Seorang cewek dengan rambut sebahu itu sedang mengamati bangunan yang ada dihadapannya. Teman baru, guru baru, dan sebuah kisah baru. Ya, dia adalah murid baru dari Bandung dan pindah ke Jakarta karena pekerjaan Ayahnya. Cewek itu pun mulai melangkahkan kakinya ke SMA barunya dengan tersenyum.
"Permisi, Ruang Kepala Sekolah dimana ya?" tanya cewek itu dengan sopan kepada seorang cowok yang lewat. Cowok bertubuh tinggi dan wajah diatas rata-rata.
Cowok itu mengamati cewek dihadapannya dari atas sampai bawah lalu tersenyum. "Lo murid baru?" tanyanya.
"Iya."
"Gue Raffi" cowok itu mengulurkan tangannya.
Cewek itu membalas uluran tangannya, "Senja."
"Yuk, gue anterin ke Ruang Kepsek" ajaknya.
Senja pun mengangguk. Sepanjang perjalanan dikoridor banyak siswi yang menyapa cowok itu dan cowok itu hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
Tok. Tok. Tok.
"Permisi pak," cowok itu mengetuk pintu.
Pintu ruangan itu terbuka, menampakkan sosok pria paruh baya. "Raffi" cowok itu menyalami tangan Pak Hadi---Pak Kepala Sekolah diikuti Senja.
"Kamu Senja ya? Ayo masuk," suruh Pak Kepala Sekolah.
"Senja, kamu masuk dikelas 11 IPA 2 ya," berutahu Pak Hadi.
"Iya Pak," Senja mengangguk.
"Permisi pak, anak ini mau bolos lagi," ujar seorang satpam yang masuk bersama seorang cowok berpenampilan urakan.
"Raka.. Raka.. Saya bosen denger kamu bikin ulah terus tiap hari," Pak Hadi menggelengkan kepalanya.
Sementara cowok yang dipegangi Pak satpam memutar bola matanya malas, "terserah gue lah."
"Raka, yang sopan," beritahu Raffi.
"Emang lo siapa gue ha?" tanya cowok itu dengan sombong.
"Pak, kali ini jangan hukum Raka ya. Habis ini tidak akan diulangi cowok," Raffi berusaha membela cowok itu.
Pak Hadi menghela napas pelan, "Yasudah, karna Raffi yang minta kamu tidak akan saya hukum. Tapi sekarang kamu langsung masuk kelas dan jangan bolos lagi."
Cowok itu langsung pergi tanpa berpamitan. Senja yang menyaksikan hanya takut kalau semua temannya akan seperti itu. Bahkan ia pernah dengar kalau ibukota lebih kejam daripada ibu tiri.
"Raffi, kamu antar Senja kekelasnya ya," suruh Pak Hadi.
"Iya Pak. Kami permisi dulu," Raffi dan Senja berpamitan.
"Kenapa lo belain dia?" tanya Senja ditengah perjalanan menuju kelasnya.
"Nggak belain. Semua kesalahan juga bisa dimaafin," ujar Raffi dengan lembut.
"Kan dia bolos," ujar Senja.
Raffi hanya tersenyum. "Ini kelas lo," ujarnya. "Yuk masuk."
Kelas yang awalnya gaduh langsung senyap. Mereka menatap Raffi dan Senja dengan tatapan heran.
"Raffi kesini nyariin aku ya?" tanya seorang cewek yang mukanya seperti tembok TK.
"Nggak. Gue kesini nganterin murid baru," berutahu Raffi.
"Nama gue Senja Mutiara. Kalian bisa panggil Senja," Senja memperkenalkan.
"Kalo manggil sayang boleh ga?" tanya seorang cowok berambut ikal.
"Huuuuu" beberapa anak cowok lain langsung menyoraki cowok tadi.
"Yaudah, gue permisi," Raffi berpamitan dan tersenyum pada Senja.
Senja mengedarkan pandangnnya mencari tempat duduk yang kosong. Senja duduk dibangku nomor dua dari belakang.
"Hai, gue Embun," sapa cewek yang duduk disebelahnya.
"Senja,"
"Lo kenal sama Raffi?" tanya Embun.
"Tadi gue nggak sengaja ketemu didepan," beritahu Senja.
"Tapi jarang-jarang loh ada cewek yang deket sama Raffi. Meskipun cuma jalan bareng."
"Emang Raffi itu siapa?" tanya Senja.
"What?! Lo gak tau dia siapa?" tanya Embun dengan heboh.
Senja menggeleng.
"Dia itu Ketua OSIS disini. Semua cewek disekolah ini pengen jadi pacarnya," beritahu Embun.
"Oh," jawab Senja.
"Kok cuma oh sih ja," keluh Embun.
"Terus gue harus gimana?" tanya Senja polos.
"Sebagai murid baru yang sangat polos. Bahkan sepolos pantat bayi, lo harus tau kalo ada dua cowok disekolah ini," Embun mengatkannya dengan serius.
"Dua?" tanya Senja. Apa mata Embun bermasalah? Hanya melihat dua cowok saja disekolah ini?
"Pertama, Raffi. Dia cowok pinter, ganteng, juga ketua OSIS. Semua guru deket sama dia.
Kedua, Raka. Most wanted yang suka bolos, ngerokok, tawuran segala macem," jelas Embun panjang kali lebar kali tinggi.
Kringggg. Bel masuk berbunyi. Dan pikiran Senja masih dengan kedua cowok yang Embun katakan tadi.
🍂🍂🍂
YOU ARE READING
SENJA
Teen FictionSenja bertemu dengan seorang cowok dihari pertamanya bersekolah, cowok yang ramah dan baik menurutnya. Tetapi dihari yang sama, ia juga bertemu dengan most wanted disekolah barunya. Hingga pada akhirnya kedua cowok itu menyatakan perasaannya pada Se...
