Namanya Keira.
Ia gadis dengan sejuta mimpi dan harapan, ia bermimpi suatu hari nanti ia akan menjadi seorang ilmuan. Ilmuan besar yang sering ia baca dalam buku sejarah. Ia ingin membawa kaki kecilnya berkelana di Eropa lalu berakhir di tanah kelahirannya, bumi pertiwi. Ia juga pecinta sastra, meski bukan sastra berat seperti kawan-kawannya di kampus.
Suatu ketika ia melihat sebuah ajang perlombaan di situs internet, "Menulis essai tentang mimpi". Iseng-iseng ia mengikuti perlombaan itu, barangkali ia memiliki peluang untuk menang. Terlebih hadiah utamanya ialah berlibur selama 10 hari di Eropa.
Siapa sangka keisengannya membuahkan hasil, bermodalkan 50 ribu rupiah, ia terbang dari Indonesia ke Eropa. Membawa mimpinya untuk berkelana disana meski dalam waktu singkat dan terbatas. Disanalah kisahnya mulai lebih bewarna. Lebih berambisi sekalipun nyaris hilang harapan.
✈✈✈
Lelaki itu duduk di kursi rodanya, menatap sendu keluar jendela. Ada lapangan basket disana, dulu ia masih memiliki kesempatan untuk bermain basket disana. Tapi tidak kali ini. Rasanya ia ingin sekali membanting miniatur pesawat terbang di tangannya agar hancur seperti hatinya tanpa sisa. Sayangnya, miniatur pesawat itu peninggalan kakeknya yang telah tiada. Karena tubuhnya yang lemah, ia kehilangan mimpinya untuk menjadi seorang pilot, ia tak lagi mampu bermain basket seperti dahulu. Lalu apa yang tersisa?
Untuk sekedar bernyanyi pun rasanya menyakitkan, melodi yang keluar dari permainan gitarnya begitu sendu.
"Apa tak ada lagi kesempatan untukku meraih mimpi? Mati... mungkin lebih baik, daripada hidup dengan mimpi yang hanya menjadi angan tak sampai."
Dia Allen, mimpinya hilang semenjak dokter memberitahu kalau penyakit jantung yang dideritanya semakin parah.
YOU ARE READING
Hallo Goodbye
RomanceIni tentang mimpi dan harapan mereka yang nyaris putus asa. Hingga garis merah mempertemukan mereka di negara orange dengan sejuta harapan. Ada pertemuan, tentu perpisahan ada tepat dibelakang mereka. Lalu bagaimana, setelah menjadi dekat apa merek...
