Kini tepat awal bulan Desember, hembusan angin menelisik tubuh,dahan yang dulunya rindang,berangsur gugur, dan bahkan kini digantikan butiran es nan lembut,jatuh sayup sayup menghiasi hamparan kota,membuat sunyi beberapa jalan dan toko. Hawa dingin ini membuat remaja tanggung itu merapatkan syalnya,menyilimuti leher, menghangatkan tubuh mengurangi dingin. malam terasa berbeda,kebanaykan dari mereka lebih memilih di dalam bangunan nan hangat menggunakan heater,didepan perapian sambil membaca koran,berkumpul diruang tamu bersama beralaskan karpet listrik,semua atau lebih memilih berkemul dengan selimut listrik didalam kamar dengan sebuah novel romantisa. Pada musim dingin ini kebanyakan warga jepang menggunakan teknologi listrik untuk menghangatkan tubuh.
Berbeda dengan Eiko Miyuki, ia lebih memiih kedinginan malam,menikmati setiap sudut kenangan yang kembali terulang, ya, kisah itu terjadi 3 tahun yang lalu,masa-masa yang indah,saat salju pertama turun tanpa kabar,mereka selalu berkumpul bersama diruang tamu,menikmati hangatnya sebuah keluarga, ibu pasti akan membuat makanan khas dimusim dingin,kami menyebutnya oden,sup berisi bakso ikan,telur rebus,daikon (lobak) dan konyaku,menikmati makanan hangat seperti oden sambil dikelilingi kehangatan keluarga,merupakan saat-saat menyenangkan. Tak hanya menyehatkan tubuh,memakan oden juga mempererat ikatan kekeluargaan atau kebersamaan,tapi untuk fersi ibu tentu lebih jadi favorit dari yang dijual gerai kedai diluar sana, dan ibu pasti selalu meminta bantuan Eiko, bahkan mereka menghabiskan malam salju pertama itu dengan bernostalgia.
"Eiko,kamu dulu waktu kecil lucu kalo udah lihat salju turun" ibu mengawalinya dengan sebuah candaan masa lalu
" iya bu ? Memangnya eiko ngapain bu ? eiko mengingat-ingat,memejamkan mata beberapa saat
" kamu kalo udah liat salju tu,pengenya maksa ibu mulu keluar,menikmati salju pertama turun,membuat gundulan bulat boneka salju, tapi boneka eiko malah bentuk gundulan telur,lalu hancur ,nangis sendiri, namun eiko ga menyerah,buat lagi,lagi,dan lagi hingga membentuk boneka yang lebih lucu dan unik malah" ibu menjelaskan tanpa henti, tersenyum,senyum yang tulus
"waa...iya bu eiko ga nyangka eiko se cengeng itu waktu kecil,masa buat boneka salju,malah jadi gundulan telur,hwhw..." eiko menepuk jidatnya,ga nyangka banget
" tapi ada yang lebih ibu kagumi dari eiko" ibu kembali menatap serius bernada datar
"kagumi ? adakah ? " eiko menjadi heran dan penasaran
" eiko anak ibu, adalah anak yang tak pernah menyerah dalam impiannya,jatuh maka eiko akan bangkit,jika di remehkan, maka eiko akan membuktikan, dan jika eiko gagal eiko akan mencobanya lagi, dengan usaha yang lebih keras dan siap lagi, karena itu ibu memberi namamu Eiko Miyuki,panjang umur,hebat,dan keberuntungan yang indah,salju yang indah. Doa dan harapan yang selalu ibu sematkan disetiap deru nafasmu nak, semoga kamu menjadi anak yang kuat dan menguatkan,menjadi keberuntungan bagi dirimu dan orang lain, dan membuat dinginngya malam berselimutkan salju menjadi malam yang indah,senyum mereka merekah karena kamu nak " ibu mengungkapkan harapan itu dengan menggenggamku,lalu mendekap,memelukku,setetes cairan bening mengalir dari mata hati nya.
" ibu, eiko sangat bersyukur bersama ibu,bersama keluarga kecil nan hangat ini,eiko akan berusaha menjadi harapan ibu,menjadi kerlap kerlip di gelapnya malam,menerangi disekitar,seperti doa ibu " aku memeluk ibu lebih erat lagi,tak ingin jauh,apalagi kehilangan. Malam itu diakhiri dengan nostalgia yang amat menjanjikan,menjanjikan sebuah harapan,kerinduan,dan kehilangan.
Kini eiko telah berjalan tanpa tujuan,namun karena nostalgia itu membuat dirinya ingin memakan oden,walau bukan masakan ibu. Eiko mulai melangkahkan kakinya memasuki salah satu gerai kedai penjual oden,memesanya,cukup lama menunggunya. Eiko memperhatikan sekitar cukup ramai,dianataranya lebih diminati orang dewasa ditemani pasangannya,remja sepertiku mungkin tak ada,etss tunggu,ada satu,laki-laki yang berada dibagian sudut paling ujung,sama dia juga sendiri. Tak lama kemudian semangkuk oden dan minuman khas musim dingin sake, telah berada dihadapanku,mengalihkan pandanganku dari yang lainnya,menikmati oden lebih baik,namun rasanya tak sebaik masakan ibu. Malam itu terasa amat panjang,hingga aku memutuskan untuk pulang dan mempersiapkaan diri untuk esok,masih dalam hari-hari yang penuh dengan kesibukan akhir tahun,berbagai kegiatan musim dingin.
YOU ARE READING
Eiko Miyuki
Teen FictionTentang seorang gadis kecil dari negeri matahari terbit. kesedihan dan harapan akan kerasnya hidup membawanya teringat kenangan masa kecil. Makna terdalam dari seutas nama. dan kehidupan yang lebih baik, menjemput, merengkut mimpi-mimpi kecil, dan m...
