Chapter 1

1K 55 470
                                        

Disinilah, rentetan cerita pahit itu dimulai.
Kamu akan mengerti ketika kamu memahami aksara ini.


Qiarra Avheralda Vallenchya, gadis cantik dengan kulit kuning langsat dan bulu mata yang panjang serta lentik itu membuatnya terlihat menawan.

Gadis berusia 20 tahun itu telah duduk di bangku perkuliahan. Sastra Inggris adalah prodi yang ia pilih.

Sejak kecil Qiarra menyukai hal yang berbau novel dan karya sastra. Sudah banyak buku yang telah ia terbitkan. Dengan aksara yang sederhana tetapi bermakna dalam mampu membius para pembaca di luar sana.

Qiarra, gadis yang sangat pendiam dan misterius. Ada banyak rentetan rahasia yang ia sembunyikan dari orang lain. Ia berusaha menutupi kisah kelam dalam hidupnya, tetapi apalah daya waktu mampu membongkar semuanya.

****

"Are you hungry babe?" ucap Calvin Algeryan.

Qiarra hanya menggelengkan kepalanya. Ia sibuk membaca novel berbahasa inggris yang tebalnya berkisar 500 sampai 600 halaman.

Calvin Algeryan, laki-laki tinggi, manis, dan berkulit sawo matang itu adalah kekasih dari Qiarra Avherlda Vallenchya.

Usia Calvin 1 tahun lebih tua dari Qiarra. Mereka satu kampus tetapi beda prodi. Satu bulan lagi ia akan menginjak semester 7 pada prodi S1 Manajemen. Sebut saja Calvin adalah kating (Kakak Tingkat). Sementara Qiarra sebentar lagi akan menginjak semester 5.

"Kamu nggak capek baca buku terus?" Calvin menatap Qiarra dalam-dalam.

"Aku lebih capek dengerin kamu ngomong," jawab Qiarra ketus.

"Look at me Ra, are you still angry?"

"Yes." Qiarra hanya menjawab satu kata dan berlalu meninggalkannya.

"Ngeselin juga punya pacar ngambek-an mulu, apa gue cari yang lain aja kali ya," ucap Calvin lirih.

"Seenak jidat aja lu Vin kalau ngomong," ucap Radit sambil menepuk bahu Calvin. Ia baru saja datang menghampiri Calvin.

Radit Putra Anggora, nama yang cukup unik bukan? Ya sesuai namanya Anggora, ia sangat menyukai hewan kucing. Terdapat 25 kucing peliharaan di rumahnya. Ngomong-ngomong itu rumah atau panti asuhan perkucingan??

Ibu Radit memang seorang pencinta kucing, tak heran jika nama belakang anaknya dinamai Anggora.

Radit, laki-laki tinggi, berkulit putih dan lumayan tampan itu sangat absurd, aneh dan kocak.

Radit adalah sahabat sedunia akhirat Calvin. Dimana ada Radit disitu pasti ada Calvin.

"Sejak kapan lo disini?"

"Nggak penting banget pertanyaan lo. Heh Vin, gue kasih tau ya ke lo. Banyak yang ngantri pengen jadi pacarnya Qiarra di luar sana. Lo udah beruntung dapetin dia, eh malah lo sok sok an mau cari yang lain, nggak punya kaca lo di rumah?"

"Berisik deh lo Dit. Lo nggak tau rasanya jadi pacar Qiarra itu kayak gimana. Tiap hari di judesin, capek gue lama-lama. Lagian dia yang harusnya beruntung dapetin gue."

"What? Nggak salah denger gue? Dia beruntung dapetin lo?Otak lo udah mulai nggak waras ya Vin." Radit menatap Calvin dengan tatapan sinis.

"Whatever you say, I don't care." Calvin berlalu meninggalkan Radit.

"Woy, nggak usah sok-sok an ngomong pakai Bahasa Inggris, nilai Communicative English lo aja kemarin dapet C," ucap Radit dengan suara keras.

****

Broken Soul (END ✔️)Des histoires addictives. Découvrez maintenant