-PART 1-

1.3K 73 4
                                        

Happy reading❤️
_______________________

Hembusan angin menerpa lembut helaian rambutku, membelai pelan membuatnya sedikit berantakan. Aku menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Kueratkan genggamanku pada beberapa tangkai bunga mawar putih yang telah terbungkus rapih, meremasnya pelan hingga lapisan plastiknya sedikit mengkerut. Aku memejamkan mataku saat merasakan debaran kencang dalam dadaku, sedetik setelahnya kutatap lekat satu satunya gadis yang berhasil membuatku bertekuk lutut padanya.
Gadis cantik dan lemah yang membuatku selalu
ingin melindunginya setiap harinya. Gadis bermata bulat dengan warna hitam pekat yang selalu bisa menenangkanku dengan tatapan lembutnya. Gadis yang begitu kucintai entah sampai kapan. Aku tersenyum senang lalu melangkah mendekatinya. Ia tak bergeming, membuatku kembali menarik nafas. Hembusan angin sore hari yang cukup dingin kembali menyapa sekujur tubuhku, perlahan membawaku kembali dalam ingatan tiga tahun lalu

💡💡💡

*Flashback on
"Jeon Jungkook. Sudah kukatakan ini adalah tugas terakhir dariku. Setelah ini, kau boleh meninggalkan pekerjaan ini. Kumohon, kau adalah satu satunya orang yang dapat kuandalkan" ucap Raymond padaku sedikit memohon. Aku menatap tajam tepat
pada manik matanya. Laki laki tua itu tetap pada pendiriannya.
"Sudah kukatakan, apapun yang kau lakukan tidak akan dapat merubah keputusanku. Aku tidak akan melakukan apapun yang kau minta" ucapku pada Raymond, bos sekaligus satu satunya orang yang kuhormati. Laki laki tua itu bangkit dari tempat duduknya dan mengambil sebuah tongkat yang menjadi alat bantu untuknya berjalan. Ia cukup tua untuk dapat berdiri dengan tegak dan berjalan dengan gagah. Namun hingga saat ini, belum ada yang memiliki keberanian untuk menyentuhnya.
Raymond berjalan pelan mendekatiku lalu menggenggam bahuku saambil meremasnya pelan. "Jeon, aku tahu bahwa kau sudah cukup lelah menjadi detektif bayaranku selama ini. Dan akupun tahu bahwa kau ingin berhenti melakukan pekerjaan yang cukup membahayakan dirimu dan kekasihmu. Tapi kumohon, ini adalah permintaan terakhirku sebelum kita berpisah. Kau tahu bahwa Lucas adalah orang yang cukup culas. Aku tidak dapat menemukan detektif lain sehebat dirimu untuk menyelidiki tentang dia"
Bahuku melemas seketika. Ucapan dan cara bicara Raymond seketika meruntuhkan sisi keras kepalaku. Ya, aku adalah seorang detektif bayaran. Namun bukan detektif bayaran biasa, Aku adalah seorang detektif yang dipekerjakan khusus oleh sekelompok mafia yang cukup disegani di Korea. Daan orang tua yang kini sedang memohon padaku adalah ketua
dari kelompok mafia itu. Tidak dapat dipungkiri

bahwa pekerjaan ini sedikit banyak telah membuatku beberapa kali harus masuk rumah sakit karena luka tembak atau tusukan pisau.
Aku menatap Raymond lalu turut bangkit, membuat genggaman tangannya terlepas dari bahuku.
"Kau kan tahu bahwa aku telah berjanji pada Y/N untuk berhenti dari pekerjaan ini. Kau juga tahu bahwa aku sudah melamarnya dan dua bulan lagi kita akan menikah" ucapku dengan tatapan lelah

"Ya aku tahu Jeon. Namun sudah kujelaskan dari awal mengapa aku memilihmu,Ayolah Jeon,Aku bahkan sudah melepaskanmu beberapa bulan karena menepati janjiku padamu untuk membebaskanmu dari pekerjaan ini"ucap raymond

"Lalu mengapa sekarang kau kembali memanggilku. Kukira urusan kita sudah selesai Ray Aku Sudah Tidak Ingin Berada Dalam Lingkaran Ini Lagi Aku pergi" ucapku dengan penuh penekanan, menandakan bahwa aku serius dalam tiap perkataanku.

Aku mem‐ balikan badan lalu menyambar jaket kulit hitam dan kunci mobilku berniat untuk keluar.
Namun langkahku terhenti seketika saat mendengar ucapan Raymond
"5 milyar. Itu adalah bayaranmu untuk tugas terakhir ini. Come on Jeon. Aku tahu bahwa kau tidak memiliki cukup dana untuk menikahi Y/N. Dengan uang itu, kau bahkan bukan hanya mampu menikahinya,Kau akan mampu untuk membawanya pergi ke manapun yang ia inginkan,Bukankah gadis itu memiliki begitu banyak keinginan yang belum ia wujudkan? Berlibur ke Malta contohnya?" Raymond melangkah pelan mendekatiku.

Dapat kurasakan senyuman licik mulai terukir diwajahnya
Sial! Aku merutuk dalam hati sambil mennggenggam erat kunci mobil ditanganku hingga buku jariku memutih. Raymond tahu betul kelemahanku.

Memang benar bahwa aku tidak memiliki cukup uang untuk mengadakan pesta pernikahan untukku dan Y/N.
Aku berbalik laalu menatapnya tegas.

Jujur, pertahananku mulai goyah mendengar tawarannya yang begitu menggiurkan. Membayangkan senyuman gadisku saat melihat hamparan laut lepas di Malta membuatku seketika menyunggingkan sebuah senyuman kecil. Ah, aku begitu mencintai gadis itu "Baiklah, mari coba dengarkan dulu apa yang harus kulakukan. Lalu baru akan kuputuskan apakah aku akan menerimanya atu tidak,Tapi bersumpahlah Ray, ini adalah tugas terakhirku,Jangan pernah menemuiku atau menghubungiku bahkan saat kau sekarat sekalipun. Dan satu lagi,Jangan juga menunjukan batang hidungmu saat hari pernikahanku,Karena jika kau langgar satu perjanjian yang tadi kusebutkan, tak peduli seberapa baiknya kau padaku selama ini Kau akan mati ditanganku, aku bersumpah" ucapku tegas dan penuh penekanan.

Raymond tersenyum menang lalu mengangguk, kemudian laki laki tua itu kembali duduk ditempatnya diikuti olehku. Dan semuanya kembali dimulai.

💡💡💡

Y/N melayangkan tatapan membunuh padaku saat aku duduk berlutut tepat dihadapannya yang sedang melipat beberapa pakaianku. "Ayolah sayang. Aku berjanji ini adalah kali terakhir aku menjalani tugas ini, Setelahnya aku akan benar benar menjauhi Raymond dan pekerjaan ini,Aku bersumpah tidak akan pernah melihatnya lagi,Aku bahkan sudah melarangnya untuk datang kepernikahan kita"

ya, pada akhirnya aku memi‐ lih untuk mmenerima tawaran Raymond.
Dan kini, aku sedang berusaha setengah mati membujuk gadisku "Tidak Jungkook! Aku kan sudah bilang tidak, Kau sudah berjanji padaku tidak akan menerima apapun yang ditawarkan lelaki tua sialan itu!" ucapnya frustasi sambil melempar baju yang sejak tadi ia genggam. Aku mendengus pelan lalu mmenggenggam tangannya. Membuat tangan kecilnya tertutup kedua telapak tanganku.

"Y/N-ah. Kumohon. Ini demi kita berdua. Ray berjanji akan memberikan imbalan besar untukku. 5 milyar sayang. Kita akan hidup bahagia dengan uang itu. Bukankah kau begitu ingin pergi ke Malta? Kita bisa kesana dengan uang itu" Y/N menggeleng pelan. Matanya mulai berkaca kaca. Ia melepas genggaman tanganku lalu menatapku tajam. Aku menatap matanya dan dapat kurasakan seberapa hancur hatinya.

"Jeon Jungkook. Kau tahu? Aku bahkan tidak peduli jika aku bahkan harus tinggal di jalanan setelah menikah. Aku juga tidak perduli jika aku tidak dapat pergi ke Malta. Sungai Han cukup indah untukku, selama ada kau. Selama ada kamu disisiku, bersamaku. Apapun itu aku akan baik baik saja. Kau tahu kan besar bahaya pekerjaan ini. Terlebih lagi kau melakukannya di Los Angeles Sangat jauh dari jangkauanku"
Perlahan, tetesan air mata mulai turun melewati pipinya dan jatuh tepat diatas telapak tanganku yang masih berada dipangkuannya.

Bersambung.....

_______________________
Helloooow
Cerita ini bukan nju yang bikin wkwk
Tapi ini cerita dari @fantyaninda
Makasih sudah mau bikinin cerita wkwkw❤️
Buat yang mau request/bikin cerita juga bisa add ke line "id:jk10987"
Ok bye~

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 22, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

she'll be the one (youXjungkook)Stories to obsess over. Discover now