Suara motor yang melewati depan rumah dipagi hari, membangukanku hari ini, tanpa sadar tenyata aku berada di atas lantai sudut kamar. Ah aku teringat, semalaman aku menangisi laki-laki bajingan!! Aku merasa malu pada diri sendiri, kenapa harus menangis untuk laki-laki tukang selingkuh itu.
Namaku Valery Dwi Puspito, aku biasa dipanggil Vey, dan aku baru berumur 17th, aku kelas 2 SMK, disalahsatu SMK negeri di Kota A, untung saja hari ini hari minggu aku tidak perlu berangkat ke sekolah dengan mata sembab yang menjijikan.
Semalam, aku pergi ke acara ulang tahun temanku, awalnya aku ingin datang dengan Rafi, ya... dia pacarku. Sebelum hari itu aku sudah mengajaknya berkali kali, tapi ia menolak dengan berbagai alasan, entah apa maksudnya aku tidak pernah menaruh curiga.
Akhirnya aku datang dengan teman sekelasku, ya... sebenarnya aku tidak masalah Rafi bisa ikut atau tidak, aku juga tidak pernah berfikir untuk memperkenalkan ke teman" yang lain, dalam hubunganku hanya beberapa orang saja yang tau, ya mungkin bukan perihal baik untuk menyembunyikan hubungan, tapi aku dan Rafi sudah pacaran selama 6 Bulan, hmm gak terlalu lama juga sih, aku emang sayang sama dia, tapi aku tipe orang yang gabisa nunjukin rasa sayang aku ke orang lain secara terang"an, dan ternyata keputusanku untuk nyembunyiin hubungan itu salah! salah besar!
Malam itu, hari dimana acara ulang tahun temanku. aku melihat dia memberikan ucapan dan kado ke temanku, aku gak tau maksudnya apa, ku kira memang mereka berteman, tak lama kemudian aku melihat Rafi mencium temanku itu, tanpa sadar aku datang dan menampar Rafi.
Aku : "Apa apaan ini?, maksudnya apa?" (tanyaku dengan nada marah)
Rafi : "Vey?kamu juga disini?" (tanyanya sambil kebingungan melihatku ada disitu)
Ica : "Vey, apa apaan sih, kenapa kamu nampar cowoku?" (tanya ica temanku)
Aku : "ha? cowomu? asal kamu tau dia udah pacaran sama aku lebih dari 6 bulan, dan dia bisa jadi pacarmu?" (tanyaku dengan emosi)
Ica : "apa? tunggu" berarti dia pacarmu? aku dan dia sudah hampir 2 minggu pacaran, kalau aku tau si cowo ini pacarmu aku gabakal mau!" (kata ica sambil menatapku)
Rafi : "tunggu, aku bisa jelasin ke kalian berdua" (katanya sambil kebingungan)
Ica : "gaada yang perlu lo jelasin, sekarang pergi lo dari sini, dan bawa lagi kado yang udah lo kasih, kita putus!" (kata ica pada Rafi)
Rafi : "Vey, lu percaya kan sama gw, gw bisa jelasin" (katanya sambil memegang tangabku)
Aku : "Cukup raf, aku gamau lagi dengerin omonganmu, kita udahan aja ya, aku gabisa maafin orang tukang selingkuh, yang gapernah bersyukur" (kataku sambil menahan tangis)
Ica : "Maaf, Maaf Vey gw gatau sama sekali kalau dia cowomu". (tanyanya sambil meluk aku)
Aku : "Maaf ca, acara ulang tahunmu rusak grgr aku".
Ica : "Gakk, gaakk ada yang lebih penting dari lo!" (katanya dengan nada tegas)
Aku : "maaf ya ca, kayanya aku harus pulang nenangin pikiran."
Ica : "gw paham kok, mau dianter ga sama abang gw?" (katanya sambil ngusap" pipiku)
Aku : "gausah ca, aku pulang dulu ya".
Sesampainya dirumah, aku langsung ngelepasin foto" Rafi dikamarku, dan aku potong" sampe ga keliatan tu muka cowo tukang selingkuh, dan dengan bodohnya aku nangis sampe ketiduran dilantai.
Oke princess, Hari ini lo udah bebas dari cowo bajingan, dan lo bisa bebas nyenengin diri lo sendiri. Cukup nangisnya cukup sedihnya, Dan inget gaada kata balikan buat mantan!
