"Hei, lo maba juga disini?"
Tanya seseorang sambil mencolek lengan Chimon. Chimon yang sedang fokus pada ponselnya reflek menoleh kearah si empunya suara.
"Ehm, iya. Lo juga maba disini?" Chimon balik bertanya.
"Iya.. kenalin nama gue Nanon." Jawab orang yang ternyata bernama Nanon sambil mengulurkan tangannya.
"Gue Chimon." Ucap Chimon sembari membalas uluran tangan Nanon.
Hari ini adalah hari pertama Chimon di kampus sebagai mahasiswa baru. Semua yang ada sangat asing bagi Chimon. Dan berkenalan dengan teman baru seperti Nanon adalah suatu keberuntungan baginya, setidaknya ada teman meskipun hanya seorang saja di tempat yang belum pernah dia datangi ini.
Chimon berjalan pelan memasuki pintu gebang kampusnya dengan Nanon disampingnya. Sambil berjalan, keduanya asik berbincang.
"Lo dari mana?" Chimon kembali bertanya.
"Gue dari Chiangmai. Kalo lo darimana?"
"Gue deket sama nih kampus."
"Enak kalau deket, jadi lo gak usah tinggal di Condo kayak gue dong."
"Gue juga tinggal di Condo, kok."
"Kenapa lo tinggal di Condo? Rumah lo kan dekat?"
"Ehm... gak apa-apa sih, gue cuma suka aja."
Chimon tersenyum pada Nanon dan dibalas senyuman juga oleh Nanon.
"Untuk semua para mahasiswa baru, segera berkumpul di aula."
Suara sound yang tertempel pada dinding menggema di seluruh penjuru kampus.
"Ayo.."
Nanon menarik tangan Chimon, berlari menuju aula, sementara Chimon hanya diam tak menolak perlakuan Nanon. Biarkan saja Nanon memegang tangannya, yang terpenting dia tidak kesasar di tempat seluas ini.
Keduanya berlari melewati koridor kampus masih dengan bergandeng tangan. Banyak orang yang menyaksikan keduanya dengan tatapan aneh.
Chimon menoleh kekanan dan kekiri. Dia merasa risih dengan pandangan yang diberikan oleh orang-orang yang ada disekitarnya itu.
"Udah jangan hirauin mereka. Yang penting kita nggak telat sampai ke aula." Ucap Nanon seakan mengerti jalan pikiran Chimon.
Keduanya sudah sampai di depan aula. Tampak para maba sudah banyak yang berkumpul di aula.
Sesegera mungkin keduanya masuk dan berkumpul di barisan para maba.
"Huuuh.. untung aja kita nggak telat." Ucap Nanon sambil ngos-ngosan.
"Kata siapa kalian nggak telat?" Suara seseorang mengagetkan keduanya. "Kalian telat satu menit, bro."
Nanon dan Chimon menoleh keasal suara dibelakangnya.
"Hei, kenalin gue Sing. Maba juga disini." Ucap orang yang dibelakang Chimon tadi dengan cengengesan.
"Gue Chimon, dan ini Nanon."
"Oke, mon sama kamu non, kita bisa temenan dong."
Keduanya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala mendengar penuturan Sing yang langsung sok akrab.
-
-
-
-
Hampir satu jam para maba menunggu di aula, tapi belum ada tanda-tanda kemunculan para senior mereka yang menjabat sebagai anggota hazer. Sementara suasana di aula sudah mulai riuh dengan percakapan antara para maba.
YOU ARE READING
Actually, He is...
Fanfiction"Menikah bukan sekedar karna kita saling mencintai, tapi juga harus dengan seberapa dewasa kita menghadapinya."-Pluem "Lamanya hubungan, tidak menentukan kita bisa berjodoh, apalagi jika godaan orang ketiga muncul."-Chimon cerita tentang bagaimana k...
