🌿🌿🌿
" Besok-- " aku meliriknya dengan malas, apa lagi yang ingin di bicarakan huh
" kamu sudah bisa masuk "
Aku menatapnya tajam. dia, Dia orang yang sangat aku benci, orang yang sangat ingin ku hilangkan dari bumi ini. Dia ayahku.
" Whatever " Aku melangkahkan kaki meninggalkannya
Di situasi seperti ini hanya satu tujuan yang terlintas di pikiranku, warnet.
Tempat dimana aku melampiaskan kemarahanku dengan bermain game, aku bergegas meninggalkan rumah sial itu.
Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan rata-rata, aku tidak habis pikir kenapa ayah harus menyuruhku untuk sekolah? padahal aku sudah homeschooling, apa lagi coba? gurunya juga berkelas
aku meremas rambutku frustasi, sial.
" oke, akan aku turuti" Aku terseyum
-Lucky
