Prolog.

49 12 0
                                        

November 2018
Hari ini sangat cerah. Mentari bersinar begitu riangnya. Burung bernyanyian di dahan pohon. Namun, tidak untuk seorang pemuda. Ada pertanyaan yang sangat aneh di dirinya.
"Siapakah aku."
"Aku ini siapa."
"Untuk apa aku ada."

Kata itu terus berputar bagai bianglala. Dia tak tau lagi harus menjawab bagaimana.
Dia terduduk di bawah pohon. Merenung dan menunggu senja. Ponselnya berdering.

Candra.
Oi... Pa kabar lu.
Tadi kenapa gak masuk.

Satria.
Baik kok.
Yahh.. Males aja sih.

Candra.
Lu masih galau??🧐

Satria.
Apaan sih.

Candra.
Bukanya lu kemarin abis
Putus sama si Rina?

Satria.
Hmmm..

Candra.
Ya ampunn..
Bucin amat sih lu.

Satria.
Nggak itu.
Gw bingung.
Gw ini siapa?
Untuk apa gw ada?

Candra.
Hmm...
Liburan mau ikut nggak?

Satria.
Kemana?

Candra.
Berpetualang lah..
Rencanaku sih mau
Berkeliling kota kita.
Bojonegoro.

Satria.
Oke aku ikut.
Tapi ajak temen lagi lah..

Candra.
Siaaappp..

Satria mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Lalu dia mengingat masa-masa bertemu dengan Rina. Wanita yang sangat dia sayangi setelah ibunya.

Agustus 2017
Hujan masih menghiasi langit. Jarum pendek sudah di angka 2. Tanda semua siswa bersiap untuk pulang. Hujan masih lebat. Ada beberapa siswa yang nekat. Satria memutuskan untuk menunggu. Dia duduk di depan kelas. Dia saat itu masih kelas 11 SMK.
Ada seorang perempuan yang berjalan kearahnya. Dia duduk di sebelah satria meski agak jauh. Satria mengajak berkenalan karena dia udah mulai bosan.
"Kenalin aku satria. Boleh kenalan?"
"Boleh. Aku Rina."
"Kamu dari kelas apa, baru liat soalnya."
"

Aku anak pindahan, ini hari pertamaku sekolah di sini."
"Ohh.."

Satria paham dan memandang rinai hujan yang mulai jarang.
"Kamu di kelas apa?" Satria membuka obrolan lagi.
"Di kelas 11 TKJ."
Obrolan mengalir deras. Mulai membahas dari asal sekolah sampai hoby. Tak terasa sudah pukul 4 sore dan hujan sudah reda 15 menit yang lalu. Mereka berpisah di parkiran. Namun ada sesuatu yang membuat Satria penasaran. Siapakah dia?

Langit mulai memerah. Matahari mulai tertutup oleh barisan bukit yang berdiri dengan gagah. Satria membuka bukunya. Ia tenggelam oleh setiap kata yang tergores di buku itu. Saat mentari mulai memerah, Satria memutuskan untuk pulang dan beristirahat.

Explore Bumi Angling DharmaStories to obsess over. Discover now