Ku langkahkn kakiku menuju taman yang kini nampak sunyi.. Kakiku melangkah mengahampiri dia yang duduk sembari meminum kopi. Ahhh sesekali ia mengusap usap tangannya . Terlihat sekali bahwa sekrang dia sedang kedinginan
Ku hembuskan nafasku kasar.
"Huftt. Sasori kun"panggilku
Lelaki yg. Ku anggap mateku itu kemudian tersenyum melihat kehadiran ku...
Wajahnya nampak pucat hmmm ku akui suasana saat ini sedang dinginnn..!!! Bahkan sangat dingin... Wajahnya seakan berbicara bahwa dia sedang tak enak badan Tapi yang ku herankan. Kenapa dia tetap saja mau ku suruh pergi ketaman..
"ah hinata chan "Ucap nya lalu berdiri mengahmpiri ku yg masih membeku memikirkan keadaanya saat ini... Tak lama ia mengacak acak rambutku
"Ne ada apa kau memanggilku dalam keadaan sedingin ini ?"Ucapnya diikuti suara menggigil. Tanpa perlu bertanya sasori pasti sudah bisa menebak... Ya allasanyya Simple karna aku selalu mencari dia ketika aku sedih
Aku menggigit bibirku pelan... Maafkan Hinata mu ini. Yang seenak jidatnya masih tergantung padamu.
"Ku tebak pasti kau ada masalah dengan bastard of uchiha itu kan" Sasori.
Aku mengangguk pelan.
"Dia selingkuh. Hiks... Sss. Aku memutuskan hubungan dengannya. Hiksisskk"tangisanku pecah
Brukkk. Sasori memelukku membawa kehangatan di bawah badai salju dan membawa ketenangan dikala rasa sakitku bergejolak
.
.
.
.
.
"aaaaaaaaaaaa" Teriakku dibawah badai salju
"Hahhh"sasori menatapku bosan.. Mau sampai kapan hinatanya ini akan berteriak terus?
"sudah ne saso kun"Ucapku diikuti semburat malu malu dipipiku
"apa kamu masih mau lagi jatuh cinta dan sakit hati? "tanya nya sembari memegang bahuku.. Matanya menatapku dengan sejuta keyakinan
Aku menggeleng . Mana ada manusia yg mau sakit hati? Mustahil bukan!!!
"ada saatnya jatuh cinta.. Tapi saatnya bukan sekarang"ucap sasori menjeda omongannya
"jadi? " lanjut sasori
"Ne??? "Ucapku kebingungan
"Berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan jatuh cinta apa lagi pacaran dengan seseorang sebelum kamu lulus SMA" ucap Sasori
Aku tanpa pikir panjang menuruti ucapannya.. Ah Harus kalian ketahui aku masih kelas 11 SMA.. Ku ucapkan sayonara pada segala masa bucin ku...
"Janji kelingking"Ucapku sembari mengacungkan kelingkungku.. Sasori pun membalas Acungan kelingkingku
.
.
.
.
Ting. Tong
Suara bell rumahku berbunyi.... Ahh rasanya aku sangat malas membuka pintu... Dengan sejuta keterpaksaan
Kulangkah kan kakiku menuju pintu utama dirumahku
"Sasori kun.. "ucapku debgan mata berbinar binar. Rasa malasku hilang seketika
Ia hnya tersenyum.. Tapi ini aneh.. Kenapa dia membawa koper yg besar???
"Hinata chan... Aku harus pergih ke Suna. Aku ingin mengejar cita citaku.... "ucapnya dengan hati hati
"ke...na.. Pa"Ucapku terbata bata. ..
"siapa?
Siapa yg. Hiskk se....lalu ada untukku kalau kamu tak ada?. Siapa yg Memarahi Uchiha itu kalau kamu gak ada hiks.. "ucapku diikuti tangisan ku
Dia mengusap air mata ku.. matanya seakan akan membangkitkan kepercayaan ku
"Percayalah aku pergi untuk Kembali"
Sasori
Dia memelukku sekejap..
Tak lama ia melangkah kan kakinya menuju mobilnya yg berada tepat didepan rumahku.. Mobil hitam itu kemudian berjalan kencang meninggalkan rumahku dan aku yg masih setia menatap mobil hitam itu yg mulai melaju menjauh
.
.
.
.
Hari ini semester kedua Aku dikelas 11... Rasanya waktu berjalan dengan cepat.. Perihal sasori. Aku sudah menuliskan surat untuknya. Tapi entah kenapa aku tak mendapat surat balasanya...?? Apa dia ingkar janji???
Hatiku kosong benar benar kosong
Sampai pada akhirnya aku jatuh cinta dan mengingkari janjiku yaa pada sosok itu lelaki yg hampir mirip dengan sasori.... Warna rambutnya dan wajaahnya.. Dan jujur aku terpukau olehnya aku jatuh cinta pada sosok yg mirip dengan Sasori sosok itu bernama Gaara. Saabaku no gaara... Bodohnya aku yg Melupakan janjiku pada sasori, Orang yang kuanggap jodohku sejak pertama kali aku mengenalnya.
"Maafkan aku my mate"ucapku sembari melihat langit jingga.
"Hai hinata chan sudah lama menungguku? "ucap gaara sembari membawa peralatan melukisnya. Ya dia sangat suka menggambar. Jujur aku tak suka menggambar.. Aku menggambar hanya agar dekat dengannya..
Aku mengangguk pelan.
.tanganya mulai menuntun tanganku mennggoreskan buku yg nampak kosong itu dengan pensil Faforitnya
Jantungku rasanya berdebar2
"apa ini saatnya? "Batinku
"mungkin.. Ayoolah hinata semangat "batinku menyemangati diriku sendiri
Aku menarik nfasku dalam dalam..
"ne gaara kun"ucapku yg membuatnya menghentikan kegiatan melukisnya
"Hm? Nani? "ucapnya menatapku
"Aisthiteru"ucapku pelan lalu menunduk
Gaara menatap ku datar....
"aku gak dengar"ucapnya sengaja..
"hn? "
"aishiteru"
"Gomen. Aku tak bisa... Aku gak pernah mikirin soal cinta. Jika kamu ingin menggambar hanya untuk urusan cinta.. Jangan lagi... Dan satu hal anggap saja kita tak pernah kenal.. Jujur aku ilfil dngn segala kebucinan mu"ucap gaara sembari mengemasi perlengkapan menggambarnya... Kemudian
Meninggal kan aku yg ironisnya mulai menangis
"andai disni ada sosori kun... Andai sasori kun tidak pergi.. Aa hinata bakaaaaaaa kenapq kau mengingkri janji pada mate mu sendiri "maki ku pada diriku sendiri
Tanganku merogoh tas kecilku menulis surat yg mungkin akan ku kirimkan pada sosok yang ku sebut mate itu....
.
.
.
Hari ini adalah diamana masa putih abu abu telah usai... Hmm tepat sekali. Ini adalah hari perpisahan.........
Sama halnya seperti remaja pada umumnya aku sibuk mengabadikan foto dengan teman temanku. Yaa ini perlu!!! Untuk kenang2.n misalnya..
Tp tak lama aku kembali mengingat nyaaa seseorang spesial yg selalu ada untukku.. Yaps benar dia adalah sasori.. Mateku.
"Andai ada Sasori kun. Jangan ngarep deh Hinata bakaaa.. Suratmi aja gak dibales apa lagi ngarep dia datang kesini?.mustahilllll.'ucapku sembari menatap langit
Ternyata tanpa kusadari seseorang dari seberang memakai seragam army datang menghampiriku.
Kakiku ingin melangkah memeluknya tapi keterkejutan ku membuatku membeku...
Brukkk.. dia berlari ke arahku dan memelukku..
Aku menangis penuh haru dipeluknya.
Inilah pertemuan yg sedari dulu aku impikan.... hingga sesuatu menyadarkan ku... Yaa perihal akupernah berpaling darinya
'Gomen.. gomen aku sudah mengingkari janjiku"Ucapku menunduk
Dia menatapku dg penuh kelembutan
"aku sudah menyuruh orang untuk memantaumu dari kejauhan dan qku juga sudah memaafkan mu.... Maaf aku tak pernah membalas surat darimu karena Aku sedang berusaha memulihkan luka ."ucap Sasori jujur
'gomen... "Ucapku menunduk
Tak lama Sasori berjongkok di depanku dg berbekal cincin yg beraadaa diwadah berbentuk love
"Will you marry me?'sasori
Sontak aku dan Sasori menjadi pusat perhatian..!!!!
"tunggu lah aku ... Seperti aku menunggumu... Aku ingin menggapai cita citaku dulu"ucapku sembari menarik tangannya dan berlari dari kerumunan orang yg sedari tadi menontonku dan Sasori
Sasori berbicara pelan padaku...
"Bales dendam kau himmme".ucapnya sembari mencubit pipiku yg gembul
Aku pun hanya menjulurkan lidahku kepadanyaaaa..
ESTÁS LEYENDO
My Mate (One shot)
De Todo"Sekian dan terimakasih " Tawa Nya Yang membuat ku membeku seketika
