1

31K 1.4K 65
                                        

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


- G U I L T Y P L E A S U R E -






"Selamat pagi, hyung."

Sapaan itu membuat pria yang tengah menyiapkan sarapan lantas menoleh dengan senyum lembut di bibirnya.

"Selamat pagi Jungkook," balasnya, menatap saudaranya yang telah rapi dengan tas menggantung di sebelah pundaknya.

"Aku benci kelas pagi," gerutu Jungkook seraya menguap pelan. Langkah kakinya membawanya pada sang kakak di meja makan.

"Jam berapa kau tidur semalam?" Jimin tersentak pelan saat Jungkook membenamkan wajah di bahunya dari belakang.

"Seperti biasa," gumam Jungkook.

Hembusan nafasnya menggelitik kulit leher Jimin, membuat bulu kuduknya terangkat dengan seberapa dekat mereka.

Ia lantas berdehem pelan untuk menyadarkan diri dari pikirannya sendiri lalu sengaja mengacak rambut sang adik, yang menambah keluhan dari pria itu.

"Kau harus berhenti bermain game sampai larut malam jika tidak ingin tertidur di kelas mu lagi, Jungkook."

Jungkook berdecak, bergerak mundur seraya memutar bola matanya yang langsung membuatnya mendapatkan pukulan.

Jangan memutar─"

"Memutar matamu padaku saat aku memberitahumu, Jeon Jungkook." Ia memotong ucapan itu dengan menirukan suara Jimin yang sudah sangat di hafalnya.

Melihat kelakuannya, Jimin mendengus lalu memutar bola matanya pada sang adik.

"Lihat, kau sendiri memutar matamu padaku. Kau tidak bisa menyalahkan ku karena aku belajar darimu, hyung."

"Diam dan cepatlah sarapan, atau kau akan terlambat." Jimin kembali ke dapur untuk menyelesaikan kegiatannya. Mengabaikan Jungkook yang tersenyum penuh kemenangan di belakang karena sekali lagi membuat saudaranya tidak bisa berkata-kata melawannya.

"Sebenarnya, temanku sudah menungguku di bawah untuk memberiku tumpangan. Jadi aku akan berangkat sekarang." Jungkook meraih sandwich. Menatap polos pada Jimin yang kini kembali menghadapnya dengan alis berkerut.

"Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal dan malah membuat temanmu menunggu─"

Kata-kata Jimin terputus begitu Jungkook tiba-tiba memberikan kecupan secepat kilat di pipinya lalu berlari. "Berhenti mengomel, kau akan cepat tua. Aku berangkat sekarang!"

Jimin bahkan tidak bisa marah karena terlalu terkejut. Jarinya menyentuh tempat bekas ciuman itu.

Suara umpatan Jungkook yang sepertinya menabrak sesuatu, langsung membuatnya tersadar. Pipinya memanas karena pikiran ceroboh yang hampir masuk ke dalam kepalanya.

Guilty Pleasure (stepbrother) [KM] ✓Stories to obsess over. Discover now