Untukmu aku berserah

56 9 0
                                        

Di kesendirian yang kini aku rasakan aku sesekali mengeluh pada Tuhan menanyakan perihal keadilan tentang apa yang Ia putuskan. Tak jarang pula di kesendirian yang aku rasakan diriku menjadi pribadi yang banyak keluh bahkan makin hari keluh ku ini makin menjadi-jadi. Bahkan terkadang ditengah riuhnya malam yang dihiasi rembulan yang indah, tak jarang pula diriku meneteskan air. Air yang bagi orang yang sedang patah hati sangat akrab menyapa mereka ketika lara. Ya, air itu adalah air mata, yang terkadang bila diri merenung dikesendirian tak jarang air itu menetes. Tak salah bila diri kita pernah bersedih sampai-sampainya kita meneteskan air mata. Itu menandakan diri kita sebenarnya masih mempunyai hati yang tulus dan kita pantas disebut sebagai manusia yang mempunyai hati, walau terkadang sering disakiti.

Ada pelajaran yang kita ambil dari tiap kejadian yang membuat kita jadi terpuruk hingga terseok-seok. Ada: Jatuh, bangun lalu jatuh lagi. Sebenarnya itulah kekuasaan dan tanda kasih sayang pencipta alam terhadap hamba-Nya. Pada fase-fase yang membuat kita luluh-lantah kita patut bersyukur sebab kita terlatih menjadi manusia yang tahan letih akan cobaan yang membuat kita tertatih-tatih.

Di uji Tuhan agar kita tak menjadi manusia yang lemah, sebab ditiap ketentuan Tuhan Ia tak pernah salah takaran yang ia berikan. Pada dasarnya Ia hanya ingin menjadikan kita sebagai manusia yang kuat akan terpaan cobaan yang tak henti-henti nya. Agar apa? Agar kita tahu bahwa hidup yang kita alami memaang sekeras dan sekejam ini.

Untuk itu aku berserah. Berserah atas hati yang patah sebab perkara patah hati yang kualami ini ku jadikan untuk mengubah diriku agar tak lagi payah. Teruntuk kita yang; Pernah.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 08, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Sebuah duka tentang kitaStories to obsess over. Discover now