Joanne berlari terburu-terburu menuju tempat yang di janjikan. Minimarket di depan komplek. Joanne berhenti tepat 5 meter dari swalayan. Seorang pria melambaikan tangannya. Dengan napas yang masih terengah-engah ia menarik kursi asal. Ikut duduk dengan seseorang yang mengajaknya bertemu.
"Gila" Joanne mengambil kaleng bir dari tangan si pria.
Si pria hanya tertawa mendengar umpatan dari kekasihnya. Joanne menghabiskan sekaleng bir dalam sekejap, seperti meminum air putih. Membersihkan mulutnya yang basah dengan tangan kanan tidak sabaran.
"Kenapa tiba-tiba?" Joanne mengambil kaleng bir yang baru. Kali ini meminumnya secara santai. Menunggu si kekasih menjawab.
"Kangen" si pria menatap Joanne dengan penuh arti. Joanne mengerlingkan matanya malas. Jika yang dimaksud si pria kangen, artinya 'itu'.
Berpacaran selama 5 tahun, tentu membuat mereka mengetahui luar dalam pasangannya.
"Gue lagi datang bulan" Joanne menjawab asal. Sangat natural untuk seorang pembohong. Sebenarnya masa haid Joanne sudah selesai dua minggu yang lalu. Itu berarti sekarang masa suburnya.
"Kita udah kenal luar dalam sayang" si pria tertawa "Gue tau lo bohong. Sekarang kan jadwal masa subur lo" si pria menurun naikkan alisnya.
"Sial" sarkas Joanne. Si pria tertawa penuh kemenangan.
"Fuck"
Bukan. Itu bukan mereka.
Joanne dan kekasihnya sontak menoleh ke sumber suara. Dari seberang tempat mereka berada, terlihat seorang perempuan sedang dikejar pria. Pria itu membawa botol bir pecah di tangannya. Dan dasi yang terikat di kepala.
"Hei itu gang buntu" ucap kekasih Joanne santai. Tak ada niatan untuk menolong. Melihat si perempuan berkemeja kotak biru itu berlari memasuki gang sempit di depan mereka.
"Gada niat buat bantu lu?" Joanne berdiri dari duduknya.
"Hm?" si pria menaikkan alisnya.
"Sepertinya kita akan bersenang-senang malam ini" Joanne pergi menyusul si perempuan, dengan senyum yang tak dapat diartikan.
🔪🔪🔪
"Aku suka sama kamu"
"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama"
Farrel menyatakan perasaannya kepada Dewi. Perempuan yang lebih tua 4 tahun darinya itu tersenyum.
"Kakak mau jadi pacar aku?" Farrel bertanya sekali lagi.
"Farrel, lo itu masih muda" Dewi menarik nafasnya dalam "Umur gue 21 tahun. Gue udah dewasa. Gue udah semester 5" Dewi melipat tangannya, mendongakkan dagunya.
"Kamu pikir aku mau pacaran sama bocah ingusan kayak kamu?" Dewi tersenyum sinis.
Mendengar penuturan dari sang pujaan hati seperti itu. Farrel menurunkan buket dari genggamannya. Berdiri dari posisi berlututnya.
Perasaannya hancur. Jelas siapa tidak? Ditolak.
"Dan sialnya aku mau"
"Hah?"
"Kamu congek apa gimana?" Dewi mengambil buket dari tangan Farrel. Menghirup wangi dari buket mawar itu "Aku bilang aku mau" Dewi tersenyum.
"Hah?"
"Mulai sekarang kita pacaran. Gada gue elo. Gada kakak adik lagi. Yang ada aku kamu" Dewi lagi-lagi tersenyum.
"Hah?"
Otak Farrel benar-benar kosong sekarang.
cuup
Wajah Farrel sudah semerah tomat sekarang. Dewi mencium pipinya. Farrel memerjapkan matanya berkali-berkali
"I-ini b-beneran?"
Dewi mengangguk. Memeluk Farrel. Farrel membalas pelukan Dewi tak kalah dalam.
"Terimakasih"
🔪🔪🔪
Joanne menatap malas pria mabuk yang ada diujung gang. Niat awalnya Joanne ingin menikmati apa yang dilakukan pria mabuk terhadap si perempua berkemeja biru kotak itu. Nyatanya setelah perempuan itu pingsan berlumurkan darah. Si pria mabuk itu pun ikut pingsan.
"Ck!" Joanne menghentakkan kakinya kesal. Niat untuk menikmati hiburannya lenyap. Pria itu tidak apa-apain si perempuan. Hanya memukulnya dengan botol bir hingga pingsan. Dan setelahnya ikut pingsan disamping si perempuan.
"Miris" Joanne mendekati dua sejoli yang pingsan itu. Sesekali menendang si pria mabuk untuk sadar.
"Hahaha" seorang pria tergelak di belakang Joanne "Gue pikir bakal ada hiburan, yaaah lumayan liat dia pingsan juga hiburan" si pria menghapus air matanya, sesekali memegang perutnya yang sakit akibat tertawa.
Joanne mengambil tas si perempuan. Joanne membalikkan tas si perempuan, mengeluarkan semua isinya sembarang. Mengambil dompet si empunya.
"Wow anjir, lebih tua dari lu. Gue kirain tadi nih cewek 16-an" si pria membaca tanda pengenal si perempuan. Joanne mengerling malas "Upss sori, hehe gue lupa lu masih 16 tahun" pria itu tertawa lagi "Muka lu boros sih"
Joanne menendang alat vital kekasihnya itu. Kesal. Bagaimana tidak. Perempuan yang pingsan ini berusia 18 tahun, sedang dia berusia 16 tahun.
"Yogi sayang"
Mendengar Joanne memanggil namanya. Yogi yang masih menahan rasa sakit di bagian juniornya itu hanya berdehem menyauti.
"Sleep with her"
Yogi yang sedang membungkuk menahasn sakit, langsung menegakkan badannya. Membelalakkan matanya.
"Lo bilang tadi kangen kan?" Joanne sibuk melepaskan pakaian si perempuan.
"Lo gila Jo? Oke gue lupa lo emang gila" Joanne tetap sibuk melepaskan satu persatu pakaian si perempuan. Yogi tentu terkejut "Maksud lo gue lakuin disini gitu? Kalau ada wartawan yang liat gimana angji!!"
"Yogi sayang, lo lupa ya" Joanne menoleh sebentar menatap kekasihnya "Ini di Toronto, Canada" Joanne membentangkan tangannya "Gada yang ngenalin kita artis disini"
Joanne berdiri menepuk bahu Yogi "She's virgin. Cocok ma tipe lo" Joanne memandang remeh perempuan pingsan yang sudah seratus persen tak ditutupi pakaian.
Yogi hanya diam di tempat. Menelan ludahnya. Joanne mengitari si perempuan. Memijak tangan kanannya.
Kreek
Joanne mematahkan kaki si perempuan dengan tijakannya "Just fukcing her, atau gue bunuh dia?" Joanne memindahkan kakinya ke arah jantung si perempuan. Hendak menginjak jantung si perempuan "Ewh gue paling benci perempuan polos. Apa lagi perawan" Joanne mendalamkan tijakkannya.
"You're bitch!" Yogi mendorong Joanne.
Joanne tertawa terbahak-bahak "Nice choose baby"
Yogi menatap nyalang Joanne. Joanne menatap remeh Yogi. Mengeluarkan pisau dari sakunya.
"Jadi gamau ya?" Joanne menyayat pergelangan si gadis.
"You're not bitch, you're pshyco!"
Joanne tertawa penuh kemenangan. sedangkan Yogi mau tidak mau menuruti. Kenyataan kekasihnya ini memang psikopat gila.
"As always baby" sinis Joanne, bangga.
"That's why i love you" Yogi mengecup sekilas bibir Joanne. Lalu beralih ke perempuan pingsan "Thank's baby"
"Any time honey"
T B C
Jul 31 19
Opqrsls
ESTÁS LEYENDO
J O A NN E
RomanceShe's sweet but pshyco. The Innocent Pshyco. The rl badgirl. . . . . . . CERITA INI MURNI IDE DARI AUTHOR!!! BAHKAN SEBELUM PSHYCO RV ADA CRITA INI DULUAN ADA!!!!!!!!!
