuk berfoto bersamanya. Kemudian Barta sedikit mencuri waktu untuk bisa saling bagi cerita. Sedikit do’a, Barta ingin berduaan dengan Shiella namun tiba-tiba Gilang datang, pacarnya Shiella. Barta menghembus napas beratnya, memutar matanya kesal.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 05, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SHIRTAWhere stories live. Discover now