Chapter 1

39 5 7
                                        


Suara dentuman yang memekakkan telinga terdengar mengisi setiap sudut ruangan yang sudah sesak dengan orang orang yang tengah asyik meliuk liukkan tubuhnya ditengah dance floor.

Disela keramaian, seorang cowok tampan terlihat tengah berjalan menuju meja bar dengan penuh perjuangan, menghindari beberapa tangan tangan nakal yang tengah menggodanya. Dan juga jangan lupakan tatapan nakal dari para wanita yang bisa ia taksir berumur jauh diatasnya.

Cowok itu berdecak dengan ekspresi kesalnya saat dirinya sudah berada di depan bar. Seorang bartender pun langsung menyambutnya dengan senyuman diwajahnya.

"Gimana El, Sendirian aja nih." Goda bartender itu.

Cowok itu menoleh kearah suara itu dan mendengus kecil. "Menurut lo?" Jawab cowok itu dengan kesal.

"Mau minum?" Tawar bartender itu 'Bagas' mengabaikan nada kesal dari pria yang berada di depannya.

Cowok itu hanya tersenyum tipis. "Lo tau apa mau gue." Ucap cowok itu.

"Ok! Seperti biasa." Jawab Bagas seraya membuatkan minuman yang dipesan cowok itu, bahkan dia sudah hafal dengan kelakuan cowok itu jika berada di club ini.

Nathanael Arvian Baskara.
Cowok ini memang sudah sangat sering mendatangi clubbing ini. Entah hanya sekedar menikmati musiknya saja, atau sekali kali ia ikut turun dan menari di dance floor. Biasanya ia akan datang bersama teman''nya dan kadang juga mentraktir temannya minum ditempat ini. Tak jarang temannya lah yang mentraktirnya. Namun jika di bandingkan, El lah yang lebih sering mentraktir temannya.

El mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan sambil menikmati alunan musik yang menggema di sudut'' tempat ini.

"El!"

Merasa ada yang memanggil namanya, ia punya menoleh dan mendapati 3 cowok yang tengah melambaikan tangan dan segera menghampirinya.

"Clubbing lagi nih.. sendirian aja.." sapa salah satu dari mereka dan langsung mendudukkan tubuhnya di sebelah El.

"Biasa lah.." singkat El yang masih memandang ke tengah dance floor.

"Gak turun lo? Tuh, disana ada cewek cantik yang lagi nangkring nunggu perhatian lo!" Ucap Gery yang lalu menunjuk seorang cewek yang tengah menari dengan segelas wisky ditangannya.

El mengikuti Arah Yang ditunjuk oleh Gery. Seorang cewek cantik dengan T-shirt ketat yang memperlihatkan bagian perutnya dengan celana pendek yang memamerkan paha mulus dan kaki jenjangnya yang seksi, serta gerakan tubuhnya yang terlihat menggoda siapapun pria yang melihatnya.

"Gimana? Namanya Liora, dia tuh jago banget nari yang kayak ginian." Bisik Dito ditelinga El.

El menaikkan sebelah alisnya sambil menatap Dito "Maksud lo?"

Dito menatap El "Maksud gue ngedugem." Jelasnya.

El menatap kearah Liora sekali lagi dan tersenyum miring.

"Gimana? Oke gak?" Tanya Revan.

El berdecak seraya menggelengkan kepalanya "Biasa aja." Ucapnya remeh.

Mendengar jawaban dari El, sontak membuat mereka terperangah tak percaya.

"Wow gila. Yang kayak beginian lo bilang biasa aja El?" Ujar Gery menggeleng tak percaya dengan ucapan El barusan.

"Gue aja bisa gila kali kalo bisa dapet yang kayak gini." Timpal Dito seraya menatap penuh goda kearah Liora.

Tak lama Bagas pun kembali dengan membawa segelas minuman untuk El. "Nih El, minuman lo." El mengambil gelas minuman dengan ukuran kecil itu dan langsung meminumnya dengan sekali tegukan.

"Kalian mau minum gak?" Tanya El yang langsung dijawab oleh teman''nya.

"So pasti!" Jawab mereka kompak.

"Gas, bawain gua sebotol wisky lagi, trus buatin juga buat temen'' gue. Gue yang bayar semuanya." Seru El pada Bagas yang masih setia dihadapannya.

"Wow.. El traktir lagi nih.. hahaha!" Seru ketiga temannya yang tertawa senang.

Ucapan El barusan membuat Bagas tercengang di tempatnya untuk beberapa detik, namun setelah itu ia tersadar dan segera pergi membuatkan mereka minuman. "Seberapa kaya sih El?" Pikirnya sebelum pergi.

"Eh.. El, lo masih jomblo gak nih? Kalo nggak gue..."

"Gak minat gue!" Ucap El memotong ucapan Dito.

"Gue belom selesai bicara bego!" Ucap Dito kesal karna ucapannya dipotong.

"Tipe lo kayak gimana sih El?" Tanya Gery penasaran.

El hanya tersenyum miring tak berniat menjawab pertanyaan Gery. Ia malah memalingkan wajahnya dari teman''nya kearah kerumunan orang di dance floor.

Gery yang melihat sikap El hanya mendengus kecil dan menghiraukan El. Sedangkan Revan yang sedari tadi diam tak mengeluarkan pendapat sedikitpun sedang memikirkan sesuatu yang hanya di ketahui oleh dirinya sendiri tentang salah satu sahabatnya ini.

Tiba tiba saja ada suara seseorang disamping El yang membuatnya dan para sahabatnya menoleh kearah suara itu.

"Hai El!" Sapa orang itu dengan nada sedikit menggoda.

El menatap orang itu dengan tatapan datar. Dilihatnya cewek cantik yang tadi sedang menari di dance floor dengan t-shrit yang memperlihatkan belahan dadanya yang mampu membuat ketiga temannya menelan ludah dengan sedikit susah payah.

El mengangkat satu alisnya bingung.

"Siapa?"

Cewek itu tersenyum manis lebih tepatnya menggoda ke arah El seraya mengulurkan tangannya.

"Liora." Ucapnya manis.

El menatap Liora dari bawah sampai atas dengan tatapan risih. "Sorry, gue gak minta kenalan sama lo!" Tukas El dengan dingin.

Ketiga sahabatnya dibuat terperangah dengan ucapan El barusan.

Tak lama kemudian Bagas kembali dengan membawa pesanan El dan teman''nya.

"Lo tepat waktu gas, hampir aja gue mau pergi." El menepuk bahu Bagas dengan tersenyum sekilas dan meneguk minumannya langsung dari botolnya hingga setengahnya dalam sekali tegukan.

Sejenak ia menggelengkan kepalanya menghilangkan efek minuman yang baru saja di teguknya. Ia harus segera pergi dari tempat ini sebelum kesadarannya mulai menghilang dan digantikan dengan racauannya yang tidak jelas.

Teman''nya yang melihat hal tersebut segera menepuk bahunya.

"El!" Panggil Revan sedikit cemas.

El menoleh dengan matanya yang mulai memerah menandakan alkohol dalam minuman itu mulai bereaksi ditubuhnya.

"Lo gak papa?" Tanya Gery.

"Tenang aja, gue gak papa." Balas El

"Thanks gas." El mengeluarkan puluan lembar uang ratusan dari dalam dompetnya dan segera ia serahkan pada Bagas.

"Lo itung dulu, kalo kurang gue bayar besok, kalo uangnya lebih lo ambil aja!" Ucap El yang segera pergi meninggalkan teman''nya dan Bagas yang menggelengkan kepalanya ke arah El.

"Ini mah bukan kurang El, tapi kebanyakan..." Gumamnya ketika uang yang diberikan El itu lebih Lima ratus ribu (?).

Sedangkan seseorang yang dari tadi juga berdiri ditempat itu menyeringai melihat kejadian itu.

~~~~~~~~~.....
Gimana... buat cerita pertama yang bakal aku post udah panjang belom??:)

Please.. Vote and comet, Biar aku tau kesalahanku dan kekuranganku apa??

Dan aku juga butuh bimbingan para author juga reader lain. Biar aku gak ngecewain semuanya:).

The secret of the memories La tua prossima ossessione. Scoprilo ora