"Aku yakin, setiap tulisan pasti menemukan pembaca-nya"
2015
DULU...Kita dipertemukan oleh keadaan,
tanpa sadar ternyata pertemuan kita adalah takdir.
saat itu, kita masih remaja.
masih labil dalam mengambil keputusan.
kita masih sama-sama mencari jati diri yang sebenarnya.
aku ingat saat itu kita pernah tertawa lepas bersama,
kita selalu satu kelompok saat tugas diskusi disekolah.
kita selalu berseteru ketika bersama, padahal,selalu saling merindu saat tak terdengar kabar.
kita lama bersama, mungkin 2 tahun ?
karna kita sekelas selama 2 tahun berturut-turut.
tapi, ntah kenapa 2 bulan terakhir hubungan kita mulai renggang.
kita saling menyalahkan, atas suatu masalah yang sepele.
hingga pada akhirnya kita benar-benar harus terpisah,
kau tau ?
ditahun berikutnya aku terpisah dari teman-temanku.
aku berada dikelas yang menurutku asing.
saat aku berada dikelas ini, aku SENDIRI
kelas ini bukan tempatku
kelas ini yang orang sebut “KELAS UNGGUL”
dari sekian banyak orang kenapa harus aku yang terpisah.
ya, sekali lagi ini adalah takdir.
saat aku berada disana, kita benar-benar kehilangan kontak.
padahal kelas kita berseberangan dengan tangga.
kita pernah saling berpapasan, tapi seolah tak mengenal satu sama lain.
kita benar-benar lupa kalau kita pernah bersama.
di hari-hari berikutnya aku mulai terbiasa dengan lingkungan yang baru.
aku mulai mendapat teman dikelas baru.
hingga pada akhirnya mereka tau tentang kita.
aku lupa, mereka tau dari mana?
perlahan berkat mereka, kita mulai dekat kembali.
masih belum seperti dulu, tapi setidaknya kita sudah seperti orang yang saling mengenal.
singkatnya, kita sudah bersama lagi.
pernah satu hari saat hubungan kita kembali normal.
waktu itu kita disuruh untuk gotong royong lingkungan sekolah,
tiba-tiba sahabatku datang memberi setangkai bunga mawar buatan dari plastik, katanya dari kamu
kamu dapat dari ruangan perpustakaan.
tapi, kenapa aku senang ? lucu.
hari demi hari kita lewati.
kamu masih sering menggangguku ketika berpapasan dikantin.
masih sering usil sama teman-teman perempuan mu, Walau sebenarnya aku cemburu.
senyummu masih manis. walau kata orang kita kayak kopi susu, kamu kopinya.
tak terasa sudah 3 bulan semenjak kita kembali bersama.
tapi, sudah tak semulus kemarin-kemarin.
kenapa ? Tanya ku.
waktu benar-benar berlalu begitu saja.
tepat sekali, hari ini adalah acara perpisahan sekolah kita.
saat ini, hubungan aku dan kamu masih baik-baik saja.
walau mungkin sudah sedikit berbeda.
jujur saja, saat hari perpisahan itu kamu tampan dengan kemeja putih dan dibaluti jas hitam diluarnya.
malam sebelum perpisahan kata kamu, kita harus foto bareng.
tapi, kamu malah asik sama teman-teman mu sendiri.
sampai kita tak benar-benar saling berbicara pada waktu itu.
aku kesal, tapi apa boleh buat?
intinya, di hari perpisahan kita tak bersama.
sekarang, sudah liburan akhir.
kita memilih melanjutkan sekolah yang berbeda.
hanya saja, kita sama-sama memilih sekolah kejuruan.
aku sadar nyatanya kita akan benar-benar berpisah,
aku memberanikan diri untuk mengucapkan ini padanya
awalnya dia menolak, kenapa katanya ? apa alasannya ?
tapi, karena penjelasan ku yang sedikit memaksa.
dia menerimanya, walau sedikit kesal.
kita memilih mengambil jalan kita masing-masing.
akhirnya...
ini awal yang baru, sekolah baru, teman baru.
semuanya berbeda, saat ini sudah tanpa kamu.
tetap aku jalani, dengan senyum dan kebahagiaan.
walau sebenarnya “AKU RINDU” kamu.
hari itu aku bahagia, saat terdengar kabar bahwa sekolah kamu dan sekolahku
akan bertanding di cabang olahraga voli,katanya kamu datang.
kebetulan lomba itu diadakan dilapangan sekolahku.
aku rela bolos jam pelajaran, bodoh kataku.
berharap, bertemu kamu.
dan ternyata harapanku benar, kamu benar-benar datang.
tapi aku sedikit kecewa, kamu hanya menyapa dan tersenyum.
kemudian berlalu.
mungkinkah kamu sudah lupa ?
Sudah 3 tahun, itu adalah pertemuan terakhir kita.
sebenarnya aku malu untuk bilang “AKU RINDU”.
tapi nyatanya aku benar-benar rindu akan sosok seperti kamu.
belum ada yang dapat menggantikanmu saat ini.
ini adalah cerita yang aku ketik kala aku merindukanmu, mulai dari awal hingga akhir.
itu akan menjadi kenangan. Aku belum benar-benar melupakanmu, aku harap kamu pun begitu.
sampai jumpa lagi, setahun lagi, 2 tahun lagi, 5 tahun lagi, sepuluh tahun lagi.
atau bahkan kita tak akan pernah bertemu kembali. Terimakasih untuk sekian tahun yang berkesan.
hari ini, aku benar-benar sangat merindukanmu.
-hanya tulisan penuh makna, pengganti rindu yang tak harus disampaikan-
Hai semoga kamu enggak baca :)
YOU ARE READING
Diary Queen
Werewolf-hanya tulisan penuh makna, pengganti rindu yang tak harus disampaikan-
